Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Surface deformation and its implications for land degradation after the 2021 Flores earthquake (M7.4) using differential interferometry synthetic aperture radar Purba, Joshua; Harisma, Harisma; Priadi, Ramadhan; Amelia, Rosa; Dwilyantari, Anak Agung Istri; Jaya, Laode Muhammad Golok; Restele, La Ode; Putra, I Made Wahyu Gana
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2024.121.6819

Abstract

On December 14, 2021, an earthquake with a magnitude of 7.4 originated from the Flores Sea, impacting Kalaotoa Island in Indonesia, resulting in significant structural damage. Macroseismic observations at the site classified that there were 120 buildings slightly damaged, 108 buildings moderately damaged, and 201 buildings heavily damaged. The shakemap shows that Kalaotoa Island experienced VI-VII MMI shaking. The results of the field survey showed many indications of subsidence as many fractures were found in Kalaotoa Island. This study employed Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar (DInSAR) to quantify land subsidence and uplift in Kalaotoa Island before and after the earthquake. Sentinel-1A satellite radar data from December 2 and December 14, 2021, were analyzed. The results revealed subsidence of up to 12 cm in Garaupa Raya Village and uplift of up to ±10 cm in Lembang Mate’ne Village. Approximately 50.50% of Kalaotoa Island experienced subsidence (39.4 km²), primarily in Garaupa Village (18.85 km²), while 49.02% of the island experienced uplift (38.2 km²), mostly in Lembang Mate’ne Village (19.03 km²). This spatial analysis underscores the efficacy of DInSAR in detecting and mapping surface deformation, offering critical insights for earthquake preparedness, mitigation efforts for impacted landscape topography, stability soils, structure of ecosystems, and infrastructure resilience.
Inventarisasi Keragaman Geologi Daerah Mawasangka Timur, Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara Hasria, Hasria; Hamid, Fanul; Okto, Ali; Muliddin, Muliddin; Masri, Masri; Arisona, Arisona; Harisma, Harisma; Ngkoimani, La Ode; Sawaludin, Sawaludin; Salihin, La Ode Muhammad Iradat
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 26 No. 3 (2025): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v26i3.852

Abstract

Fenomena geologi yang berhubungan dengan aspek bentang alam di daerah Mawasangka Timur, Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara mempunyai fitur yang beragam dan secara umum disusun oleh satuan batugamping Formasi Wapulaka yang berumur Pleistosen. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi potensi keragaman geologi (geodiversity) yang mendasarkan pada aspek bentang alam karst dan pantai. Fitur keragaman geologi di kawasan karst mencakup baik gejala endokarst seperti gua dan ragam jenis hiasan gua di dalamnya maupun gejala exokarst seperti bukit pepino, dolina, dan akumulasi air di lekuk dolina yang membentuk danau. Di kawasan pantai terjadi sedimentasi pasir putih di pantai landai yang penyebarannya membentuk spit, serta undak-pantai, stack, notches dan sea-cave. Aneka fitur fenomena geologi yang terinvetarisasi tersebut didukung oleh struktur geologi. Metode penelitian yang digunakan adalah melakukan inventarisasi melalui pemetaan keragaman geologi, yaitu berupa pengambilan data lapangan meliputi, litologi, geomorfologi, dan struktur geologi, yang dilengkapi informasi titik koordinat lokasi dan potret). Keragaman geologi tersebut tersebar di seluruh wilayah penelitian, terutama di bagian selatan dan timur.   Kata Kunci: Keragaman geologi, Wapulaka, karst, dolina, gua, Mawasangka Timur.     Abstract- Geological phenomena related to landscape aspects in the East Mawasangka area, Central Buton Regency, Southeast Sulawesi Province have diverse features, which mainly composed of limestones unit of the Pleistocene Wapulaka Formation. This study aims to inventory the potential of geological diversity based on aspects of karst and coastal landscapes. Features of geological diversity in karstic areas include both endokarst phenomena such as caves and various types of cave decoration as well as exokarst phenomena such as pepino hills, doline, and water accumulation in doline depression that form lakes. In the coastal area, white sand sedimentation occurs on sloping beaches that spread to form spits, as well as coastal terraces, stacks, notches, and sea caves. The various features of the inventoried geological phenomena are supported by geological structures. The research method used was to conduct an inventory through geological diversity mapping, in the form of field data collection (lithology, geomorphology, geological structure, location coordinates, and portraits). The geological diversity is spread throughout the study area, especially in the south and east.   Keywords: Geodiversity, Wapulaka, karst, doline, cave, East Mawasangka.
PENGEMBANGAN JALUR GEOWISATA AIR TERJUN ULUNESE BERBASIS KARAKTERISTIK GEOLOGI, KECAMATAN KOLONO TIMUR, KABUPATEN KONAWE SELATAN, SULAWESI TENGGARA Masri, Masri; Harisma, Harisma; Hasria, Hasria; Okto, Ali
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2023): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v1i12.1876

Abstract

Desa Ulunese memiliki potensi geowisata air terjun yang perlu dikembangkan. Di Kawasan air terjun dijumpai sembilan geosite utama berupa morfologi air terjun bertipe undakan. Inventarisasi dan pemetaan sebaran geosite telah dilakukan sebelumnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk merekomendasikan jalur geotrek wisata air terjun berdasarkan karakteristik geologi. Jalur geotrek mempertimbangkan elevasi, kemiringan lereng, dan landskap air terjun yang dikunjungi. Jalur geotrek sepanjang 3,5 km sepanjang selatan hingga utara sungai. Jalur berupa akses kendaraan bermotor dan sebagian besar merupakan jalur pejalan kaki. Semakin ke utara, jalur menjadi lebih ekstrim. Pada jalur geotrek, juga dibuat papan informasi geologi air terjun, papan penunjuk rute, dan pembuatan sarana prasarana seperti tempat parkir, kamar ganti, dan toilet. Analisis SWOT menunjukkan perlunya perbaikan akses jalan, jembatan, dan peningkatan nilai saintifik dan edukasi seluruh geosite.
SPATIAL STUDY OF SEISMIC HAZARD USING CLASSICAL PROBABILISTIC SEISMIC HAZARD ANALYSIS (PSHA) METHOD IN THE KENDARI CITY AREA Purba, Joshua; Restele, La Ode; Hadini, La Ode; Usman, Ida; Hasria, Hasria; Harisma, Harisma
Indonesian Physical Review Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ipr.v7i3.325

Abstract

Kendari City is an area prone to earthquakes because it is in a seismic zone dominated by local faults such as the Lawanopo Fault, Kendari Fault, Buton Fault, Tolo Thrust and Matano Fault, as evidenced by significant seismic events like those in 2011 and 2022. The earthquake in 2011, with a magnitude of 6.0, struck Kolono District, South Konawe Regency, while the 2022 earthquake, registering a magnitude of 5.2, occurred in the sea approximately 5 km north of Soropia, Konawe Regency. With seismic activity such as the 2011 and 2022 earthquakes causing significant damage, understanding seismic hazards is critical. The research stage starts from Hazard Analysis using the Classical Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) method to produce a hazard map that presents the distribution of peak ground acceleration on the surface, at periods 0 seconds (PGA), SA (T= 0.2 seconds) and SA (T= 1.0 seconds) for probabilities of exceedance 10% and 2% in 50 years, respectively. Classical Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) processing uses OpenQuake Engine software. The analysis results show that the PGA value in Kendari City on the surface ranged from (0.49 - 0.68 g and 0.79 - 1.17 g), SA at T= 0.2 seconds (1.10 - 1.53 g and 1.74 - 2.09 g), and SA at T= 1 second (0.64 - 0.93 g and 1.35 - 1.91 g). This result indicates the potential for significant damage and shocks.
Strategi Pengelolaan Limbah Rumah Tangga melalui Pemilahan Sampah Terpadu: Evaluasi Program KKN Tematik di Desa Waworaha, Kecamatan Soropia, Sulawesi Tenggara Masri, Masri; Anshari, Erwin; Harisma, Harisma; Okto, Ali; Firdaus, Firdaus; Zam Mili, Marwan
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1770

Abstract

Program KKN Tematik di Desa Waworaha dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga dan pencemaran mikroplastik di kawasan pesisir. Kondisi awal menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat belum mempraktikkan pemilahan sampah, dengan banyaknya sampah yang dibakar atau dibuang langsung ke laut dan lahan kosong. Praktik ini berisiko besar terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Program ini terdiri dari tiga kegiatan utama: sosialisasi mengenai bahaya mikroplastik kepada siswa SMP untuk menumbuhkan kesadaran dini, bimbingan teknis mengenai pemilahan sampah rumah tangga untuk masyarakat dan aparat desa, serta pemasangan tempat sampah terpilah di lokasi strategis desa. Sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang dampak mikroplastik, sedangkan bimbingan teknis dilakukan untuk mengajarkan cara memilah sampah sesuai dengan kategori organik, anorganik, dan B3. Tempat sampah terpilah dipasang di lokasi-lokasi dengan tingkat aktivitas tinggi, seperti kawasan wisata dan fasilitas umum, untuk mendukung praktik pemilahan di tingkat pengguna. Evaluasi yang dilakukan melalui kuesioner dan wawancara menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan sampah dan mikroplastik. Program ini dinilai efektif, namun untuk menjaga keberlanjutan, diperlukan tindak lanjut berupa pemantauan, pelatihan lanjutan, serta penguatan kelembagaan agar pengelolaan sampah yang baik dapat terus berlanjut di Desa Waworaha.
Analysis of Content, Source and Impact of Heavy Metals in Sombori Island, Central Sulawesi, Indonesia Hasria, Hasria; Usman, Ida; Saeri, Karim; Nasaruddin; Sara Septiana; Rais, Mohammad; Harisma, Harisma; Musrajab, Silo
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 11 No. 1 (2026): JGEET Vol 11 No 01 : March (2026)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2026.11.1.23856

Abstract

A study was conducted on Sombori Island, Central Sulawesi. The purpose of this study was to determine the content of heavy metals and the origin of contamination and the impact of heavy metal contamination. Seawater samples totaling 30 stations were analyzed in the form of total suspended solids (TSS), pH, salinity and heavy metal content of hexavalent chromium (Cr6+) and nickel (Ni) using Atomic Absorption Spectrometry (AAS) analysis. The heavy metals chromium (Cr) and nickel in the sediment were analyzed using flame Atomic Absorption Spectrometry (AAS). The results of the study showed that heavy metals in seawater in the form of Ni are still safe for the marine ecosystem of the research area. However, the heavy metal Cr6+ has contaminated several marine waters stations because it has exceeded the established quality standards so that it can have a negative impact on the marine ecosystem including humans through the food chain. The content of heavy metal Cr in marine sediments has not passed the established sediment quality standards. However, for heavy metal Ni in sediment, it has exceeded the established sediment quality standards so that it has had a negative impact on the marine ecosystem that lives and feeds around/on the sediment including humans through the food chain. Sources of contamination of heavy metals in water and sediment are from the weathering of ultramafic rocks containing heavy metals, mining activities, shipping activities using fossil fuels, the use of ship paint containing heavy metals, solid waste from ships containing heavy metals and domestic waste.
EDUKASI LINGKUNGAN PESISIR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA SMKN 10 KONAWE SELATAN DALAM MITIGASI ABRASI PANTAI Saleh, Isman; Arisona, Arisona; Harisma, Harisma; Masri, Masri; Firdaus, Amritzal Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 12, No 5 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v12i5.10766

Abstract

Wilayah pesisir memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan masyarakat karena menyediakan berbagai sumber daya alam serta menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial. Namun demikian, wilayah pesisir juga rentan terhadap berbagai permasalahan lingkungan, salah satunya adalah abrasi pantai. Abrasi pantai dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, hilangnya lahan daratan, serta mengancam permukiman masyarakat di sekitar wilayah pesisir. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai mitigasi abrasi pantai melalui edukasi lingkungan pesisir di SMKN 10 Konawe Selatan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, pemutaran video edukasi, serta demonstrasi sederhana terkait perlindungan pantai. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memiliki antusiasme yang tinggi dan berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran. Penggunaan video edukasi dan kegiatan demonstrasi membantu siswa memahami dengan lebih baik mengenai penyebab, dampak, serta upaya mitigasi abrasi pantai, khususnya melalui pelestarian vegetasi mangrove. Secara umum kegiatan edukasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Diharapkan siswa dapat menjadi agen perubahan dalam upaya pelestarian lingkungan pesisir di masa yang akan datang.