Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN DAN PELATIHAN CTPS PADA ANAK USIA 4-12 TAHUN DI LAWEYAN SURAKARTA Frahestina Frahestina; Nur Aini Azhari Nugrahani; Millah Kamilah; Qisty Dzakiyyatu Husna; Muhammad Naufal Mizan Auladi; Bethari Mukti Kusumaningtyas; Dewi Kurniawati; Rezania Asyfiradayati
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v4i2.467

Abstract

Children's health is impacted by the practice of washing their hands. Parental efforts to teach kids to wash their hands with soap before eating have not been as effective as they may have been. Washing hands with soap and running water, often known as Washing Hands with Soap (Cuci Tangan Pakai Sabun, in Indonesian), is one of the indications of PHBS (Clean and Healthy Behavior). The lecture technique, question and answer, and demonstration of hand washing methods were used in this activity. The average posttest score of 74.47, compared to the average pretest score of 41.48, shows that there has been an improvement in understanding on how to perform handwashing with soap (CTPS) effectively and correctly. Later on, it is envisaged that it would be possible to improve health status and health quality
Pengolahan Sampah Organik melalui Penerapan Lubang Resapan Biopori di Dusun 1 Desa Karakan Oktavian Reno Saputra; Erlien Aunina Linggar Aji; Diyan Nurul Afifah; Widya Galih Puspita; Aura Assyifaul Marifah; Anggun Febriana Puspitasari; Dewi Kurniawati; Indra Maulana Ade Pratama; Titis Lulut Pujiati; Eni Fauziana; Kusuma Estu Werdani
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah selalu menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh setiap wilayah. Pengelolaan sampah yang kurang baik dapat menimbulkan kerugian, diantaranya menimbulkan bau busuk, mengganggu keindahan, menyebabkan banjir, dan ancaman meningkatnya berbagai macam penyakit. Resapan Biopori merupakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir. Fungsinya dapat meningkatkan daya resap tanah pada air sehingga mengurangi limpasan permukaan dan genangan air yang timbul selama dan setelah hujan. Hasil musyawarah masyarakat desa (MMD) menunjukkan bahwa warga bersepakat untuk menjadikan permasalahan sampah warga sebagai prioritas sehingga membutuhkan solusi yang harus segera dilakukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga tentang bahaya sampah dan potensi pemanfaatan biopori melalui kegiatan penyuluhan dan mempraktikkan pemasangan biopori di rumah warga setempat. Metode kegiatan penyuluhan menggunakan media poster dan PPT, sedangkan metode pemasangan biopori menggunakan alat dan bahan yaitu bor tanahatau bor biopori, linggis, bor dinding atau solder, pipa PolyVinyl Chloride (PVC) dengan tutup diameter 10-30 cm, panjang 50-100 cm dan sampah organik. Hasil kegiatan penyuluhan menunjukkan bahwa setelah dilakukan pre-test dan post-test terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 23%. Pemasangan biopori dilakukan pada 5 titik rumah warga. Efek pemasangan biopori menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang konsep, manfaat, dan teknik pemasangan biopori. Rekomendasi diberikan kepada seluruh masyarakat dusun 1 desa karakan untuk melakukan pembuatan Lubang Resapan Biopori sebagai salah satu upaya pencegahan dini terjadinya banjir dan salah satu caranya pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos.