Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Konsumsi Karbohidrat Komplek dan Sederhana serta Kebiasaan Latihan Dengan Kelincahan Atlet Bulutangkis di PB Anugerah Denpasar Ni Komang Anggun Pratiwi; I Wayan Ambartana; I Made Suarjana
Jurnal Gizi Ilmiah Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Gizi Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jgi.v13i2.1716

Abstract

This study was motivated by the importance of agility as one of the main physical components in badminton. Agility is influenced by various factors, including nutrient intake, especially carbohydrates, and athletes’ training habits. This study aimed to determine the relationship between complex and simple carbohydrate consumption and training habits with the agility of badminton athletes at PB Anugerah Denpasar. This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 35 athletes aged 8–16 years selected using purposive random sampling technique. Agility data were obtained through the 4×10 meter shuttle run test, carbohydrate consumption data were collected using the Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) method, and training habits data were obtained through questionnaires on training frequency and duration. Data analysis was conducted using the Spearman Rank correlation test. The results showed that most athletes had good agility levels. Total carbohydrate consumption was mostly categorized as good; however, complex carbohydrate intake was predominantly low (48.6%), while simple carbohydrate intake was mostly sufficient (51.4%). The correlation test results showed no relationship between complex carbohydrate consumption and agility (p=0.334>0.05), and no relationship between simple carbohydrate consumption and agility (p=0.277>0.05). In contrast, there was a significant relationship between training habits and athletes’ agility (p=0.000<0.05; r=-0.610). It can be concluded that training habits are the factor most associated with the agility of badminton athletes, while carbohydrate type consumption did not show a significant relationship with agility.
Hubungan Konsumsi Lemak, Natrium dan Lingkar Perut dengan Tekanan Darah pada Pegawai di Kantor Camat Denpasar Barat Gusti Ayu Candini Prameswari; I Wayan Ambartana; Badrut Tamam
Jurnal Gizi Ilmiah Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Gizi Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jgi.v13i2.1724

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan masyarakat. Faktor risiko hipertensi antara lain konsumsi lemak, natrium, dan obesitas sentral yang diukur melalui lingkar perut. Pegawai kantor termasuk kelompok berisiko karena aktivitas fisik yang rendah dan pola konsumsi yang kurang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi lemak, natrium, dan lingkar perut dengan tekanan darah pada pegawai di Kantor Camat Denpasar Barat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh pegawai sebanyak 46 orang yang dipilih dengan teknik total sampling. Data konsumsi lemak dan natrium diperoleh melalui metode recall 2x24 jam, lingkar perut diukur menggunakan pita ukur, dan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sampel mengalami hipertensi (41,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi lemak dengan tekanan darah (p=0,021; r=-0,341) dengan arah negatif, serta hubungan yang signifikan antara konsumsi natrium dengan tekanan darah (p=0,010; r=0,374) dengan arah positif. Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lingkar perut dengan tekanan darah (p=0,427). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara konsumsi lemak dan natrium dengan tekanan darah, namun tidak terdapat hubungan antara lingkar perut dengan tekanan darah. Disarankan untuk memperhatikan pola konsumsi, khususnya asupan natrium dan lemak, guna menjaga tekanan darah tetap normal. Kata kunci: konsumsi lemak; natrium; lingkar perut; tekanan darah; hipertensi