Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Tingkat Adopsi TeknologiĀ  Pengolahan Kulit Kakao Menjadi Kompos di Desa Tammerodo Utara Kecamatan Tammerodo Sendana Kabupaten Majene Halbi; Andayani, Nining Diah; Sari, Henny Puspita
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2025)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/957ssy11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi petani kakao terhadap teknologi pengolahan kulit kakao menjadi pupuk kompos di Desa Tammerodo Utara Kecamatan Sendana Kabupaten Majene. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan April 2024. Penelitian ini di kategorikan sebagai deskriktif kuantitatif dengan sampael 30 responden yang merupakan petani kakao di Desa Tammerodo Utara Kecamatan Tammerodo Sendana Kabupaten Majene. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data primer, wawancara dan kusioner serta data sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengolahan kulit kakao di Desa Tammerodo Utara Kecamatan Tammerodo Sendana Kabupaten Majene. Terdapat banyak petani yang telah berhasil menggunakan adopsi pengolahan kulit kakao menjadi pupuk.
Pengaruh Penerapan Sistem Agribisnis pada Program Pertanian Hortikultura Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani di Desa Sumberjo Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar Nining Diah; Muhammad Siri Dangnga; Andi Adam Malik
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 4 No 1 (2024): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v4i1.98

Abstract

Agribisnis hortikultura pada tingkat petani di Kecamatan Wonomulyo khususnya di Desa Sumberjo berdasarkan campur tangan dari pihak luar dibedakan menjadi agribisnis hortikultura dengan pendampingan tenaga ahli dari Dinas Pertanian dan agribisnis hortikultura secara mandiri. Dari dua kelompok tersebut berakibat terhadap tingkat sistem agribisnis yang diterapkan, baik dalam hal subsistem agribisnis hulu/sarana produksi, usahatani/ budidaya, penanganan dan pengolahan pasca panen maupun pemasaran. Agribisnis hortikultura dengan pendampingan ahli diduga lebih intensif dibandingkan dengan agribisnis hortikultura secara mandiri, sehingga pada gilirannya akan berpengaruh terhadap pendapatan petani. Permasalahan utama yang ditemui di lapangan, petani hortikultura dalam mengembangkan usaha taninya tidak memperhatikan kualitas maupun kontinuitas yang diharapkan konsumen maupun pasar. Kondisi ini terjadi karena lemahnya sumber daya manusia dalam mengakses sistem agribisnis secara terpadu hal ini yang menjadi tujuan dari peneliti . Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Deskriptif kualitatif dengan pendekatan melalui survei serta analisis pendapatan, serta analisis regresi linear berganda untuk menganalisis pengaruh sistem agribisnis terhadap pendapatan petani hortikultura. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa mekanisme pendampingan dan pemberdayaan petani hortikultura telah dilaksanakan dengan baik, namun subsistem pemasaran masih belum efisien. Pendapatan rata-rata petani hortikultura yang mendapatkan pendampingan lebih tinggi daripada yang tidak mendapatkan pendampingan. Penerapan sistem agribisnis hortikultura berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani, namun subsistem pemasaran tidak berpengaruh signifikan.
Improving Charcoal Briquette Production At Cv Hikmah Surabaya Arang, Parappe Village: A Technological Approach Using Briquette Molding Machines Jasman, Dzulkifli; Andayani, Nining Diah; Rahman, Adiputra
Jurnal Economic Resource Vol. 8 No. 1 (2025): March-August
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/jer.v8i1.1732

Abstract

This study aims to analyze the charcoal briquette production system at CV Hikmah Surabaya Arang, located in Parappe Village, Campalagian Sub-district, Polewali Mandar Regency. The main focus of the research is the application of continuous screw molding machine technology to improve production efficiency. The background of this study reflects the urgent need for environmentally friendly alternative energy, as well as efficiency challenges faced by small enterprises based on biomass waste. A descriptive qualitative approach was employed, using data collection techniques such as field observations, in-depth interviews, and documentation. The results indicate that the use of the briquette molding machine contributed to a daily productivity increase of up to 50%, reduced working time, and ensured product consistency. In addition, there were positive social impacts, including increased income, redistribution of work tasks, and growing technological awareness among business actors. Identified constraints include limited drying infrastructure during the rainy season, lack of technical training, and fluctuations in raw material availability. Therefore, technology adoption must be accompanied by human resource capacity building, improvement of production facilities, and collaboration with external partners. The findings of this study are expected to serve as a reference for the development of more adaptive and sustainable local charcoal briquette enterprises.
A Study On The Income Levels Of Patchouli Farmers In Taramanu Tua Village, Tutar District, Polewali Mandar Regency Mahmud , Mahmud; Andayani, Nining Diah; Rahman, Adiputra
Jurnal Economic Resource Vol. 8 No. 1 (2025): March-August
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/jer.v8i1.1734

Abstract

This study aims to analyze the income earned by patchouli farmers in Taramanu Tua Village and to identify the factors that influence their earnings. A qualitative approach was employed using observational methods, with data collected through in-depth interviews with patchouli farmers in the village. A total of 20 patchouli farmers participated as respondents. The findings indicate that the income of patchouli farmers is influenced by several key factors, including land area, fluctuations in patchouli oil selling prices, and high production costs, which encompass plant maintenance, fertilizer purchases, and labor expenses. Although patchouli farming holds considerable potential, price volatility remains a major challenge affecting income stability. Furthermore, the limited land area owned by most farmers restricts their ability to significantly increase production. Therefore, this study recommends several strategies, such as market diversification, improved cost-efficiency in production, and the adoption of more advanced agricultural technologies, in order to enhance the welfare of farmers in Taramanu Tua Village.
Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Paberre Jokka-Jokka di Kecamatan Pitu Riawa Kabupaten Sidenreng Rappang Hamsiah; Indah Ramayani; Nining Diah Andayani
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 5 No 1 (2025): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v5i1.198

Abstract

Penanganan pascapanen padi sangat mempengaruhi kualitas dan kuantitas beras yang dihasilkan. Salah satu aspek penting dalam proses ini adalah penggilingan padi, yang berperan langsung pada hasil akhir beras. Kabupaten Sidenreng Rappang memiliki 358 unit penggilingan padi yang terbagi dalam berbagai kategori, seperti Penggilingan Padi Besar (PPB), Penggilingan Padi Sedang (PPS), Penggilingan Padi Kecil (PPK), dan Rice Milling Unit (RMU). Untuk menekan kehilangan hasil, perlu dilakukan perbaikan dalam pengelolaan proses pemanenan, perontokan, dan penggilingan. Selain itu, kualitas gabah, teknik pengeringan, dan pengelolaan sumber daya manusia turut memengaruhi hasil penggilingan. Sebagian besar penggilingan padi di wilayah ini beroperasi secara musiman, yang kadang menyulitkan petani dalam menggiling hasil panen mereka. Menanggapi kebutuhan ini, pada tahun 2007, muncul inovasi penggilingan padi keliling, Paberre Jokka-Jokka, yang dapat beroperasi setiap hari dan memberikan keuntungan tambahan berupa dedak dan sekam yang bermanfaat bagi petani. Usaha ini berkembang pesat, dengan banyak petani di Kecamatan Pitu Riawa memilihnya sebagai alternatif penggilingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif untuk mengevaluasi pendapatan dan kelayakan usaha Paberre Jokka-Jokka. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung terhadap pemilik usaha serta petani pengguna jasa penggilingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata pengusaha Paberre Jokka-Jokka adalah Rp 10.122.860 per unit per bulan, dengan rasio R/C 2,31, yang mengindikasikan bahwa usaha ini layak dan menguntungkan. Pendapatan pengusaha relatif stabil, terutama pada musim kemarau, karena Paberre Jokka-Jokka beroperasi lintas kecamatan.
Marketing Strategy for Coconut Brown Sugar to Improve Community Welfare in Pasiang Village: JEL Classification: Q13, M31, Q12, I31, O18 Peri Peri; Nining Diah Andayani; Halbi Halbi
Journal of Management and Administration Provision Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Management and Administration Provision
Publisher : Pusat Studi Pembangunan dan Pemberdayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55885/jmap.v6i3.1095

Abstract

This study examines the marketing strategies of coconut brown sugar and their implications for the welfare of artisans in Pasiang Village, Matakali District, Polewali Mandar Regency. The study employed a descriptive qualitative approach using a case study. The research location was purposively selected, with 36 informants consisting of producers, collectors, suppliers, retailers, and consumers. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation and analyzed using the Miles and Huberman model. Marketing strategies were formulated through SWOT analysis using IFAS and EFAS matrices. The results show that coconut brown sugar marketing remains traditional and involves three marketing channels with several marketing institutions. The Producer-Supplier-Retailer-Consumer channel is the most efficient because it provides producers with a higher selling price than other channels. The SWOT analysis produced an IFAS score of 2.82 and an EFAS score of 2.62, placing the business in Quadrant I and indicating an aggressive growth strategy. Recommended strategies include improving product quality, expanding market share, utilizing digital marketing, developing efficient distribution channels, and strengthening producer institutions. These strategies can enhance product competitiveness, expand market access, increase artisan income, and ultimately improve the welfare of coconut brown sugar artisans in Pasiang Village.
Persepsi dan Kendala Petani Kakao terhadap Praktik Fermentasi Biji Kakao di Desa Samasundu Muthia Natasya Kautsar; Sainab Sainab; Nining Diah Andayani
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.455

Abstract

Fermentasi biji kakao merupakan tahap penting dalam pembentukan mutu, tetapi penerapannya di tingkat petani tidak selalu mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP). Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi, pengalaman, dan kendala petani terhadap praktik fermentasi kakao di Desa Samasundu, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan orientasi eksploratif. Data utama diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 10 petani kakao, observasi lapangan, dan dokumentasi; wawancara dengan pedagang pengumpul dan penyuluh pertanian digunakan sebagai triangulasi sumber. Data dianalisis secara tematik mengikuti alur reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa informan petani memandang fermentasi penting bagi mutu biji kakao, tetapi penerapan SOP dibatasi oleh kebutuhan likuiditas, keterbatasan sarana, akses informasi harga yang rendah, minimnya pendampingan, serta ketergantungan pada pedagang pengumpul. Penggunaan karung sebagai wadah fermentasi mencerminkan persistensi praktik lokal yang dianggap lebih praktis dalam kondisi sumber daya terbatas. Temuan ini bersifat kontekstual pada informan yang diwawancarai dan menunjukkan perlunya dukungan sarana, pendampingan berkelanjutan, akses informasi pasar, dan mekanisme insentif mutu yang lebih jelas.