Siti Anisah
Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pembangunan Panca Budi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RANCANG BANGUN INVERTER GELOMBANG SINUS TERMODIFIKASI PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA UNTUK RUMAH TINGGAL Hamdani Hamdani; Zuraidah Tharo; Siti Anisah; Solly Aryza Lubis
Prosiding Seminar Nasional Teknik UISU (SEMNASTEK) SEMNASTEK UISU 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.56 KB)

Abstract

Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) merupakan salah satu pembangkit listrik terbarukan yang perlu diperkenalkan ke masyarakat luas terutama rumah tinggal, impelementasi sederhana misalnya sebagai sumber energi cadangan. Salah satu perangkat yang dibutuhkan dalam sistem PLTS adalah pengubah daya listik  searah menjadi daya listrik bolak-balik, yaitu inverter. Di pasaran dapat ditemukan berbagai model inverter dengan berbagai kualitas pula. Perlu dirancang dan diteliti inverter yang berkualitas untuk dapat diterapkan pada sistem PLTS untuk rumah tinggal. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menerapkan dua rangkaian mikrokontroler sebagai pengendali rangkaian daya inverter. Dalam penelitian ini dirancang dan dihasilkan inverter yang mampu mengeluarkan daya listik bolak-balik  dengan tegangan 220 Volt ac,  gelombang mendekati sinus dengan frekuensi 50,6 Hertz.
ANALISIS PERBAIKAN TEGANGAN UJUNG PADA JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 20 KV DENGAN SIMULASI E-TAP (STUDI KASUS PT PLN (PERSERO) RAYON KUALA Siti Anisah; Zuraidah Tharo; Suhardi Suhardi
Prosiding Seminar Nasional Teknik UISU (SEMNASTEK) SEMNASTEK UISU 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.47 KB)

Abstract

Kondisi jaringan distribusi yang tidak optimal akan mengakibatkan pelayanan yang kurang efektif pula, diantaranya karena akibat adanya jatuh tegangan.Permasalahan yang dihadapi sekarang adalah susut tegangan dari tahun 2013-2016 rata-rata mencapai 25,05% sedangkan menurut SPLN No.72 Tahun 1987, bahwa jatuh tegangan yang diperbolehkan adalah 5% dari tegangan kerja, dan Surat Edaran Kementrian ESDM DJK No.50K/23/DJL.3/2017 tentang tegangan menengah terendah dititik pemakaian dan deklarasinya adalah 18kV.  Dengan menggunakan software E-TAP dilakukan antisipasi untuk mencegah terjadinya susut dengan simulaisi penambahan penyulang baru untuk pemisahan penyulang BN.04. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan pemisahan penyulang  Besar angka rugi daya yang ada pada penyulang BN.04 Gardu Induk Binjai berdasarkan Analisa menggunakan Software ETAP adalah sebesar 12.70 % atau sebesar 652.5 kW dan rugi tegangaan sebesar 22.8% atau sebesar 4.643 kV .
PERBANDINGAN PERFORMANSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA ANTARA DAERAH PEGUNUNGAN DENGAN DAERAH PESISIR Hamdani Hamdani; Zuraidah Tharo; Siti Anisah
Prosiding Seminar Nasional Teknik UISU (SEMNASTEK) SEMNASTEK UISU 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.382 KB)

Abstract

Modul Sel surya merupakan piranti elektronik yang dapat mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik secara langsung. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi performansi modul sel surya dalam proses pengubahan (konversi) energi cahaya matahari menjadi energi listrik, antara lain, suhu, kelembaban, orientasi atau arah cahaya, posisi penempatan modul sel surya. Penelitian yang dilakukan adalah membandingkan performansi modul sel surya pada penerapan sebagai komponen utama pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di daerah pesisir dan daerah pegunungan. penelitian ini berkaitan dengan pengaruh perbedaan suhu dan kelembaban udara lingkungan sekitar terhadap daya output modul sel surya.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mengukur daya rata rata yang dihasilkan modul sel surya pada daerah pegunungan. Kemudian mengukur daya rata rata yang dihasilkan modul sel surya pada daerah pesisir. Hasil yang diperoleh adalah adanya satu data sebagai pertimbangan dan rekomendasi tentang penerapan PLTS di daerah pesisir dan daerah pegunungan yaitu Energi rata-rata yang diterima beban dummy load 100 ohm dari modul sel surya 10 Wp selama 8 jam di daerah pesisir dengan suhu rata-rata 24 sampai dengan 32 derajat celcius dan kelembaban 81 % sebesar 85161,6 watt detik. Energi rata-rata yang diterima beban dummy load 100 ohm dari modul sel surya 10 Wp selama 8 jam di daerah pegunungan dengan suhu rata-rata 17 sampai dengan 23 derajat celcius dan kelembaban 89 % sebesar 98768 watt detik.