Amprin Amprin
Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Indeks Kualitas Tanah pada Lahan Sawah di Desa Cipta Graha, Kecamatan Kaubun Triadiawarman, Dian; Amprin, Amprin; Sinta, Komang
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid X Nomor 2 Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v10i2.453

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui kulitas tanah dan arah pemanfaatannya di lahan sawah. Penelitian dilaksanakan mulai September sampai dengan November 2021 di lahan sawah Kelompok Tani Handil Sukamaju (Desa Cipta Graha, Kecamatan Kaubun, Kab Kutai Timur). Metode yang digunakan adalah metode survey dan penentuan kelas kualitas tanah menggunakan metode Lal. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman. Hasil penelitian menunjukkan BV SPL 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 tanpa faktor pembatas. Tekstur tanah Loam, Silty Loam - Silty Clay Loam. Porositas tanah 47,43% – 55,51%. pH tanah SPL 1, 2 dan 6, tergolong faktor tanpa pembatas hingga faktor pembatas sedang. SPL 3, 4, 5, 7 dan 8 tergolong faktor pembatas berat hingga faktor pembatas ekstrem. KTK SPL 1, 2, 6 tergolong faktor tanpa pembatas hingga faktor pembatas berat. SPL 3, 4, 5, 7, 8 tergolong faktor pembatas ekstrim. KB tanah seluruh SPL tergolong faktor pembatas ringan hingga faktor pembatas sedang. P tersedia seluruh SPL tergolong faktor pembatas ekstrim. N total seluruh SPL tergolong faktor pembatas sedang hingga faktor pembatas berat. C organik tergolong faktor pembatas ringan hingga faktor pembatas sedang. C-biomassa seluruh SPL tergolong faktor pembatas ekstrim. Berdasarkan hasil analisis sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang disesuaikan dengan faktor pembatas dan bobot relatif maka diperoleh hasil Indeks Kualitas Tanah : SPL 1, 2, 5 dan 6 tergolong kualitas tanah sedang, SPL 3, 4, 7 dan 8 tergolong kualitas tanah buruk. Perbaikan kualitas tanah dapat dilakukan dengan pemberian bahan organik dari limbah pertanian
Pemanfaatan Kompos Daun Ketapang (Terminalia catappa) sebagai Amelioran Tanah Pasca Tambang untuk Budidaya Selada (Lactuca sativa L) Purwanti, Santi; Amprin, Amprin; Dian , Triadiawarman; Veronika , Murtinah; Benny , Kurniawan; Dhani, Aryanto
JURNAL GREEN HOUSE Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v4i2.68

Abstract

Post-mining soils are commonly characterized by poor chemical properties that limit plant growth and agricultural productivity. This study aimed to evaluate the effectiveness of Ketapang (Terminalia catappa) leaf compost as an organic soil ameliorant for improving soil chemical properties and supporting lettuce cultivation on post-mining land. The experiment was conducted using several proportions of Ketapang leaf compost incorporated into post-mining soil as planting media. Observed parameters included soil chemical properties, namely soil pH, organic carbon, total nitrogen, and available phosphorus, as well as lettuce growth indicators such as plant height, leaf width, leaf number, and biomass. The results demonstrated that increasing the proportion of Ketapang leaf compost significantly enhanced soil organic carbon, total nitrogen, and available phosphorus contents. Soil pH also improved at higher compost application rates, indicating better chemical conditions for plant growth. Improvements in soil chemical properties were accompanied by enhanced lettuce growth performance, particularly in plant height, leaf width, and fresh biomass. The parameters of number of leaves and dry biomass did not show significant differences. Ketapang leaf compost has strong potential as a sustainable organic ameliorant for rehabilitating post-mining soils while supporting lettuce production. The utilization of locally available organic materials offers an environmentally friendly approach to land restoration and sustainable horticultural development.
Pengaruh Kelas Lereng terhadap Karakteristik Kimia Tanah Ultisol dan Kesesuaian Lahan untuk Budidaya Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kutai Timur, Kalimantan Timur Dian Triadiawarman; Veronika Murtinah; Amprin Amprin
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 14 No 1 (2026): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XIV Nomor 1 Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v14i1.768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kimia tanah Ultisol pada berbagai kelas lereng dan mengevaluasi faktor pembatas kesesuaian lahan untuk budidaya kelapa sawit di Desa Tepian Indah, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Pengambilan sampel tanah dilakukan menggunakan metode stratified random sampling pada tiga kelas lereng, yaitu 0–8%, >8-15%, dan >15-25% dengan kedalaman 0-30 cm. Parameter yang dianalisis meliputi pH tanah, C-organik, N-total, P tersedia, K tersedia, kapasitas tukar kation (KTK), dan kejenuhan basa (KB). Data dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA), uji lanjut DMRT 5%, korelasi Pearson, regresi linear sederhana, serta evaluasi kesesuaian lahan menggunakan metode matching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh lokasi memiliki reaksi tanah sangat masam (pH 3,73-4,04), kandungan C-organik rendah (1,05-1,21%), KTK sangat rendah (4,02-5,29 cmol(+)/kg), serta ketersediaan P dan K yang rendah. Analisis ragam menunjukkan bahwa kelas lereng berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati (p<0,05). Kandungan C-organik memiliki korelasi positif sangat kuat dengan kejenuhan basa (r = 0,927), sedangkan KTK menunjukkan korelasi negatif sangat kuat (r = -0,985). Evaluasi kesesuaian lahan mengindikasikan bahwa seluruh kelas lereng termasuk kelas S3 (sesuai marginal) dengan faktor pembatas utama berupa retensi hara, ketersediaan hara, dan bahaya erosi. Perbaikan kualitas lahan melalui pengapuran, penambahan bahan organik, pemupukan berimbang, dan konservasi tanah diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan budidaya kelapa sawit pada lahan Ultisol berlereng.