Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Konsep Wasathiyah Dalam Beragama Perspektif Hadisttarbawi Mita Fitria; Suharjo Suharjo; Martin Kustati; Nana Sepriyanti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1537

Abstract

Islaim waisaithiyaih aidailaih islaim yaing raihmaitain lil ‘ailaimin, bukain Islaim seperti pemaihaimain pairai ekstremis yaing cenderung mengedepainkain sikaip kerais tainpai kompromi (ifrâth), aitaiu pemaihaimain kelompok liberailis yaing sering menginterpretaisikain aijairain aigaimai dengain saingait longgair, bebais, baihkain nyairis meninggailkain gairis kebenairain aigaimai sekailipun (taifrîth). Airtikel ini bertujuain untuk menggaili haidits-haidits naibaiwi yaing menjaidi daisair untuk bersikaip moderait dailaim beraigaimai Islaim, baiik dailaim beraiqidaih, beribaidaih, dain bermuaimailaih. Sehinggai aikain menghaisilkain pemaihaimain yaing utuh tentaing moderaisi beraigaimai yaing sesungguhnyai. Penelitiain ini merupaikain penelitiain kuailitaitif melailui studi pustaikai. Metode yaing digunaikain dailaim penelitiain aidailaih metode temaitik, dengain cairai pengumpulain haidis dain mengorelaisikain dengain objek penelitiain. Haisil penelitiain menunjukkain baihwai terdaipait beberaipai haidis yaing melairaing umait Islaim untuk bersikaip ekstrim dailaim beraigaimai baiik dailaim beraiqidaih, beribaidaih, dain bermuaimailaih dengain sesaimai. Haidits-haidits shaihih yaing aidai mengaijaik untuk memaihaimi dain mengaimailkain aigaimai hairus melailui jailur keseimbaingain dain beraidai di jailain tengaih sehinggai aigaimai terkesain raimaih, lembut dain kaisih saiyaing. Prinsip moderaisi dailaim beraigaimai (waisaithiyaih) yaing diteraingkain dailaim haidis naibaiwi aidailaih prinsip ail-khaiiriyaih (menjaidi yaing terbaiik), ail-taiwaizun (keseimbaingain), raif’u ail-hairaij (menghilaingkain kesulitain), ail-‘aidailaih (bersikaip aidil), dain ail-taisaimuh (tolerain).
Kompetensi Kepribadian Pengawas dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Agama Islam Presfektif Hadis Mita Fitria; Edi Safri; Rehani
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 2 No 2: Juni (2023)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang peran kompetensi kepribadian pengawas dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam, dengan fokus pada analisis hadis. Metode tematik digunakan dalam pengumpulan dan analisis hadis-hadis yang relevan dengan objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan yang sesuai antara persoalan yang diteliti dan konteks hadis yang terkumpul. Melalui metode tematik, peneliti mencari penyesuaian antara objek penelitian yang berkaitan dengan kompetensi kepribadian pengawas dalam pendidikan agama Islam dengan hadis-hadis yang telah dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi kepribadian pengawas memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam. Hadis-hadis yang terkumpul menegaskan pentingnya pengawas memiliki sikap, kepemimpinan, integritas, dedikasi, dan keteladanan yang baik. Melalui kompetensi kepribadian ini, pengawas mampu memberikan pengaruh positif kepada guru-guru dan siswa-siswa dalam konteks pendidikan agama Islam. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran kompetensi kepribadian pengawas dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam. Metode tematik yang digunakan dalam pengumpulan dan analisis hadis memberikan kerangka kerja yang tepat untuk menggali pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara kompetensi kepribadian pengawas dan konteks pendidikan agama Islam.
NILAI-NILAI KARAKTER DALAM HADIS RASULULLAH SAW DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER DI INDONESIA Mita Fitria; Budi Santoso; Yessa
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Al-Karim - Maret 2022
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.462 KB) | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v7i1.3

Abstract

Dinamika dunia pendidikan saat ini mulai jauh dari nilai karakter. Melihat realitas yang ada, maka penulis ingin mengembalikan alternatif solusinya kepada hadits-hadits Rasulullah Saw yang berkenaan dengan karakter-karakter yang dilakukan Rasulullah Saw pada masa-masa terdahulu.Penelitian ini berhasil mengeksplorasikan 1) nilai-nilai karakter religius dalam hadits Rasulullah Saw. yang dapat diungkap antar lain: di dalam penanaman nilai-nilai karakter itu harus dilandasi dengan sebuah penanaman nilai-nilai karakter Islam, Iman dan Ihsan. Implikasinya terhadap pendidikan karakter di Indonesia dengan memperkenalkannya melalaui pengetahuan, kemudian caranya dengan bertahap, dan yang sangat penting adalah rasa peduli kepada sesama harus dimiliki setiap individu. 2) nilai-nilai karakter integritas yang dapat diungkap dari hadits-hadits Rasulullah Saw adalah:integritas itu merupakan asas dasar Islam yang dapat dilihat dengan nilai karakter iman dan istiqomah. Implikasinya terhadap pendidikan karakter di Indonesia adalah menjadi orang yang dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan. 3) nilai-nilai karakter mandiri yang dapat diungkap dalam hadits- hadits Rasulullah Saw. adalah: sikap tidak bergantung pada orang lain, bertanggung jawab, menjaga kehormatan dirinya, serta qana‟ah. Implikasinya terhadap pendidikan karakter di Indonesia adalah mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita, semuanya itu dilakukan dengan cara etos kerja yang tinggi dan kuat, profesional, kreatif, keberanian dan menjadi pembelajar sepanjang hayat. 4) nilai-nilai karakter nasionalis yang dapat diungkap dalam hadits Rasulullah Saw. adalah: dengan menunjukankepatuhan pada perintah dan menjauhi larangan-larangan. Implikasinya terhadap pendidikan karakter di Indonesia menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. 5) Nilai-nilai karakter gotong royong dalam hadits Rasulullah Saw. bahwa: adanya kerjasama dan bahu-membahu menyelesaikan persoalan bersama. Implikasinya terhadap pendidikan karakter di Indonesia pentingnya menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi bantuan/pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan
URGENSI MENUTUP PEMBELAJARAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN Cindi Novalia; Annisa; Iswandi Iswandi; Mita Fitria
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Al Karim : Maret 2023
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.198 KB) | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v8i1.195

Abstract

Kegiatan menutup pelajaran merupakan kegiatan yang dilaksanakan di akhir pembelajaran. Guru memberikan kesimpulan, mengevaluasi dan melaksanakan tindak lanjut dari pembelajaran yang telah dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan kegiatan menutup pelajaran yang dilakukan oleh guru. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif . Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan penelaahan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menutup pelajaran dilaksanakan namun tidak semua guru melaksanakan kegiatan tersebut dengan baik. Guru secara teori memahami dengan baik kegiatan menutup pelajaran, namun tidak selalu diterapkan dalam pembelajaran di dalam kelas
ESENSI DAN PENINGKATAN KOMPETENSI GURU Mita Fitria; Nurhasanah Sihombing; Rido Gevani; Titi Putri Utami
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Al Karim : September 2023
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v8i2.245

Abstract

Teachers play a key role in the education and development of young people. The essence of being a teacher is having in-depth knowledge of the subject one teaches, good communication skills, and effective pedagogical skills. Apart from that, a teacher must also have the ability to inspire, motivate and create a safe and inclusive learning environment. Increasing teacher competency is important in ensuring optimal quality of education. Teachers need to continue to develop their knowledge through training, self-development and curriculum updates. Increasing competency also includes the ability to use rapidly developing educational technology. Teachers who continue to learn and adapt can provide a better learning experience for students, face modern-day challenges, and help create a generation that is ready to face the future. In the context of globalization and constant changes in education, the essence of being a quality teacher and continuously improving competence is an important element in achieving the goals of sustainable and inclusive education.
Upaya Meningkatkan Kecerdasan Spritual Melalui Program Pembiasaan Pagi di MIN 2 Pasbar Darmita Darmita; Mita Fitria; Salman Salman; Iswandi Iswandi
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2025
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v10i1.444

Abstract

“Upaya Meningkatkan Spiritual Question Siswa Dalam Program Pembiasaan Pagi Di Madrasah Ibtidayah Negeri 2 Silambau, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat” disusun oleh DARMITA NIM : S1.1.20.xxx. Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Jurusan Tarbiyah STAI- YAPTIP Pasaman Barat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya meningkatkan Spiritual Question siswa melalui Program Pembisaan Pagi di MIN 2 Pasaman Barat dari observasi dilihat kegiatan pembiasaan pagi yang pertama menyambut peserta didik di gerbang yang dilakukan guru-guru, Apel Sekitar 15 Menit ,Berdoa Dan hafalan Tafizh Surat Wajib Yang Harus Hafal Oleh Siswa dikelas, Sholat Dhuha Berjamaah tujuannya adalah agar siswa terbiasa selalu mengerjakan kegiatan yang bermanfaat serta meningkatkan spiritual Question siswa Min 2 Pasaman Barat Tetapi masih ada beberapa siswa yang masih belum mengikuti kegiatan pembiasaan pagi dengan baik sesuai keinginan hati sendiri. Tujuan Penelitian ini adalah 1) Upaya meningkatkan kecerdasaan spiritual melalui program pembiasaan pagi di Madrasah Ibtidayah Negeri 2 Silambau, Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat 2) Faktor penghambat meningkatkan kecerdasaan spiritual melalui program pembiasaan pagi di Madrasah Ibtidayah Negeri 2 Silambau, Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat 3) Faktor pendukung meningkatkan kecerdasaan spiritual melalui program pembiasaan pagi di Madrasah Ibtidayah Negeri 2 Silambau, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualiatatif menggunakan pendekatan case kasus (studi kasus) merupakan penelitian yang mendalam tentang individu, satu kelompok, satu organisasi, satu program. Data studi kasus diperoleh dari wawancara, observasi dan arsip dipakai untuk meneliti sekolah. field research atau penelitian lapangan. Informan kunci pada penelitian ini yaitu kepala sekolah, Guru dan siswa Min 2 Pasaman Barat, sedangkan yang menjadi informan orang tua. Pada penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan peneliti menyimpulkan bahwa program pembiasaan pagi dalam meningkatkan Spiritual Question peserta didik di MIN 2 Pasaman Barat dapat penulis tarik kesimpulan sebagai berikut: Pembiasaan kegiatan pembiasaan pagi di MIN 2 Pasaman Barat merupakan suatu usaha pembiasaan yang dilakukan di dalam lingkungan madrasah. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara terstruktur dan terencana dengan baik dan sistematis. Sehingga bisa berjalan dengan baik.