Rima Berlian, Rima
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan Faktor dari Gangguan Fungsi Kognitif pada Lansia Yuliharni, Siti; Jamil, Mohd; Wenny, Bunga Permata; Fitriani, Sukmah; Berlian, Rima; Putri, Putri; Nurleny, Nurleny
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3162

Abstract

Proses menua mengakibatkan konsekuensi penurunan fungsi pada lansia, salah satunya penurunan fungsi kognitif, sehingga lansia berisiko mengalami demensia. Gangguan fungsi kognitif akan memberi dampak pada kemandirian lansia, dan penurunan kualitas hidup. Gangguan fungsi kognitif pada lansia dapat disebabkan banyak faktor. Penelitian ini bertujuan yaitu untuk melihat hubungan antara faktor-faktor dengan gangguan fungsi kognitif. Jenis penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 101 orang lansia menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan instrument MMSE, PASE, Tensimeter, dan kuesioner data usia dan perilaku merokok. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Terdapat hubungan yang bermakna pada usia (p value < 0,022), hipertensi (p value < 0,010), aktivitas fisik (p value < 0,000) dengan gangguan fungsi kognitif, serta tidak terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku merokok dengan gangguan fungsi kognitif. Intervensi terkait pengontrolan tekanan darah dan aktivitas fisik perlu ditingkatkan untuk menghambat terjadinya gangguan fungsi kognitif pada lansia.
TERAPI MODALITAS: FOOD COMBINING, PENGOBATAN TRADISIONAL, DAN MEDITASI UNTUK PENDERITA DIABETES MELITUS Berlian, Rima
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 8 No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v8i1.281

Abstract

Penyakit diabetes tidak dapat disembuhkan, namun dapat dikendalikan. Pengendalian selain untuk mengatasi gejala dan keluhan namun juga diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi seperti aterosklerosis dan neuropati. Kecenderungan masyarakat untuk beralih dari pengobatan medis kepada pengobatan komplementer dan alternatif sebagai terapi semakin meningkat di Indonesia. Selain karena harga pengobatan medis yang semakin mahal juga karena pengobatan komplementer dinilai banyak memberikan manfaat. Beberapa terapi modalitas yang bagus dilakukan untuk penderita diabetes melitus adalah food combing, pengobatan tradisional, dan meditasi.