Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kesantunan Berbahasa dalam Tuturan Rapat Kepala Desa di Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya Yanti Susanti; Didin Sahidin; Lina Siti Nurwahidah
Kode : Jurnal Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Kode: Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v12i2.47329

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesantunan berbahasa kepala desa pada rapat rutin serta implementasinya untuk menyusun bahan ajar wacana di SMPN SATAP I Cikalong. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu mendeskripsikan dan menjelaskan hasil temuan di lapangan dan memberi solusi serta pemecahan masalah yang terdapat dalam kesantunan berbahasa Kepala Desa. Data dalam penelitian ini berupa tuturan-tuturan yang menunjukkan wujud kesantunan berbahasa kepala desa. Teknik pengumpulan data adalah teknik observasi, teknik rekam, dan teknik catat. Teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesantunan berbahasa kepala desa pada rapat rutin di Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya telah mampu menerapkan prinsip kesantunan berbahasa. Hal ini dapat dilihat dari presentasi tuturan kepala desa yang memenuhui indikator kesantunan berbahasa yaitu 58 %, tuturan santun, sedangkan tuturan tidak santun yaitu 14,45%. Dengan demikian, adanya wujud kesantunan berbahasa tersebut merupakan penanda kesantunan yang menunjukkan bahwa kepala desa cukup memperhatikan kesantunan dalam berkomunikasi.
Campur Kode dan Alih Kode pada Tuturan Guru Bahasa Indonesia Desi Sugiarti; Lina Siti Nurwahidah; Didin Sahidin; Fakry Hamdani
Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) Vol 6 No 2 (2023): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kibasp.v6i2.6057

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk campur kode dan alih kode serta faktor-faktor penyebab terjadinya peristiwa kebahasaan alih kode dan campur kode pada tuturan guru dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di MTs Al-Hikmah Cikoneng Ciamis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah yang berupa analisis terhadap peristiwa campur kode dan alih kode pada tuturan guru bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran bahasa di MTs Al-Hikmah Cikoneng Ciamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peristiwa kebahasan berupa alih kode dan campur kode yang terjadi pada tiga kali proses pembelajaran yang dilakukan oleh dua orang guru. Hal ini memberikan gambaran bahwa peristiwa campur kode sering dilakukan oleh penutur untuk menguatkan dan memperjelas maksud tuturan dan dilakukan secara spontan. Bentuk alih kode yang terjadi pada tuturan guru bahasa Indonesia di MTs Al-Hikmah Cikoneng Ciamis adalah bentuk intrakalimat, antarkalimat, dan akhir kalimat, sedangkan bentuk campur kode yang terjadi pada proses pembelajaran tersebut antara lain bentuk campur kode kata, frasa, dan klausa. Simpulan penelitian ini adalah faktor campur kode yang dapat diamati disejajarkan dengan faktor alih kode dan campur kode dengan tujuan akademis. Kata Kunci: Alih Kode, Campur Kode, Dwibahasawan, Pembelajaran Bahasa
NARASI MEDIA DAN REPRESENTASI GENDER DALAM PEMBERITAAN INARA RUSLI DI MEDIA ONLINE INDONESIA DENGAN PENDEKATAN SARA MILLS Mohammad Fikriandi Ramdhansyah; Agus Hamdani; Didin Sahidin
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 2 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/5nayw987

Abstract

News coverage regarding Inara Rusli’s nikah siri in Indonesian online media has generated public debate that is not only related to legal and moral aspects, but also touches on the issue of gender representation in media narratives. The media plays an active role in shaping meanings about women through the way events are constructed, the parties given space to speak, and the perspectives prioritized. This study aims to examine how Indonesian online media represent Inara Rusli in reporting on nikah siri and how gender power relations are built through news texts. The approach used is Sara Mills’ critical discourse analysis with a descriptive qualitative method. The research data consist of news texts from CNN Indonesia, Kapanlagi.com, Inilah.com, and Suaramerdeka.com published in January 2026 and discussing claims of nikah siri involving Inara Rusli and Insanul Fahmi. The results show that the media dominantly positions women as objects of discourse who must prove claims and be accountable for their personal relationships in the public sphere. Meanwhile, men and legal counsel are more often placed as subjects who have narrative authority and legal legitimacy. This narrative pattern shows the media’s tendency to reproduce patriarchal values through emphasis on aspects of proof, morality, and legality directed at women. The analysis also finds that the reader’s perspective is directed to doubt women’s narratives, while women’s voices are often mediated or marginalized. The conclusion of this study emphasizes that reporting on Inara Rusli’s nikah siri in Indonesian online media still shows inequality in gender representation and has not fully applied the principles of gender-sensitive journalism.  
STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KRITIK PENONTON TERHADAP FILM MERAH PUTIH: ONE FOR ALL DI PLATFORM TIKTOK Wasi Alya Rizki; Didin Sahidin; Cecep Dudung Julianto
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48998

Abstract

This study aims to describe the forms of positive and negative criticism and analyze the politeness strategies used by the audience in responding to the film "Merah Putih: One for All" on TikTok social media. The method used is descriptive qualitative with a pragmatic approach. The research data consisted of netizens' comments collected through observation and note-taking techniques, then analyzed using Brown and Levinson's politeness theory. The results showed a polarization of audience responses. Positive criticism tends to focus on ideological aspects, nationalism, and moral messages with a dominance of positive politeness strategies to build solidarity. Conversely, negative criticism dominates discussions on visual technical aspects, asset originality, and marketing, which are often conveyed using bald on record strategies and off-record strategies in the form of sarcasm and humor. This phenomenon indicates that the context of TikTok social media encourages the use of direct and entertaining language styles in conveying film criticism.
Co-design Deep Assessment sebagai Inovasi Kolaboratif untuk Tingkatkan Kompetensi Guru Bahasa Indonesia Ari Kartini; Umi Kulsum; Didin Sahidin; Selvi Nurul Hidayati; Malika Nur Utami
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/k77pcb80

Abstract

Kesulitan dalam merancang dan mengimplementasikan penilaian mendalam yang autentik dan berorientasi pada keterampilan abad ke-21 masih dialami oleh sebagian besar guru Bahasa Indonesia SMA. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru Bahasa Indonesia SMA dalam mengimplementasikan penilaian mendalam melalui model co-design yang menekankan inovasi kolaboratif antara dosen dan guru. Kegiatan melibatkan 80 guru anggota MGMP Bahasa Indonesia di Kabupaten Garut. Metode yang digunakan berupa lokakarya dan pendampingan, mencakup penguatan konsep, pengembangan instrumen, simulasi, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru merancang instrumen penilaian autentik seperti rubrik analitis, portofolio, dan proyek, yang dibuktikan dengan perbedaan hasil pre-test dan post-test. Guru juga menyatakan kepuasan tinggi terhadap pelatihan serta melaporkan pengalaman positif dalam perancangan kolaboratif. Inovasi ini membuktikan bahwa co-design penilaian mendalam dapat menjadi model berkelanjutan untuk memperkuat kompetensi guru serta menumbuhkan kemandirian dan berpikir kritis siswa.