Iswandi, Iswandi
STAI YAPTIP PASAMAN BARAT

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Peningkatan Praktek Berwudhu Melalui Metode Demontrasi Siswa Kelas II SDN 44 Sungai Lareh Koto Tangah Padang Iswandi Iswandi
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 2 No 1 (2019): January 2019
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.496 KB) | DOI: 10.52166/mida.v2i1.1342

Abstract

Tujuan manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Ibadah yang sangat utama dan menentukan bagi manusia adalah ibadah shalat. Sah atau tidaknya ibadah shalat ditentukan oleh sah atau tidaknya wudhu yang dilakukan. Oleh karena itu wudhu harus menjadi perhatian dan dilakukan dengan benar dan sempurna. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan praktek berwudhu melalui Metode Demontrasi di kelas II SDN 44 Sungai Lareh Kecamatan Koto Tangah Padang. Hasil siswa terhadap peningkatan praktek berwudhu melalui Metode Demontrasi di kelas II SDN 44 Sungai Lareh Kecamatan Kota Tangah Padang. Faktor pendukung dan actor penghambat dalam peningkatan kemampuan melalui Metode Demontrasi bagi siswa kelas II di SDN 44 Sungai Lareh Kecamatan Koto Tangah Padang. Upaya Guru Mengatasi Faktor Penghambat dalam Peningkatan Praktek Berwudhu melalui Metode Demontrasi bagi siswa kelas II di SDN 44 Sungai Lareh Kecamatan Koto Tangah Padang. Penelitian ini adalah Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Adalah penelitian yang dilakukan oleh guru didalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai seorang guru sehingga hasil belajar siswa meningkat”. Penelitian ini dilakukan pada Kelas II di SDN 44 Sungai Lareh Kecamatan Koto Tangah Padang. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa actorent untuk mengumpulkan data, yaitu: Lembar observasi aktifitas siswa, Tes hasil belajar, Observasi kegiatan pembelajaran, Teknik wawancara secara bebas.
PENERAPAN METODE JIBRIL DALAM MENINGKATKAN HAFALAN AL QUR’AN SISWA KELAS VII SMP DR. H. ABDULLAH AHMAD PGAI PADANG Iswandi Iswandi
VICRATINA Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Vicratina : Jurnal Ilmiah Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.298 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menghafal al Qur’an bagi peserta didik dengan penerapan metode jibril. Metode ini merupakan metode yang sering digunakan oleh Malaikat Jibril dalam menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad saw. dengan cara malaikat Jibril membacakan dan Nabi Muhammad saw menirukan. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif sedangkan jenis penelitiannya yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu : perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik  pengumpulan data melalui tes, wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis model interaktif yang terdiri dari tiga komponen yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkann hasil penelitian telah dilaksanakan dapat dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa melalui metode jibril dapat meningkatkan kemampuan hafalan al-Qur’an peserta didik kelas VII SMP Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang. Hal ini dapat dilihat dari peningkatakan angka presentase kemampuan hafalan peserta didik kelas VII SMP Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang pada kondisi awal yang hanya 54% meningkat menjadi 71% pada siklus I dan menapai angka 92% pada akhir siklus II. Total peningkatan kemampuan hafalan adalah sebesar 46%. Hasil capaian rata-rata pada tahap pra siklus sebesar 58 meningkat menjadi 71 pada siklus I dan menjadi 87 pada siklus II. Total peningkatan rata-rata adalah 29% poin. 
PILAR-PILAR PENDIDIKAN ISLAM DI KESULTANAN ACEH Iswandi Iswandi
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.993 KB) | DOI: 10.30762/ed.v3i2.1740

Abstract

Abstract: Talking about Islamic education in Aceh means that it will be confronted with the embryos of Islamic education in the archipelago. The Perlak Kingdom which was founded in 840 AD was the first Islamic kingdom. Arab influence is very strong in the development of Islam in Aceh, especially during the reign of the Caliph of the Abbasids. Some Islamic educational institutions in the Sultanate of Aceh are Meunasah which are traditional educational institutions and become basic education institutions in every village in Aceh. In the learning process, meunasah teaches about the basics of Islamic education. Rangkang is a secondary education institution and is a continuation of the meunasah. For students who want to continue their education to dayah, then he must attend education in the arena. In its journey, the framework is also called middle-level dayah education. Dayah is also referred to as a higher education institution in Aceh, because what is taught is adults and already have knowledge about Islam. Dayah education covers two levels: i.e. intermediate level and high level. Middle level dayah education is called fram and high level education is called bale. Whereas the most influential cleric was Hamzah Fansuri who was famous for his poems Samsuddin Sumatrani who had an important role in the Sultanate of Aceh. Nuruddin ar-Raniri, a follower of the Rifa'iyah order he obtained through Ba Syaiban, obtained this tarekat from his teacher Sheikh Muhamad al-Aidarusi, the spiritual grandfather of ar-Raniri Abdurrauf Singkel, he was also known as the Syiah Kuala or Teungku in Kuala. Abstrak: Berbicara tentang pendidikan Islam di Aceh berarti akan dihadapkan dengan embrio pendidikan Islam di nusantara. Kerajaan Perlak yang didirikan pada 840 M adalah kerajaan Islam pertama. Pengaruh Arab sangat kuat dalam perkembangan Islam di Aceh, terutama pada masa pemerintahan Khalifah Abbasiyah. Beberapa lembaga pendidikan Islam di Kesultanan Aceh adalah Meunasah yang merupakan lembaga pendidikan tradisional dan menjadi lembaga pendidikan dasar di setiap desa di Aceh. Dalam proses belajarnya, meunasah mengajarkan tentang dasar-dasar pendidikan Islam. Rangkang adalah lembaga pendidikan menengah dan merupakan kelanjutan dari meunasah. Bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke dayah, maka ia harus menghadiri pendidikan di arena. Dalam perjalanannya, kerangka kerja ini juga disebut pendidikan dayah tingkat menengah. Dayah juga disebut sebagai lembaga pendidikan tinggi di Aceh, karena yang diajarkan adalah orang dewasa dan sudah memiliki pengetahuan tentang Islam. Pendidikan Dayah mencakup dua tingkat: yaitu tingkat menengah dan tingkat tinggi. Pendidikan dayah tingkat menengah disebut fram dan pendidikan tingkat tinggi disebut bale. Sedangkan ulama yang paling berpengaruh adalah Hamzah Fansuri yang terkenal dengan puisinya Samsuddin Sumatrani yang memiliki peran penting dalam Kesultanan Aceh. Nuruddin ar-Raniri, pengikut ordo Rifa’iyah yang ia peroleh melalui Ba Syaiban, memperoleh tarekat ini dari gurunya Sheikh Muhamad al-Aidarusi, kakek spiritual ar-Raniri Abdurrauf Singkel, ia juga dikenal sebagai Syiah Kuala atau Teungku di Kuala.
Nilai-Nilai Pendidikan Pada Lirik Ronggeng di Pasaman Barat Iswandi iswandi; Taufik Hidayat; Rahmadi Rahmadi; Lutfiyani Lutfiyani; Juliwis Kardi; Yulda Dina Septiana; Yenni Yenni
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article In Progress Special Issue 20
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5412

Abstract

Lirik-lirik pada lagu ronggeng di Pasaman Barat sangat erat dengan nilai-nilai Pendidikan. Nilai-nilai tersebut meliput nilai etika dan moral, kejujuran, kasih sayang yang merupakan inti dari nilai Pendidikan. Lebih lanjut, pendidikan merupakan proses dalam memanusiakan manusia. Maka nilai-nilai karakter itu merupakan unsur-unsur penting dalam proses pelaksanaan pendidikan tersebut. Lirik-lirik lagu ronggeng ini terutama lagu cincin ijo dan anak balam, pada dasarnya yang sudah dihafal oleh masyarakat. Dengan demikian, masyarakat sudah mampu memahami makna yang terkandung dalam lirik-lirik tersebut. Dengan demikian, secara langsung maupun tidak langsung, maka lagu-lagu ronggeng tersebut telah mampu membangun dan membimbing karakter masyarakat. Lagu ronggeng di samping menjadi hiburan, juga menjadi pesan-pesan dalam membina karakter masyarakat.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR SISWA SD N 26 TALAMAU SEBELUM DAN PASCA GEMPA DI KAMPUNG BARU NAGARI PERSIAPAN SIMPANG TIMBO ABU KAJAI Iswandi Iswandi; Fitria Rosta
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Al-Karim - Maret 2022
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.054 KB) | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v7i1.31

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan manusia. Pendidikan selalu mengalami perubahan, perkembangan dan perbaikan sesuai dengan perkembangan dalam bidang tertentu. Perubahan dan perkembangan pendidikan tersebut meliputi yang namanya komponen yang terlibat dari pelaksanaan lapangan ( mengenai kompetensi guru dan kualitas tenaga pengajar), kualitas pendidikan, perangkat kurikulum, maupun sarana dan prasarana yang ada akan menjamin mutu pendidikan yang lebih dan inovatif. Hal yang tak kalah pentingnya adalah motivasi dalam belajar yang dimiliki siswa, dengan adanya motivasi siswa akan terdorong untuk aktivitas belajar dan mencapai tujuan dari belajar tersebut. Tinggi atau rendahnya motivasi belajar seorang siswa akan mempengaruhi prosesdan cara belajarnya dan hasil yang diperoleh juga akan ikut berpengaruh. Proses pembelajaran akan berhasil manakala siswa mempunyai motivasi dalam belajar.
KETERAMPILAN GURU MENGELOLA KELAS DI SMKN 2 GUNUNG TALANG Riza Elfitri; Iswandi Iswandi; Desrianto Desrianto
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Al Karim : September 2022
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.706 KB) | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v7i2.53

Abstract

Keragaman latar belakang siswa dan kemampuan belajarnya menjadi focus dalammengelola kelas. Perbedaan kemampuan dan kecendrungan yang dimiliki siswa berkaitandengan sikap belajar siswa, kondisi seperti ini menjadi bagian yang terpenting yang harusdiperhatikan karena aktivitas belaja rbanyak ditentukan oleh sikap belajar peserta didik.Ketika pembelajaran dimulai peserta didik sering menunjukkan sikap penolakan berartisiswa kurang bisa merespon pembelajaran yang dilakukan oleh guru ketika siswamenunjukkan sikap menerima berarti secara emosional ada kesediaan untuk menerimapembelajaran yang dilakukan oleh guru kenyataan seperti ini diperlukan kemampuanmengelola kelas dengan baik agar tercipta kondisi belajar yang kreatif, aktif,menyenangkan, gembiradan berbobot.Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata; pengelolaan dan kelas. Pengelolaan diambildari akar kata “kelola” yang diberi awalan “pe” dan akhiran “an” berati pengelolan adalahpengaturan dan penataan kegiatan. Kelas adalah tempat untuk memperoleh transformasiilmu pengetahuan bagi siswa yang berlangsung secara kondusif, dialogis, danmenyenangkan.Kelas diartikan juga sekelompok orang yang melakukan kegiatan bersama untukmendapatkan ilmu pengetahuan dari guru. Dengan demikian pengelolaan kelas adalahketerampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif danmengendalikan jika terjadi gangguan dalam pembelajaran. Kelas ketika dikelola secarabaik akan menimbulkan kehangatan dan antusiasme belajar peserta didik
PEMBELAJARAN TAHFIZH DI SD N 25 TALAMAU KAMPUNG BATEH SAMUIK NAGARI SINURUIK Lisdayanti; Syofrianisda; Iswandi Iswandi
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Al Karim : September 2022
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.337 KB) | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v7i2.58

Abstract

This study aims to determine the learing of tahfidz al Qur’an in SD N 25 Talamaukampung Bateh Samuik. The method used in this research is a qualitative method with casestudy and observation techniques. The results obtained in this study that learning tahfidzthe koran includes three main activities, namely planning, implementation and assessment.Learning planning is carried out before the school year begins through teacherconsultation with the school principal. The learning process includes an initial activity(introduction) which begins with greetings, prayers and repetition of memorization thathas been memorized beforehand. Than the core activity, namely the delivery of tahfidz alQur’an material by the way the teacher reads and students follow and then repeat. Andfinally the closing activity which was closed whit a small evaluation and delivery ofmaterial to be studied at the next meeting. The assessment is divided into two categories,namely daily assessment and semester assessment. The assessment menthod used inlearning the koran tahfidz with the method of tasmi and musabaqah.
PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DENGAN KARTU HURUF DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA DI MIN GUNUNG SARIK KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG Iswandi
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 6 No. II (2021): Jurnal Al Karim : September 2021
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.552 KB) | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v6iII.61

Abstract

Proses pembelajaran merupakan kegiatan yang mengandungserangkaian kegiatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balikyang berlangsung secara edukatif untuk mencapai tujuan tertentu.Oleh karena itu pembelajaran membaca perlu dilakukan denganmenggunakan media yang relevan dengan materi pembelajaran.Sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Dengandemikian, penelitian bertujuan untuk mengetahui Proses PembelajaranMembaca dengan Menggunakan Media Kartu Huruf di Kelas I MINGunung Sarik Kecamatan Kuranji, Motivasi Anak dalam Belajardengan Menggunakan Media Kartu Huruf di Kelas I MIN GunungSarik Kecamatan Kuranji, dan Kendala dalam Penggunaan MediaKartu Huruf dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Siswa diKelas I MIN Gunung Sarik Kecamatan Kuranji.Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah field researchatau penelitian lapangan. Penulis menggunakan metode deskriptifkualitatif. Penelitian ini dilakukan di Kelas I MIN Gunung SarikKecamatan Kuranji Kota Padang. Sumber data dalam penelitian initerdapat dua macam, yaitu sumber data primer dan sumber datasekunder. Sumber data primer adalah kepada sekolah, guru dan muriddi MIN Gunung Sarik Kecamatan Kuranji. Sedangkan sumber datasekunder adalah catatan, buku pedoman, guru dan orangtua murid.Sedangkan teknik pengolahan data dilakukan dengan seleksi data,klasifikasi dan analisa data, dan penarikan kesimpulan.
PELAKSANAAN PENDIDIKAN ISLAM MASA COVID-19 M. Ridho Al-Faraby; Nisaus Sakiah; Yulia Safitri; Marisa Marina; Yulda Dina Septiana; Iswandi
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Al Karim : Maret 2021
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.829 KB) | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v6i1.75

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan penting bagi setiap manusia, cara maupun pemerintah pada era reformasi ini. Problematika pendidikan merupakan sesuatu yang kompleks. Persoalan pendidikan selalu saja ada selama peradaban dan kehidupan manusia sendiri itu ada. Masalah pendidikan di indonesia terjadi karena tidak merata nya pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan. Selain itu kurangnya kesadaran orang tua terhadap pendidikan itu sendiri. Pemerintah sebaiknya membenahi sistem pendidikan di indonesia. Mulai dari pemerataan guru, sarana dan prasarana,lembaga pendidikan yang berkualitas tinggal di daerah terpencil dan teknologi yang dapat dirasakan semua lapisan masyarakat.Pendidikan agama islam pada masa pandemi covid -19 sangat beragam, sedangkan analisis keberagaman belum banyak yang meneliti. Analisis dari kajian pendidikan agama islam menunjukkan terdapat seragam perspektif yang digunakan oleh para peneliti diantaranya yang paling banyak menjadi fokusnya adalah mengenai media methodist kesiapan sarana dan prasarana serta kebijakan pendidikan yang mendukung proses pembelajaran jarak jauh. Sehingga seluruh kajian yang membahas mengenai pembelajaran jarak jauh dapat merekomendasikan para guru untuk meningkatkan kreativitas nya dalam menguasai perangkat pembelajaran yang berbasis teknologi.
PENGARUH QUALITY OF WORK LIFE GURU DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DI SMKN KABUPATEN BANDUNG Iswandi; Rifqi Abdul Adzim
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Al Karim : Maret 2021
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.436 KB) | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v6i1.76

Abstract

Tujuan penelitian ini secara umum untuk menganalisis dan mengetahui Quality Of Work life guru dan Budaya Sekolah Serta Pengaruhnya Terhadap Kinerja Guru di SMK Negeri Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, dan studi dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan aplikasi SPSS Versi 20. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Terdapat pengaruh yang positif secara parsial antara variabel (X1) dengan variabel (Y) sebesar 89,6%. Adapun pengaruh antara variabel (X2) dengan vaiabel (Y) sebesar 78,7 dan variabel (X1) dan variabel (X2) memberikan pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel (Y) sebesar 92,2%. Sedangkan sisanya 7,8 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.