Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERANAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) TERHADAP MANAJEMEN USAHA PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN DI KELURAHAN MOSSO KECAMATAN SENDANA KABUPATEN MAJENE Hamsiah; Muh Sabir Laba; Jumriani Dambe
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 2 No 1 (2022): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.754 KB) | DOI: 10.59903/ebussiness.v2i1.26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui peranan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terhadap manajemen pengolahan hasil perikanan Di Kelurahan Mosso Kecamatan Sendana Kabupaten Majene.. Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Propinsi Sulawesi Barat. Penelitian dilakukan pada Bulan Juni 2018 hingga Agustus 2018 dengan memenuhi persyaratan dan prosedur yang telah ditentukan. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder yang diperoleh menggunakan metode wawancara, kuisioner, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Jenis data yaitu data kuantitatif yang berupa angka. Populasi dalam penelitian ini adalah para pelaku usaha yang bergerak dalam bidang pengolahan dan pemasaran hasil perikanan yang berada di Kecamatan Sendana. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 20 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (Sample random sampling). Jadi sampel yang akan diambil pada penelitian ini sebanyak 5 orang dari para pelaku usaha pengolahan hasil perikanan di Kelurahan Mosso Kecamatan Sendana Kabupaten Majene Analisis data dalam penelitian menggunakan analisis SWOT. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikassi faktor-faktor internal dan eksternal (peluang dan ancaman) dan internal (kekuatan dan kelemahan). Rangkuti (2000).Analisis ini dilakukan untuk melihat kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman. Proses yang harus dilakukan dalam analisis SWOT agar keputusan yang diperoleh lebih tepat maka perlu melalui tahapan pengumpulan data, analisis, pengambilan keputusan ; Matriks IFAS & Matriks EFAS. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah mengurangi pengangguran serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat terutama dalam bidang pengolahan atau sektor perikanan, memberdayakan masyarakat setempat terutama kaum perempuan, membantu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.
MANAJEMEN PENGELOLAAN AGROSISTEM DATARAN TINGGI DI DESA BISSOLORO KECAMATAN BUNGAYA KABUPATEN GOWA Hamsiah; Ansyar; Jumriani Dambe
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 2 No 2 (2022): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.517 KB) | DOI: 10.59903/ebussiness.v2i2.36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganilisi sistem pertanian, jenis-jenis tanaman yang dibudidayakan serta manajemen pengelolaan lahan yang dilakukan petani di desa Bissoloro. Desa Bissoloro Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa. Penelititan ini ini dilaksanakan selama 3 bulan dimulai pada April hingga Juni 2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dalam bentuk studi kasus. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dalam bentuk data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari FGD (Focus Group Discussion), kuesioner, observasi, dan wawancara. Data sekunder diperoleh dan diolah berdasarkan statistik dari kantor desa. Teknik penentuan responden pada penelitian ini menggunakan teknik pengambilan contoh secara sengaja (purposive sampling), maka melalui metode tersebut penulis secara langsung memilih sendiri pihak-pihak yang menjadi responden. Pihak responden pada penelitian ini adalah petani yang ada di Desa Bissoloro. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Desa Bissoloro Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa dapat disimpulkan bahwa masih terdapat beberapa kekurangan dalam pengolahan lahan yaitu penggunaan bahan kimia yang masih tinggi, pengolahan tata guna lahan pada tingkat 45 derajat yang masih kurang efektif,pola tanam masyarakat yang tidak serentak, kurangnya penampungan air.
Kebijakan HET (Harga Eceran Tertinggi) dan Pengaruhnya Terhadap Harga Beras di Sulawesi Selatan Jumriani Dambe; Hamsiah
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 3 No 1 (2023): Jurnal e-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v3i1.66

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengukur dampak HET terhadap volatilitas harga beras, menggunakan deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian memiliki pengaruh terhadap volatilitas harga beras di Sulawesi-Selatan. Sebelum kebijakan HET di terapkan, terjadi Peningkatan sebesar 1 gram pada volume beras keluar akan menurunkan volalitas harga beras sebesar 0.899 rupiah
Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Paberre Jokka-Jokka di Kecamatan Pitu Riawa Kabupaten Sidenreng Rappang Hamsiah; Indah Ramayani; Nining Diah Andayani
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 5 No 1 (2025): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v5i1.198

Abstract

Penanganan pascapanen padi sangat mempengaruhi kualitas dan kuantitas beras yang dihasilkan. Salah satu aspek penting dalam proses ini adalah penggilingan padi, yang berperan langsung pada hasil akhir beras. Kabupaten Sidenreng Rappang memiliki 358 unit penggilingan padi yang terbagi dalam berbagai kategori, seperti Penggilingan Padi Besar (PPB), Penggilingan Padi Sedang (PPS), Penggilingan Padi Kecil (PPK), dan Rice Milling Unit (RMU). Untuk menekan kehilangan hasil, perlu dilakukan perbaikan dalam pengelolaan proses pemanenan, perontokan, dan penggilingan. Selain itu, kualitas gabah, teknik pengeringan, dan pengelolaan sumber daya manusia turut memengaruhi hasil penggilingan. Sebagian besar penggilingan padi di wilayah ini beroperasi secara musiman, yang kadang menyulitkan petani dalam menggiling hasil panen mereka. Menanggapi kebutuhan ini, pada tahun 2007, muncul inovasi penggilingan padi keliling, Paberre Jokka-Jokka, yang dapat beroperasi setiap hari dan memberikan keuntungan tambahan berupa dedak dan sekam yang bermanfaat bagi petani. Usaha ini berkembang pesat, dengan banyak petani di Kecamatan Pitu Riawa memilihnya sebagai alternatif penggilingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif untuk mengevaluasi pendapatan dan kelayakan usaha Paberre Jokka-Jokka. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung terhadap pemilik usaha serta petani pengguna jasa penggilingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata pengusaha Paberre Jokka-Jokka adalah Rp 10.122.860 per unit per bulan, dengan rasio R/C 2,31, yang mengindikasikan bahwa usaha ini layak dan menguntungkan. Pendapatan pengusaha relatif stabil, terutama pada musim kemarau, karena Paberre Jokka-Jokka beroperasi lintas kecamatan.