Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL SEBAGAI BENTUK KOMUNIKASI PADA PELANGGAN DI YAYASAN RUMAH BINAR BANGSA Ricky Widyananda Putra; Dhika Purnama Putra; Elizabeth Elizabeth; Luthfiyana Viska Candra
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.2081-2086

Abstract

Dalam menerapkan pendekatan desain komunikasi visual pada suatu produk atau karya diperlukan pengenalan unsur-unsur desain didalamnya. Sehingga menjadikan desain komunikasi visual sebagai bentuk media alternatif dalam penyampaian informasi, sehingga melahirkan makna pada pelanggan dan menghadirkan pemahaman informasi pada khalayak. Dengan beberapa landasan ini maka kami melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan konsep pelatihan desain komunikasi visual sebagai bentuk komunikasi pada pelanggan di yayasan rumah binar bangsa. Adapun subjek pengabdian masyarakat ini adalah para siswa di Yayasan Rumah Binar Bangsa, Jl. Sumatra 1A RT03 /RW010, Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan 15414, Banten. Target yang ingin dicapai oleh program pengabdian masyarakat ini adalah agar peserta didik dapat memiliki meningkatkan kemampuan dalam memproduksi pesan informasi kepada khalayak dengan menerapkan pendekatan desain komunikasi visual sehingga dapat dipahami oleh para individu yang melihatnya.
PELATIHAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL SEBAGAI BENTUK KOMUNIKASI PADA PELANGGAN DI YAYASAN RUMAH BINAR BANGSA Ricky Widyananda Putra; Dhika Purnama Putra; Elizabeth Elizabeth; Luthfiyana Viska Candra
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.2081-2086

Abstract

Dalam menerapkan pendekatan desain komunikasi visual pada suatu produk atau karya diperlukan pengenalan unsur-unsur desain didalamnya. Sehingga menjadikan desain komunikasi visual sebagai bentuk media alternatif dalam penyampaian informasi, sehingga melahirkan makna pada pelanggan dan menghadirkan pemahaman informasi pada khalayak. Dengan beberapa landasan ini maka kami melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan konsep pelatihan desain komunikasi visual sebagai bentuk komunikasi pada pelanggan di yayasan rumah binar bangsa. Adapun subjek pengabdian masyarakat ini adalah para siswa di Yayasan Rumah Binar Bangsa, Jl. Sumatra 1A RT03 /RW010, Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan 15414, Banten. Target yang ingin dicapai oleh program pengabdian masyarakat ini adalah agar peserta didik dapat memiliki meningkatkan kemampuan dalam memproduksi pesan informasi kepada khalayak dengan menerapkan pendekatan desain komunikasi visual sehingga dapat dipahami oleh para individu yang melihatnya.
Pelatihan daur ulang limbah botol plastik HDPE untuk meningkatkan keterampilan siswa PKBM Binar Dewi Pugersari; Dhika Purnama Putra; Elizabeth Elizabeth
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Mei(Article in Progress)
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i2.3166

Abstract

Botol plastik sekali pakai, khususnya yang berbahan High-Density Polyethylene (HDPE), kini menjadi bagian dari keseharian kita, namun juga secara signifikan menyumbang permasalahan lingkungan. Padahal, jika dikelola dengan cara yang tepat dan kreatif, limbah ini sebenarnya memiliki potensi untuk diubah menjadi produk yang fungsional dan bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan keterampilan daur ulang plastik HDPE kepada siswa-siswi PKBM Binar di Tangerang Selatan. Mitra pengabdian menghadapi tantangan berupa keterbatasan akses terhadap sumber daya pendidikan nonformal serta minimnya pelatihan keterampilan dan kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan peserta. Kegiatan dimulai dengan survei kondisi mitra, dilanjutkan dengan perancangan alat pengepresan sederhana menggunakan setrika listrik, dan pelatihan yang dilakukan secara partisipatif melalui demonstrasi dan praktik langsung. Peserta belajar menyusun warna plastik, memanaskannya, serta membentuknya menjadi produk sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan teknologi yang sederhana ini berhasil meningkatkan keterampilan praktis peserta, yang ditunjukkan dari kemampuan peserta dalam mereplikasi proses pengepresan secara mandiri dan keberanian mengeksplorasi kombinasi warna. Selain itu, peserta juga aktif selama kegiatan ini dan menunjukkan minat untuk meneruskan praktik ini di luar sesi pelatihan. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan tidak hanya membangun kesadaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis bahan bekas yang relevan dan mudah diterapkan di lingkungan PKBM.