Athanasius Cipta, Athanasius
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimasi Kurva HVSR, Kemiringan Lereng dan Informasi Geologi untuk Pemetaan Vs30 dan Kerentanan Seismik Wilayah Likupang Cipta, Athanasius; Afif, Haunan; Pradipto, M Arifin J.; Solikhin, Akhmad; Omang, Amalfi
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v14i1.463

Abstract

Teknik Nakamura adalah salahsatu pendekatan paling populer untumenghitung kerentanan seismik. Namun tentu saja ada keterbatasan dalam penerapan teknik ini, yang seringkali diabaikan oleh peneliti pemula. Teknik Nakamura disusun dengan asumsi kecepatan gelombang geser pada batuan dasar = 600 m/s sehingga harus ada pemilahan frekuensi alamiah pada rentang tertentu agar teknik ini menghasilkan estimasi kerentanan seismik yang andal. Selanjutnya, informasi geologi dan kelerangan sangat diperlukan dalam penentuan lokasi titik ukur mikrotremor. Pemilihan titik ukur mikrotremor yang tepat memungkinkan dilakukannya pembuatan formula regresi antara kerentanan seismik dengan parameter geologi dan kemiringan lereng. Penerapan teknik Nakamura dengan terhadap data HVSR dengan distribusi spasial yang mempertimbangkan informasi geologi dan kelerengan menghasilkan peta kerentanan seismik yang berdayaguna. Kata kunci: Teknik Nakamura, HVSR, kemiringan lereng, kerentanan seismik ABSTRACTOwing to its simplicity, Nakamura Technique is one of the most popular approach for estimating seismic vulnerability index. However, this technique contains some limitations in which undergraduate students and early career researchers frequently disobey. The technique was composed by assuming shear-wave velocity on bedrock equals to 600 m/s. Consequently, only natural frequencies in a certain range match well with the technnique. Furthermore, information regarding geological condition and slope should be highly considered in designing of acquisition sites of microvibration. The right choice of microtremor sites allows us to create regression formula relates seismic vulnerability index with geologic parameters and slope. Applying Nakamura technique to a set of well spatially distributed HVSR data resulting in a robust seismic vulnerability map. Key words : Nakamura Technique,HVSR, slope, seismic vulnerability 
Generating Indonesian-wide Vs30 Map Using Engineering Geomorphology Approach Cipta, Athanasius
Indonesian Journal on Geoscience Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Geological Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17014/ijog.12.2.217-229

Abstract

Earthquake hazards can be viewed from two perspectives, the first, source of earthquake and the second, place where we human live and carry out our activities. From the second point of view, information regarding the physical properties of soil where we are sitting on becomes crucial to calculate its vulnerability. Physical properties of soil, geologist calls it rock, are often represented by a single value, namely Vs30, which stand for average shear-wave velocity on the 30 m uppermost of soil. Measure Vs30 for whole country is a job with next-to-zero-possibility to complete, consequently, we need to have a technique to accurately estimate Vs30. Engineering gemorphology, a method that utilizes geology, and morphology to approximate Vs30 in national-scale level has been applied to create robust Vs30 data set for whole Indonesian region. Furthermore, the Mean Absolute Percentage Error (MAPE) is employed to judge the accuracy of the Vs30 produced from engineering geomorphology technique for Jakarta dan Jayapura data sets. According to MAPE score, which are 28.16% and 37.83%, engineering geomorphology is able to produce reasonable Vs30. If we split MAPE’s calculation into soil class of E, and D, in Jakarta the value is 39.63% (reasonable) and 24.75% (reasonable), while in Jayapura the MAPE score for E-, D- and C-classes are 74.22% (inaccurate), 40.09% (reasonable) and 24.00% (reasonable), respectively.
Identifikasi Nilai Indeks Kerentanan Seismik Berdasarkan Pengukuran Mikrotremor di Wilayah Alahan Panjang, Sumatra Barat Antika, Cory; Muhardi, Muhardi; Cipta, Athanasius
PRISMA FISIKA Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i2.81639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi indeks kerentanan seismik di wilayah Alahan Panjang, Provinsi Sumatra Barat, dengan analisis mikrotremor  menggunakan metode Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio  (HVSR).  Wilayah Alahan Panjang dikenal sebagai salah satu daerah yang rentan terhadap gempa bumi di Indonesia. Analisis mikrotremor digunakan  untuk menilai karakteristik dinamis tanah secara lokal, hal ini merupakan elemen penting dalam menentukan seberapa rentan suatu daerah terhadap gempa. Metode ini juga digunakan untuk menciptakan indeks kerentanan seismik dengan mempertimbangkan parameter-parameter seperti frekuensi dominan (f0) dan faktor amplifikasi (A0) di lokasi tersebut. Untuk mengkaji lebih lanjut, dilakukan pengukuran mikrotremor di Alahan panjang dengan 29 titik pengukuran.  Hasil penelitian menunjukkan distribusi indeks kerentanan seismik di wilayah Alahan Panjang, didapat rentang nilai KG  1,00-19,787. Daerah dengan indeks kerentanan seismik rendah (KG   5) terletak di wilayah perbukitan dengan elevasi tinggi, sedangkan daerah dengan indeks kerentanan seismik tinggi (KG   5) tersebar di beberapa wilayah topografi rendah.