Eni Fauziana
Puskesmas Weru Sukoharjo

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Upaya Peningkatan ABJ dengan PSN Serentak, Pendampingan dan Pemeriksaan Jentik di Dusun 2 Desa Karakan Hendri Dika Leo Permana; Ershela Putri Arnanda; Adelia Saputri; Ayu Rusdiana Dewi; Sandiva Budi Normalia; Rezha Kharisma Putri; Ramadani Nur Laili; Luthfi An Nisa Novitasari; Azfikar Nur Azhar; Eni Fauziana; Dwi Linna Suswardany
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Di wilayah Kabupaten Sukoharjo tahun 2019, Angka Bebas Jentik (ABJ) pada bulan Januari - Juli sebesar 83,00%, masih di bawah target Nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan Angka Bebas Jentik dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk Serentak, Pendampingan dan Pemeriksaan Jentik di Dusun 2 Desa Karakan. Metode, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode proporsional random sampling dengan populasi seluruh Masyarakat di Dusun 2 Karakan, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo yang terdiri dari 360 KK yang terdiri dari 4 RW dan 9 RT. Hasil Penelitian, hasil diketahui bahwa berdasarkan hasil pelaksanaan PSN Serentak ada peningkatan Angka Bebas Jentik (ABJ) dan masyarakat hanya fokus pada upaya pemberantasan nyamuk dengan fogging. Kesimpulan, kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 4M PLUS dapat meningkatkan Angka Bebas Jentik Demam Berdarah Dengue (ABJ-DBD).
Pengolahan Sampah Organik melalui Penerapan Lubang Resapan Biopori di Dusun 1 Desa Karakan Oktavian Reno Saputra; Erlien Aunina Linggar Aji; Diyan Nurul Afifah; Widya Galih Puspita; Aura Assyifaul Marifah; Anggun Febriana Puspitasari; Dewi Kurniawati; Indra Maulana Ade Pratama; Titis Lulut Pujiati; Eni Fauziana; Kusuma Estu Werdani
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah selalu menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh setiap wilayah. Pengelolaan sampah yang kurang baik dapat menimbulkan kerugian, diantaranya menimbulkan bau busuk, mengganggu keindahan, menyebabkan banjir, dan ancaman meningkatnya berbagai macam penyakit. Resapan Biopori merupakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir. Fungsinya dapat meningkatkan daya resap tanah pada air sehingga mengurangi limpasan permukaan dan genangan air yang timbul selama dan setelah hujan. Hasil musyawarah masyarakat desa (MMD) menunjukkan bahwa warga bersepakat untuk menjadikan permasalahan sampah warga sebagai prioritas sehingga membutuhkan solusi yang harus segera dilakukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga tentang bahaya sampah dan potensi pemanfaatan biopori melalui kegiatan penyuluhan dan mempraktikkan pemasangan biopori di rumah warga setempat. Metode kegiatan penyuluhan menggunakan media poster dan PPT, sedangkan metode pemasangan biopori menggunakan alat dan bahan yaitu bor tanahatau bor biopori, linggis, bor dinding atau solder, pipa PolyVinyl Chloride (PVC) dengan tutup diameter 10-30 cm, panjang 50-100 cm dan sampah organik. Hasil kegiatan penyuluhan menunjukkan bahwa setelah dilakukan pre-test dan post-test terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 23%. Pemasangan biopori dilakukan pada 5 titik rumah warga. Efek pemasangan biopori menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang konsep, manfaat, dan teknik pemasangan biopori. Rekomendasi diberikan kepada seluruh masyarakat dusun 1 desa karakan untuk melakukan pembuatan Lubang Resapan Biopori sebagai salah satu upaya pencegahan dini terjadinya banjir dan salah satu caranya pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos.
Edukasi Pemilihan Sampah Organik dan Anorganik, Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SDN Karanganyar 1 Nur Riqqah Maulita; Raihan Nafi Pramadhana; Arya Risang Rasendriya; Amelia Pritasari; Lia Kicky Mahmudi; Fatimawati Nugraheni; Salsabila Syiva Ajeng Pramesti; Anis Ayu Arinda; Lavita Nur Indah Sari; Claristha Kristya Widyantoro; Marsa Arinal Haq; Eni Fauziana; Anisa Catur Wijayanti
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan sampah dan berperilaku hidup bersih dan sehat di Desa Karanganyar merupakan persoalan bersama. Oleh karenanya, persoalan ini tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah melainkan diperlukan tanggung jawab, komitmen, dan keterlibatan dari semua pihak yang telah berkontribusi atas meningkatnya produksi sampah. Tujuan intervensi agar pengetahuan anak sekolah dapat meningkat terkait pemilahan sampah organik dan anorganik, dapat menerapakan cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan benar, dan ber-PHBS. Metode: Penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi. Penyuluhan diberikan dengan pemaparan materi dan dilanjutkan dengan pemutaran video mengenai pentingnya tata cara cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang baik dengan metode bernyanyi kemudian mempraktikkannya. Menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) kepada siswa-siswi didapatkan skor rata-rata sebesar 77,88 dan setelah diberikan edukasi terkait PHBS dan CTPS mengalami peningkatan sebesar 92.73. Dengan demikian terdapat peningkatan pengetahuan siswa sebelum diberikan edukasi dan setelah diberikan edukasi sebesar 19%. Setelah Dilakukan Pelaksanaan Kegiatan Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS terdapat adanya peningkatan pengetahuan yang awalnya rata- rata skor 77,88 meningkat 19% menjadi 92,73. Dari kegiatan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) siswa kelas 5 dan 6 juga langsung mempraktekkan yang bertujuan untuk menerapkan secara langsung dengan baik dan benar.
Pemberian Penyuluhan Hipertensi sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Pencegahan Hipertensi di Masyarakat Dusun 4 Desa Jatingarang Weru Sukoharjo Silviana Dian Putri Ichsani; Anton Sujarwo; Zara Mutiara Dewi; Caroline Isadora Corry; Sahasika Apta Kirana; Intan Alifah Febriyanti; Muhammad Rasyid Bintang Abdulmajid; Ruci Caraka Wedha Utamie; Ajeng Dyah Kusumaningrum; Findia Wulan Djari; Eni Fauziana; Noor Alis Setiyadi
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyebab nomor satu kematian di dunia dan diperkirakan jumlah penderita hipertensi akan terus meningkat seiring dengan jumlah penduduk yang membesar. Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan seperti di negara berkembang dengan terbatasnya ketersediaan informasi mengenai hipertensi. Hipertensi dapat menyebabkan prevalensi, tingkat deteksi yang rendah, serta pencegahan dan pengendalian yang kurang optimal. Pengetahuan mengenai hipertensi merupakan sebuah hal penting yang harus ditingkatkan terutama pada daerah pedesaan, kelompok lansia, dan tingkat pendidikan yang rendah. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan responden terhadap penyakit hipertensi melalui program penyuluhan kesehatan. Metode: Pengabdian ini menggunkan metode Pendidikan Masyarakat, yaitu penyuluhan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta pemahaman masyarakat terkait dengan hipertensi yang diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan responden dilihat dari hasil uji Wilcoxon menghasilkan nilai p = 0,000 yang artinya terdapat perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah diberikannya penyuluhan dan pemberian leaflet. Berdasarkan hasil pre test dan post test yang dilakukan oleh peserta didapatkan hasil rata-rata peningkatan sebesar 1,85. Kesimpulan: Dengan adanya pegabdian ini diharapkan dapat memberikan dasar yang kuat bagi pengembangan program edukasi kesehatan yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat Dusun 4 Desa Jatingarang, sehingga dapat berkontribusi pada penurunan angka hipertensi dan meningkatkan kualitas kesehatan.
"Edukasi, Si Mantik dan Sentik" Upaya Promotif dan Preventif Penanggulangan DBD di Desa Jatingarang, Weru, Sukoharjo Ari Cahyo Pitoyojati; Nabilla Hasna Roichatul Ulayya; Annisa Yuneka Putri; Intan Yunia Putri; Eka Dyahayu Kusumaningrum; Muhammad Iqbal Abdan Sakuran; Nabila Nurranti; Zahwa Putri Qinaya; Wulan Sari Alam; Ega Delia Rizqah Firnanda; Eni Fauziana; Izzatul Arifah
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti. Hingga Agustus 2023, terjadi 194 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sukoharjo. Salah satu cara pengendalian nyamuk DBD yaitu dengan pengenalan dan penggunaan formulasi produk spray anti nyamuk alami dari serai bernama "SENTIK" yang merupakan singkatan dari Spray Serai Anti Nyamuk. Bahan utama pembuatan produk ini tentu saja adalah serai. Metode yang dilakukan persiapan seperti media yang akan digunakan untuk membantu proses edukasi kepada masyarakat. Setelah media usai dibuat lalu melakukan pelaksanaan intervensi kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terhadap pencegahan dan penanggulangan DBD. Terjadi peningkatan pengetahuan tentang DBD dari 21 responden yang melakukan pretest dan postest sebesar 11%. Pengetahuan pemakaian tanaman obat keluarga meningkat dari nilai 3,7 menjadi 5. Peningkatan indeks larva ABJ di RT 003/006 dari 80% menjadi 82% namun masih belum mencapai indikator ABJ nasional yaitu 95%. Edukasi SI MANTIK dan SENTIK yang ditunjukkan kepada masyarakat RT 003/006 Dusun III Desa Jatingarang, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan serta perilaku masyarakat setempat guna mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Langkah awal yang dilakukan untuk memberantas sarang nyamuk yaitu dengan membersihkan lingkungan sekitar seperti melakukan gotong royong serta mengedukasi masyarakat setempat mengenai SI MANTIK untuk selalu sigap dalam memantau jentik yang berada diluar atau dalam rumah serta mengedukasi dan mengenalkan kepada masyarakat mengenai tanaman TOGA yang dapat dijadikan tanaman alternatif pemberantasan nyamuk dengan contoh tanaman serai yang dibuat menjadi spray.
Gemas Cemara sebagai Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Dusun III Tegalsari Husna Khonsya Rosyada; Najwa Azkiya; Lilis Apriliyani; Muhammad Arsa Bhuwana Adi; Dian Arinda Kusumahesti; Salsabilla Putri Pratika; Salsabilla Maanna Syinfa Inna Darwanto; Erca Amelia Maharani; Rendra Putra Nugraha; Tiara Syafa Khairunnisa; Eni Fauziana; Rezania Asyfiradayati
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus Demam Berdarah Dengue (DBD). Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten sukoharjo merupakan salah satu desa yang ditemukan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Untuk mencegah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat menggunakan beberapa produk untuk menghindari gigitan nyamuk diantaranya adalah produk dengan cara dibakar, disemprot, dioleskan bahkan eletrik yang membutuhkan aliran listrik. Terdapat beberapa tanaman untuk mengusir nyamuk salah satunya yaitu tanaman serai. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai Demam Berdarah Dengue (DBD) serta keterampilan pada masyarakat dalam mengolah serai menjadi spray anti nyamuk untuk mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD). Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu penyuluhan mengenai Demam Berdarah Dengue (DBD) dan pelatihan pembuatan spray anti nyamuk dari tanaman serai. Dilakukan pre-test serta post-test untuk mengetahui seberapa peningkatan pemahanan peserta. Penyuluhan serta pelatihan ini dihadiri oleh perwakilan kader, karang taruna serta masyarakat umum sebanyak 30 orang. Hasil yang diperoleh dari penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 12,6% mengenai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan pembuatan spray anti nyamuk dari tanaman serai.