Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Efektivitas Pembelajaran Flipped Classroom sebagai Solusi Pembelajaran Pasca Pandemi Covid 19 Muhammad Zuhaery; Dian Hidayati
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i6.1746

Abstract

Model pembelajaran flipped classroom memberikan pembelajaran secara daring dan luring oleh instansi pendidikan kepada murid. Model pembelajaran flipped classroom menjawab tantangan pendidikan pasca pandemi dengan menghadirkan peran wali murid dalam memantau dan membimbing murid belajar dirumah. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan informasi mengenai model pembelajaran flipped classroom sebagai solusi pembelajaran pasca pandemi. Metode yang digunakan adalah kualitatif - studi kasus. Subjek penelitian adalah kepala sekolah berjumlah 5 dan guru berjumlah 21 yang mengampu di SD Muhammadiyah se-Kapanewon Tempel, Sleman, DIY. Subjek ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Prosedur penelitian menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Teknik analisis data menggunakan bantuan software oleh data atlas.ti versi 8.3. Hasil penelitian ini adalah model pembelajaran flipped classroom sebagai solusi pembelajaran pasca pandemi memiliki berbagai faktor yaitu pendidikan pasca pandemi; kepemimpinan pendidikan pasca pandemi; model pembelajaran flipped classroom; komponen kognitif; dan komponen afeksi. Implikasi dari penelitian ini yaitu membuka ranah ilmu secara ilmiah terkait penerapan model pembelajaran flipped classroom dalam menjawab tantangan penyelenggaraan pendidikan pasca pandemi.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DI MTS MUHAMMADIYAH 20 NATAL Walidatul 'Ulya; Muhammad Zuhaery; Suyatno Suyatno
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Regular Issue (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i2.1910

Abstract

The principal plays a crucial role in promoting quality learning, not only through administrative duties but also through leadership and mentoring of the school community. This study aims to examine the role of the principal in improving the quality of learning at MTs Muhammadiyah 20 Natal. This research employed a qualitative approach with a case study design. The informants consisted of the principal, teachers, and students selected through purposive sampling. Data were collected through observation and in-depth interviews, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the principal performs six main roles: manager, administrator, supervisor, educator, leader, and motivator. The principal is able to manage learning resources adaptively, ensure orderly administration, conduct continuous supervision, and encourage active and meaningful learning despite limited facilities and infrastructure. In addition, the principal provides role models and motivation to teachers and students, which has an impact on improving teaching quality and student learning motivation. These findings indicate that comprehensive and adaptive leadership contributes significantly to improving the quality of learning.
PERAN KEPALA SEKOLAH DAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN DIGITAL DI SMA MUHAMMADIYAH TOBOALI MENJADI GENERASI UNGGUL INDONESIA 2045 Desi Ari Desi; Suyatno Suyatno; Muhammad Zuhaery
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 11 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jkps.v11i1.951

Abstract

Digital transformation in education is a crucial element in improving the quality of learning and preparing students for global competition. This study aims to examine the roles of principals and teachers in implementing digital leadership, implementing educational digitalization, and assessing students' digital literacy skills amidst technological developments at Muhammadiyah Toboali Senior High School. This study used a qualitative approach with a case study method, with data collection techniques through in-depth interviews, direct observation, and documentation analysis with the principal, teachers, and students. The results show that the principal acts as a transformational leader who strives to direct and motivate all school members to adopt technology in the learning process. Teachers function as active facilitators in developing students' digital literacy through the use of various technology-based learning platforms and media. The implementation of educational digitalization in schools is evident through the development of a technology-integrated curriculum, the implementation of a digital school administration system, and the use of technological devices in teaching and learning activities. Students' digital skills have significantly improved, particularly in critical thinking skills, creativity, and adaptability to technological developments.
STRATEGI GURU UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SD DENGAN KEBUTUHAN KHUSUS : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Purwanti Purwanti; Enung Hasanah; Muhammad Zuhaery
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 11 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jkps.v11i1.1579

Abstract

Objektif: Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi guru dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa berkebutuhan khusus di sekolah dasar inklusif. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020. Penelusuran artikel dilakukan melalui basis data Scopus dengan rentang publikasi 2017–2025. Sebanyak 12 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara tematik. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa kemandirian belajar siswa berkebutuhan khusus didukung melalui pembelajaran aktif dan terstruktur, penyesuaian tugas, scaffolding, dukungan teman sebaya, serta pemanfaatan teknologi bantu. Penerapan prinsip Universal Design for Learning (UDL) dan penataan lingkungan belajar yang aksesibel turut memperkuat kemampuan siswa untuk belajar secara lebih mandiri. Kolaborasi antara guru, orang tua, dan tenaga pendukung juga berperan penting. Kebaruan: Studi ini menyajikan sintesis ringkas dan terintegrasi mengenai strategi guru dalam menumbuhkan kemandirian belajar siswa berkebutuhan khusus di sekolah dasar inklusif. Kata kunci: pendidikan inklusif, kemandirian belajar, siswa berkebutuhan khusus, strategi guru dan sekolah dasar
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DI MTS MUHAMMADIYAH 20 NATAL Walidatul 'Ulya; Muhammad Zuhaery; Suyatno Suyatno
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i2.1910

Abstract

The principal plays a crucial role in promoting quality learning, not only through administrative duties but also through leadership and mentoring of the school community. This study aims to examine the role of the principal in improving the quality of learning at MTs Muhammadiyah 20 Natal. This research employed a qualitative approach with a case study design. The informants consisted of the principal, teachers, and students selected through purposive sampling. Data were collected through observation and in-depth interviews, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the principal performs six main roles: manager, administrator, supervisor, educator, leader, and motivator. The principal is able to manage learning resources adaptively, ensure orderly administration, conduct continuous supervision, and encourage active and meaningful learning despite limited facilities and infrastructure. In addition, the principal provides role models and motivation to teachers and students, which has an impact on improving teaching quality and student learning motivation. These findings indicate that comprehensive and adaptive leadership contributes significantly to improving the quality of learning.
Membangun Budaya Kemandirian di Sekolah Berasrama Siti Allifah Jaoharoh; Muhammad Zuhaery; Enung Hasanah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 9 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i9.8526

Abstract

Kemandirian merupakan salah satu dari delapan dimensi profil lulusan dalam sistem pendidikan nasional Indonesia yang menjadi kunci dalam membentuk generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman dengan percaya diri dan bertanggung jawab. Namun, realitas di lapangan menunjukkan sebagian sekolah berasrama justru menciptakan ketergantungan tinggi siswa terhadap pengawasan pengasuh, sehingga siswa menjadi pasif dan tidak mampu mengambil keputusan mandiri. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi efektif dalam membangun budaya kemandirian siswa di sekolah berasrama. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMP Muhammadiyah 9 Gemuh (MBS), melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengidentifikasi lima strategi utama: habituasi terstruktur, program life skills terpadu, sistem pengawasan bertingkat, pendampingan individual, dan pengembangan kepemimpinan, masing – masing komponen strategis tersebut saling bersinergis menciptakan pendekatan komprehensif. Urgensi penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi institusi pendidikan sekolah berasrama dalam mengembangkan budaya kemandirian siswa melalui pendekatan sistematis dan terintegrasi untuk menghasilkan lulusan yang mandiri, berkarakter kuat, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan yang menuntut kemandirian tinggi.
Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah Dalam Membangun Budaya Sekolah Adiwiyata Pada Sekolah Baru Aris Broto; Muhammad Zuhaery; Dian Hidayati
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1388

Abstract

This study employed a qualitative approach using a case study design at SMP Negeri 28 Balikpapan. The participants consisted of three informants, including one principal and two teachers, who were selected through purposive sampling based on their involvement in the implementation of the Adiwiyata School program. Data were collected through in-depth interviews and observations and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings identified three major dimensions of instructional leadership in fostering an Adiwiyata School culture: the management of environment-based learning programs, the development of a supportive school climate, and the transformation of school culture through the strengthening of vision, role modeling, habituation, and active participation of all school members. These three dimensions functioned in an integrated manner to internalize environmental values and develop them into a sustainable school culture. The study demonstrates that, within the context of a newly established school, instructional leadership not only enhances the quality of teaching and learning but also serves as an integrative mechanism that aligns the school's vision, instructional management, and school climate to cultivate a sustainable Adiwiyata School culture.