Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ETNOKOREOLOGI TARI MERAK DAN KORELASINYA DENGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Rifki Fauzi; Dea Silviani; Amalia Nariah Nurhasanah; Novita Ratna Amelia
Jurnal Pendidikan Sultan Agung Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.078 KB) | DOI: 10.30659/jp-sa.v2i2.21188

Abstract

Etnokoreologi merupakan suatu pemberian suatu pemahaman mengenai tarian sebagai bentuk ekspresi mencintai kebudayaan yang utuh. Objek material yang diguna dalam etnokoreologi ini dikaji mengenai struktural suatu tarian kajiannya bersifat interdisiplin/multi-disiplin. Dalam hal ini, fokus kajian yang dilakukan adalah mengenai etnokoreologi tari merak dan korelasinya dengan pendidikan anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ini adalah literatur view. Adapun hasil pembahasan dari artikel ini menyebutkan bahwa tari merak memiliki beberapa nilai dan fungsi yang apabila ditelaah lebih dalam ada korelasinya dengan pendidikan anak usia dini.
Membangun Kesadaran tentang Stunting pada Masyarakat Kampung Adat: Program Pencegahan Stunting Terpadu di Kampung Kuta Elan; Qonita; Edi Mulyana; Fauziah Huriyyah; Risbon Sianturi; Herman Syafri; Rifki Fauzi
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1450

Abstract

Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan model pencegahan stunting pada kelompok masyarakat adat Kampung Kuta, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah intervensi berbasis komunitas dengan prinsip partisipatif melalui program advokasi dan penyuluhan. Program dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat adat dalam empat tahap kegiatan: (1) analisis kondisi awal melalui wawancara) ((2) diskusi dan advokasi dengan ketua adat, perangkat desa, bidan, kader posyandu, dan orangtua) ((3) edukasi gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pola makan berbasis potensi lokal) (dan (4) evaluasi melalui penyebaran angket kepada 11 orangtua. Hasil implementasi program menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan koordinasi di masyarakat adat Kampung Kuta terkait pencegahan stunting. Mayoritas ibu (90,9%) telah memahami tentang stunting, meskipun tingkat pendidikan formal rendah (72,7% berpendidikan SMP). Pola pengasuhan menunjukkan bahwa 72,7% ibu menggunakan pendekatan responsif dalam mengatasi anak yang sulit makan, sementara MPASI disiapkan sendiri dengan variasi gizi cukup. Program ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis komunitas yang sensitif terhadap kearifan lokal efektif untuk pencegahan stunting di masyarakat adat.