p-Index From 2021 - 2026
2.572
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL TEKNIK MESIN
Jamari Jamari
Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

STUDI KONVERGENSI MESH PADA KONTAK DUA HEMISPHERE MENGGUNAKAN METODE FINITE ELEMENT Muhammad Ryan; Sri Nugroho; Jamari Jamari
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 1 (2026): VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis kontak antara dua hemisphere merupakan permasalahan penting dalam mekanika kontak yang sering dianalisis menggunakan metode Finite Element (FEM). Akurasi hasil simulasi sangat dipengaruhi oleh ukuran dan kerapatan mesh, terutama pada daerah kontak. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi konvergensi mesh pada model dua dimensi (2D) dari kontak dua hemisphere menggunakan FEM. Model 2D dibuat dengan pemberian kondisi batas dan beban tekan untuk mensimulasikan interaksi kontak. Variasi ukuran mesh diterapkan untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap hasil tegangan kontak dan deformasi. Hasil menunjukkan bahwa semakin halus mesh yang digunakan, nilai hasil simulasi cenderung konvergen dan lebih stabil. Studi ini menegaskan pentingnya pemilihan mesh yang tepat untuk memperoleh hasil analisis FEM yang akurat pada permasalahan kontak.
ANALISIS VON MISES STRESS PADA TULANG L1 HINGGA L2 DENGAN KONDISI PEMBEBANAN MULTIAXIAL MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Muhammad Rafli; Jamari Jamari; Tri Indah Winarni
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 13, No 2 (2025): VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2025
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi tegangan von mises pada lumbar spine L1 hingga L2 dengan kondisi pembebanan multiaxial menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Analysis/FEA). Data geometri diperoleh dari CT-scan pasien laki-laki berusia 55 tahun dalam kondisi normal, yang selanjutnya direkonstruksi menjadi model 3D menggunakan perangkat lunak CAD dan disimulasikan dengan Ansys 2023 R2. Simulasi dilakukan dengan pembebanan aksial sebesar 500 N dan variasi momen lentur (2,5 N.m, 5 N.m, 7,5 N.m, dan 10 N.m) dalam enam arah gerak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai von mises stresstertinggi pada bagian cancellous dan endplate ditemukan pada kondisi flexion dengan momen 10 N.m. Namun, terdapat ketidakteraturan pada data endplate, di mana tegangan tertinggi tidak selalu terjadi pada momen tertinggi. Penelitian ini juga menekankan pentingnya evaluasi biomekanis pada struktur cancellous dan endplate yang selama ini kurang diperhatikan, serta menunjukkan peran penting ligamen dalam menjaga kestabilan segmental tulang belakang.
REKONSTRUKSI DAN ANALISIS TEGANGAN VON MISES PADA VERTEBRA LUMBALIS 4 HINGGA SACRALIS 1 TERHADAP VARIASI INDEKS MASSA TUBUH Leonardo Jalusius Rama; Jamari Jamari; Tri Indah Winarni
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari tulang lumbar berperan dalam menopang berat badan tubuh dan mendukung gerakan tubuh dalam berkativitas. Tulang lumbar merupakan rangkaian tulang yang sering mengalami keluhan penyakit, salah satu contoh keluhan penyakit yang biasa terjadi adalah low back pain (LBP) atau yang lebih dikenal dengan nyeri punggung bagian bawah tubuh. Kondisi ini bisa terjadi oleh beberapa faktor, antara lain akibat dari melakukan kegiatan fisik secara berlebihan seperti mengangkat beban yang terlalu berat dan dapat diakibatkan oleh kondisi berat badan yang berlebih (obesitas). Simulasi dengan menggunakan metode elemen hingga dilakukan untuk mengetahui pengaruh yang terjadi akibat dari kondisi berat badan yang berlebih terhadap tulang lumbar. Kondisi berat badan dikategorikan dalam 5 kategori indeks massa tubuh (BMI), yaitu underweight, normal, at-risk of obesity, obesitas I, dan obesitas II. Hasil simulasi menunjukkan peningkatan tegangan von Mises seiring dengan kenaikan beban, dengan tegangan tertinggi terjadi pada kategori obesitas II. Temuan ini memberikan wawasan penting terkait risiko penyakit hernia nucleus pulposus (HNP) pada populasi dengan BMI tinggi yang dapat diakibatkan oleh tegangan mekanik pada struktur diskus intervetebralis.
REKONSTRUKSI DISKUS INTERVERTEBRALIS LUMBALIS 1 DAN LUMBALIS 2 MENGGUNAKAN APLIKASI SOLIDWORKS Ruth Febrianti Berlian Wahyudi; Jamari Jamari; Tri Indah Winarni
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi biomekanika tulang belakang atau vertebra lumbalis memiliki interpretasi yang lebih baik terhadap temuan klinis dan radiologis yang dapat membantu dalam pengobatan atau prediksi masalah medis pada lumbal. Maka dari itu diperlukan pengkajian mengenai metode komputasi untuk merekonstruksi model tulang belakang. Fokus pada penelitian ini adalah pada vertebra lumbalis 1 dan 2 yang dimodelkan dari data CT scan pasien menggunakan software MIMICS dan SOLIDWORKS 2020 untuk memodelkan komponen diskus intervertebralis. Model ini nantinya dapat digunakan untuk menganalisis mekanika kontak menggunakan software ANSYS.
ANALISIS GEOMETRI FEMORAL HEAD TERHADAP TEKANAN KONTAK PCD-PCD HIP JOINT PROSTHESIS Shidnan Amir Shiddiq; Jamari Jamari; Athanasius Priharyoto Bayuseno; Muhammad Imam Ammarullah
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 4 (2024): VOLUME 12, NOMOR 4, OKTOBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur pada sambungan tulang pinggul adalah masalah kesehatan serius karena sambungan ini menghubungkan tulang femur dengan tulang pinggul. Ketika terjadi retak atau patah, cedera serius bisa terjadi. Berbagai metode tersedia untuk pengobatan fraktur tulang pinggul, tetapi metode penggantian dengan prostesis sambungan pinggul (hip joint prosthesis) dianggap sebagai opsi yang baik berdasarkan hasil uji klinis. Pemilihan geometri prostesis penting untuk mengurangi risiko kegagalan, di mana tekanan kontak menjadi faktor utama dalam menentukan geometri yang tepat. Kegagalan total hip prosthesis sering kali disebabkan oleh keausan. Penelitian ini mengevaluasi delapan jenis bantalan PCD-on-PCD hip joint prosthesis dengan variasi ukuran diameter femoral head. Simulasi komputasi dilakukan menggunakan model elemen hingga dua dimensi untuk menghitung tekanan kontak saat berjalan normal. Hasilnya menunjukkan bahwa bantalan dengan diameter femoral head 36 mm memiliki tekanan kontak terendah, yaitu 132,2 MPa, sedangkan tekanan kontak tertinggi ditemukan pada bantalan dengan diameter 22 mm, sebesar 250,9 MPa. Ini menunjukkan bahwa bantalan dengan diameter 36 mm memiliki risiko keausan paling rendah dibandingkan dengan ukuran lainnya.
STUDI PENDAHULUAN DALAM OPTIMALISASI REKONSTRUKSI DAN ANALISIS MEKANIKA KONTAK LUMBAR SPINE (L1-L2) Muhamad Bilal; Jamari Jamari; Tri Indah Winarni
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulang belakang merupakan penyusun terpenting dalam rangka tubuh manusia, terdapat beberapa penyusun tulang belakang salah satunya adalah lumbar spine. Tulang belakang lumbar terdiri atas beberapa tingkatan yaitu lumbar 1 sampai dengan lumbar 5. Penelitian yang dilakukan akan terfokus pada lumbar 1 sampai dengan lumbar 2. Penelitian dilakukan untuk menganalisis mekanika kontak yang terjadi pada lumbar. Penelitian sebelumnya telah banyak dilakukan secara in vitro dengan menggunakan mayat manusia atau cadaver. Akan tetapi, Terdapat beberapa permasalahan dari pengujian in vitro dalam proses analisis biomekanika kontak. hal tersebut dikarenakan oleh kendala etik dan biaya yang cukup mahal. Oleh karena itu, Metode elemen hingga menjadi solusi alternatif yang mempermudah riset analisis biomekanika kontak pada manusia. Metode elemen hingga dilakukan dengan computerized system yang mana menggunakan bantuan software dalam merekonstruksi visualisasi tulang danĀ  menganalisis mekanika kontak dengan aplikasi. Proses rekonstruksi dilakukan menggunakan aplikasi mimics 21.0 dengan pengolahan data dari CT-Scan pasien dengan mengubah 2D menjadi 3D. Hasil rekonstruksi akan diproses menggunakan finite element analysis dengan software ansys 2020 R2. Hasil yang didapat tentunya bisa memberikan referensi treatment pada lumbar spine dengan tinjauan variasi mekanika kontak yang terjadi. Optimalisasi rekonstruski perlu dikembangkan untuk mendapatkan hasis analisis mekanika kontak sesuai dengan referensi yang tertera seperti penambahan cortical, nucleus, dan beberapa ligament.
STUDI PENDAHULUAN REKONSTRUKSI DAN MESH TULANG LUMBAR 1 SAMPAI 2 MENGGUNAKAN METODE FINITE ELEMENT Iqbal Nur Arif; Sri Nugroho; Jamari Jamari
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulang lumbar memegang peran penting dalam menunjang aktivitas manusia sehari-hari. Untuk mengkaji permasalahan yang ada pada tulang lumbar metode komputasi hingga (Finite Element Analisys) menjadi salah satu solusi yang optimal untuk mengetahui fenomena yang terjadi. Pada penelitian ini dilakukan studi pendahuluan mengenai rekonstruksi dan mesh dengan fokus pada lumbar satu sampai dua. Proses rekonstruksi dilakukan dengan memanfaatkan software Mimics, Solidwork, dan Ansys sedangkan untuk studi meshing sendiri dimulai dengan nilai ukuran mesh yang lebih besar ke kecil. Berdasarkan rekonstruksi yang dilakukan didapatkan model lumbar yang memiliki bagian berupa cortical bone, cancellous bone, annulus, dan ligamen. Sedangkan nilai mesh optimum yang didapatkan adalam 3 mm dengan nilai presentase perubahan kurang dari 2%.