Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Ecobrick di Lingkungan Pendidikan Sebagai Sarana Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Gendewa Tunas Rancak; Aria Dirawan
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.585

Abstract

Sampah yang bersumber dari lingkungan pendidikan harus bisa dimanfaatkan kembali dalam bentuk barang lain seperti kursi atau meja dari plastik. Pemanfaatan penggunaan kembali sampah tersebut akan dilakukan dengan teknik ecobrick. Teknik ecobrick ini merupakan pemadatan sampah plastik yang dimasukkan kedalam plastik dan dapat dimanfaatkan sebagai benda layak guna. Setelah ecobrick selesai dibuat, maka tahapan berikutnya adalah pemanfaatan ecobrick sebagai bahan layak guna lagi, selain memiliki manfaat, sampah tersebut juga tidak menjadi masalah bagi lingkungan. Sampah sebagai material sisa kegiatan manusia tentu memiliki ancaman jika keberadaannya tidak dikelola dengan baik. Sampah yang dihasilkan dari kegiatan pendidikan di lingkungan yayasan pendidikan Tanfaul Anfaniyah yang mendominasi yaitu sampah plastik yang bersumber dari sisa bungkus makanan ringan atau jajanan ringan. Sampah yang dihasilkan tersebut kemudian dibakar dan tidak dikelola dengan baik sehingga sampah tersebut menjadi masalah baru bagi lingkungan. Pengabdian pengelolaan sampah dengan metode ecobrick yang telah dilakukan ini dapat membangun kesadaran siswa siswi di lingkungan yayasan pendidikan Tanfaul Ananiyah sehingga sampah yang dikelola dengan baik memiliki manfaat yang berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan. Pose santri sasaran sosialisasi memiliki minat dan keinginan yang kuat untuk mendalami pengelolaan sampah dengan metode ecobrick, hal tersebut terlihat ketika para narasumber memberikan materi pelatihan dan ditindaklanjuti dengan diskusi-diskusi. Hasil olahan pelatihan pembuatan ecobrick ini secara umum memiliki 2 manfaat, yaitu (1). Manfaat bagi lingkungan yaitu sampah anorganik tidak lagi dikelola dan dimusnahkan dengan cara dibakar, melainkan sampah anorganik akan dibuat menjadi ecobrick, (2). Manfaat bagi siswa/yayasan yaitu sisa kegiatan dari aktivitas pembelajaran baik oleh siswa maupun guru berupa sampah organic akan bisa menghasilkan keuntungan jika ecobrick dibuat masal dan dijual belikan.
Peningkatan Pemahaman dan Penerapan Biopori Sebagai Solusi Genangan Air di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama NTB Taufikul Hadi; L. Auliya Akraboe Littaqwa; Gendewa Tunas Rancak; Fitri Syilvia Hatifah
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v5i1.968

Abstract

Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB mengalami permasalahan genangan air akibat penyempitan lahan terbuka hijau yang berfungsi sebagai daerah resapan. Dengan jumlah mahasiswa sekitar 4000 orang dan luas lahan terbuka kurang dari seperempat total lahan kampus seluas 4 hektar, pembangunan gedung telah mengurangi kemampuan tanah dalam menyerap air hujan, menyebabkan genangan di berbagai area kampus. Untuk mengatasi masalah ini, UNU NTB melakukan program pengabdian masyarakat melalui penyuluhan dan pelatihan pembuatan biopori bagi civitas kampus, serta kampanye edukasi melalui media sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai teknologi biopori sebagai solusi ramah lingkungan untuk mengatasi genangan air, memelihara kesuburan tanah, dan memanfaatkan sampah organik. Biopori berperan ganda dalam meresapkan air hujan ke dalam tanah, mencegah banjir, sekaligus mengubah sampah organik menjadi kompos. Program ini menargetkan seluruh civitas UNU NTB sebagai peserta dan diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam menjaga kelestarian lingkungan kampus dan meningkatkan ketersediaan air tanah.
Studi Efektivitas Pengelolaan Sampah Berbasis TPS 3R di Kabupaten Lombok Barat Lalu Muhammad Muhafizin Aprian; Uzlifatul Azmiyati; Gendewa Tunas Rancak
Indonesian Journal of Engineering (IJE) Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Maret
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Provinsi Nusa Tenggara Barat saat ini tengah menghadapi tantangan permasalahan lingkungan, salah satunya adalah masalah sampah. Data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebutkan bahwa timbulan sampah Provinsi NTB pada tahun 2018 mencapai 3,388 ton/hari. Sekitar 642 ton/hari atau 19% dapat terangkut ke TPA. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode riset kombinasi (mixed methods research) yaitu penelitian yang didasari pada gabungan positivisme (Sugiyono, 2017). Efektivitas TPS 3R dengan berdasarkan pengelolaan penentuan skoring ilmiah pada penelitian ini berpedoman pada aturan Skala Likert. Efektivitas TPS 3R di Kabupaten Lombok Barat berdasarkan skoring dipengaruhi berdasarkan 4 aspek yaitu Aspek Teknis Operasional, Aspek Kelembagaan/Organisasi, Aspek Pembiayaan dan Aspek Peran Serta Masyarakat, dimana skor tertinggi diperoleh oleh TPS 3R Desa Midang dengan skor 2062,37 adalah TPS 3R paling efektif, dan yang terendah diperoleh oleh TPS 3R Lembuak dengan jumlah skor 849,93. Berdasarkan hasil pengambilan data timbulan dan komposisi sampah dihasilkan per orang per hari adalah 0,29 kg berdasarkan berat, sedangkan berdasarkan volumenya adalah 1,71 liter per orang per hari. Skoring kepuasan pelanggan TPS 3R Desa Midang dengan rata-rata persentase 72,03%, TPS 3R Gapuk Mandiri 46,19% dan TPS 3R Mule Jati 46,61%. Abstract: West Nusa Tenggara Province is currently facing the challenges of environmental problems, one of which is the problem of waste. Data from the Department of Environment and Forestry of West Nusa Tenggara (NTB) Province states that the waste generation of NTB Province in 2018 reached 3,388 tons/day. About 642 tons/day or 19% can be transported to the landfill. The data analysis method in this study uses mixed methods research, which is research based on a combination of positivism (Sugiyono, 2017). The effectiveness of TPS 3R based on the management of scientific scoring in this study is guided by the Likert Scale rules. The effectiveness of TPS 3R in West Lombok Regency based on scoring is influenced based on 4 aspects, namely Operational Technical Aspects, Institutional/ Organizational Aspects, Financing Aspects and Community Participation Aspects, where the highest score obtained by TPS 3R Midang Village with a score of 2062.37 is the most effective TPS 3R, and the lowest is obtained by TPS 3R Lembuak with a total score of 849.93. Based on the results of data collection, the waste generation and composition generated per person per day is 0.29 kg by weight, while by volume it is 1.71 liters per person per day. Customer satisfaction scoring of TPS 3R Midang Village with an average percentage of 72.03%, TPS 3R Gapuk Mandiri 46.19% and TPS 3R Mule Jati 46.61%.
Analisis Risiko Bencana Dan Jalur Evakuasi Desa Mantar Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Sektor Pariwisata Uzlifatul Azmiyati; M Said Ramdlan; Gendewa Tunas Rancak; Wardatul Jannah; Taufikul Hadi; Lalu Auliya Aqraboe Littaqwa; Aria Dirawan; Fitri Syilvia Hatifah
Indonesian Journal of Engineering (IJE) Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko bencana di Desa Mantar dan merancang jalur evakuasi yang efektif sebagai upaya mitigasi bencana untuk mendukung keberlanjutan pariwisata. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi lapangan, analisis spasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG), wawancara dengan masyarakat dan perangkat desa, serta studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa area di Desa Mantar memiliki kerentanan tinggi terhadap tanah longsor dan gempabumi. Jalur evakuasi yang dirancang mengarah ke titik kumpul aman. Penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur evakuasi, pengembangan sistem peringatan dini berbasis masyarakat, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana.Abstract: This research aims to analyze the level of disaster risk in Mantar Village and design effective evacuation routes as a disaster mitigation effort to support tourism sustainability. The research methods used include field observations, spatial analysis using Geographic Information Systems (GIS), interviews with the community and village officials, as well as literature studies. The results of this research show that several areas in Mantar Village have a high vulnerability to landslides and earthquakes. The designed evacuation route leads to a safe gathering point. This research recommends strengthening evacuation infrastructure, developing a community-based early warning system, and increasing community capacity in disaster management.