Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Heutagogi dan Sibergogi: Strategi Pembelajaran Musik Alternatif Sekolah Dasar Sherly Nur Hikmah; Putri Dyah Indriyani; Arum Murdianingsih; Dewi Juwita Susanti; Inayati Fitriyah Asrimawati; Nurul Huda
Indonesian Journal of Performing Arts Education Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijopaed.v3i1.8947

Abstract

AbstrakDewasa ini, terdapat banyak permasalahan yang masih dihadapi pembelajaran seni. Padahal kontribusi pendidikan seni cukup besar untuk membentuk karakter peserta didik terutama di pendidikan dasar. Pembelajaran seni musik dapat memberikan pengalaman apresiatif dan kreatif serta mampu berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa di masa yang akan datang. Terkait dengan permasalahan tersebut, konteks pembahasan difokuskan pada alternatif gagasan pendekatan belajar-mengajar di sekolah guna memacu pendidik seni untuk menyajikan pembelajaran secara efektif dan menyenangkan. Untuk itu, penulis menawarkan dua strategi, yaitu heutagogi, berupa strategi mendidik dengan mendorong siswa untuk memiliki keterampilan mengarahkan diri (self-directing), dan strategi sibergogi, berupa strategi yang membiasakan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi. Secara praktis dua strategi ini dapat diintegrasikan menjadi suatu pendekatan instruksional baru. AbstractToday, many problems are still being faced by art learning. Even though the contribution of art education is quite significant in shaping students' character, especially in primary education. Learning the art of music can provide appreciative and creative experiences and contribute to increasing students' knowledge, attitudes and skills in the future. Related to these problems, the context of the discussion is focused on alternative ideas for teaching and learning approaches in schools to encourage art educators to present learning in an effective and fun way. For this reason, the authors offer two strategies, namely heutagogy, in the form of an educational strategy by encouraging students to have self-directing skills, and cybergogy strategy, in the form of a strategy that familiarizes learning by utilizing information technology. Practically these two strategies can be integrated into a new instructional approach. 
PELATIHAN MUSIK DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KEMAMPUAN BERMUSIK PEGIAT SENI DI KOTA BANJARMASIN sherly nur hikmah
Jurnal Pengabdian Masyarakat - Teknologi Digital Indonesia. Vol 4, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - Universitas Teknologi Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26798/jpm.v4i2.1936

Abstract

Komunitas omunitas pegiat seni musik Banjarmasin merupakan kelompok band sekaligus penyedia layanan produksi lagu yang telah aktif sejak 2012. Komunitas ini dikenal melalui karya-karya populer dan memiliki potensi besar dalam meningkatkan eksistensi seni musik Banjar di tingkat nasional maupun internasional. Namun, kesiapan komunitas dalam menghadapi kemajuan teknologi masih tergolong rendah. Proses produksi musik sebagian besar masih menggunakan metode konvensional dalam penampilan dan penciptaan musik, ditambah kemampuan teknologi anggota belum seluruhnya memenuhi kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi era digital. Untuk mengatasi kendala tersebut, dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan musik digital bagi 30 anggota komunitas. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat dengan memberikan pelatihan secara langsung mengenai musik digital kepada para pegiat seni yang tergabung dalam komunitas tersebut. Pelatihan ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh keterampilan praktik dalam bidang seni musik digital. Tahap pelaksanaan meliputi perencanaan atau persiapan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi akhir guna mengukur keberhasilan kegiatan. Target dari pelatihan ini adalah mini project music digital yang dipraktekan oleh peserta komunitas. Hasil pengukuran capaian kompetensi diperoleh 90% peserta mengalami peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan kemampuan bermusik digital. Peserta mampu memahami konsep dasar hingga teknik produksi musik digital serta mengimplementasikan teknik yang diajarkan dalam proyek musik mereka sendiri. Pelatihan ini juga mendorong pengembangan kreativitas peserta dalam mengeksplorasi berbagai gaya dan genre musik secara lebih bebas. Dengan keterampilan baru tersebut, komunitas pegiat seni musik Banjarmasin memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan seni musik Banjar secara lebih luas dan adaptif terhadap kemajuan teknologi musik moderen.