Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KOMPARASI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PICTURE AND PICTURE DAN PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR DALAM MATERI KERUSAKAN LINGKUNGAN PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 PONTIANAK Norsidi, Norsidi
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.74 KB) | DOI: 10.31571/edukasi.v12i1.193

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) bagaimanakah rata-ratahasil belajar penerapan model pembelajaran kooperatif picture and picture materi kerusakan lingkungan pada mata pelajaran IPS Terpadu Geografi di kelas VIII SMP Negeri 3 Pontianak; 2) bagaimanakah rata-rata hasil belajar penerapan model pembelajaran kooperatif problem solving materi kerusakan lingkungan pada mata pelajaran IPS Terpadu Geografi di kelas VIII SMP Negeri 3 Pontianak; 3) apakah terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar melalui penerapan model pembelajaran kooperatif picture and picture dan problem solving materi kerusakan lingkungan hidup pada mata pelajaran IPS Terpadu Geografi kelas VIII SMP Negeri 3 Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan bentuk penelitian quasi eksperimental design yaitu untuk mengetahui perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar melalui penerapan antara model pembelajaran kooperatif picture and picture dengan pembelajaran problem solving materi kerusakan lingkungan hidup pada matapelajaran IPS Terpadu Geografi kelas VIII SMP Negeri 3 Pontianak. Berdasarkan hasil perhitungan dalam penelitian ini, maka secara umum dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar melalui penerapanantara model pembelajaran kooperatif picture and picture dengan pembelajaran problem solving materi kerusakan lingkungan hidup pada mata pelajaran IPS Terpadu Geografi kelas VIII SMP Negeri 3 Pontianak. Secara khusus dapat disimpulkan bahwa 1) rata-rata hasil belajar siswa setelah diajarkan menggunakan pembelajaran kooperatif picture and picture materi kerusakan lingkungan diperoleh informasi bahwa nilai post-test kelas eksperimen sebesar 2110 dengan rata-rata 73,1. 2) rata-rata hasil belajar siswa setelah diajarkan menggunakan pembelajaran model problem solving pada materi kerusakanlingkungan kelas kontrol sebesar 1645 dengan rata-rata nilai 60,9. 3) Hasil belajar siswa yang diberikan model picture and picture lebih baik dari pada rata-rata hasil belajar siswa yang diberikan pembelajaran model problem solving karena diperoleh Zhitung Ztabel, yaitu 3,83  1,64 , berarti Ho ditolak.Kata Kunci : Model Pembelajaran picture and picture, Model Pembelajaran Problemsolving, Hasil belajar.
PELESTARIAN DAERAH ALIRAN SUNGAI BERBASIS KEARIFAN LOKAL LUBUK LARANGAN DESA LUBUK BERINGIN KECAMATAN BATHIN III ULU Norsidi, Norsidi
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 2 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.266 KB) | DOI: 10.31571/sosial.v3i2.370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelestarian daerah aliran sungai (DAS) berbasis kearifan lokal lubuk larangan di Desa Lubuk Beringin Kecamatan Bathin III Ulu Kabupaten Bungo.  Metode yang digunakan dalam  penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif, untuk mendalami situasi sosial yang mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap informan yang dipilih dengan purposive sampling terhadap informan kunci yaitu Kepala Desa (Rio), Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Pengelola Lubuk Larangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kawasan Lubuk Larangan memiliki aturan yang telah disepakati bersama adanya pelarangan mengambil ikan di kawasan daerah aliran sungai sepanjang pemukiman penduduk. Apabila ada lapisan masyarakat yang melanggar akan terkena sumpah dan dikenakan sangsi adat, pelanggar harus meminta maaf secara adat dan membayar denda berupa satu ekor kambing, beras 20 gantang dan kain 4 kayu. Kearifan lokal Lubuk larangan ini memiliki peran penting untuk mendukung bidang ekonomi, pembangunan dan lingkungan. Kata Kunci: pelestarian, Daerah Aliran Sungai (DAS), kearifan lokal.
MOTIVASI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI MENGIKUTI ORGANISASI INTRA KAMPUS Norsidi, Norsidi
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 4, No 2 (2017): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.025 KB) | DOI: 10.31571/sosial.v4i2.659

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Motivasi mahasiswa mengikuti kegiatan organisasi mahasiswa; (2) Faktor yang menjadi penyebab sebagian mahasiswa tidak mengikuti organisasi mahasiswa; dan (3) Pentingnya mengikuti organisasi intra kampus bagi mahasiswa. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Motivasi mahasiswa mengikuti kegiatan organisasi intra kampus untuk menambah pengalaman dan ilmu yang berharga serta memperdalam kemampuan manajerial dan meningkatkan public speaking; (2) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi kurang menyadari betapa pentingnya ikut organisasi karena berpikir bahwa dengan ikut organisasi dapat menghambat dan mengganggu waktu tempuh masa kuliah; (3) Dengan mengikuti organisasi dapat memperluas jaringan dan memperoleh banyak kenalan teman yang tujuannya akan mempermudah mahasiswa bersangkutan memperoleh informasi mengenai lowongan pekerjaan setelah pasca-kelulusan. Kata Kunci: motivasi mahasiswa, organisasi intra kampus.
Survei Kompetensi Pedagogik Guru Sekolah Dasar (SD) Dalam Mendukung Implementasi Kurikulum 2013 di Kabupaten Ketapang Norsidi, Norsidi
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 5, No 1 (2018): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.772 KB) | DOI: 10.31571/sosial.v5i1.859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pedagogik guru Sekolah Dasar (SD) dalam mendukung implementasi kurikulum 2013 di Kabupaten Ketapang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Data yang digunakan berupa data primer yang dikumpulkan melalui angket. Analisis data menggunakan rata-rata dan persentase skor. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan pedagogik pada yang meliputi: a) memahami karateristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural emosional, dan intelektual dikategorikan baik; b) menguasai Teori Belajar dan Prinsip-Prinsip Pembelajaran dikategorikan baik; c) mengembangkan kurikulum terkait mata pelajaran yang diampu dikategorikan baik; d) menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik dikategorikan baik; e) memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dikategorikan kurang mampu; f) mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya dikategorikan baik; g) berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dikategorikan baik; h) menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses hasil belajar; i) Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi dikategorikan baik; j) Melakukan tindakan reflektif dikategorikan baik.
Analisis Kompetensi Pedagogik Guru Mata Pelajaran Geografi Sekolah Menengah Atas (SMA) Sebagai Pelaksana Kurikulum 2013 di Kabupaten Ketapang Norsidi, Norsidi; Paiman, Paiman
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 5, No 2 (2018): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.809 KB) | DOI: 10.31571/sosial.v5i2.939

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan pedagogik guru mata pelajaran geografi Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di Kabupaten Ketapang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Metode yang digunakan dalam penelitin ini adalah kuantitatif deskriptif. Data yang digunakan berupa data primer yang dikumpulkan melalui angket. Analisis data menggunakan rata-rata dan persentase skor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pedagogik guru pada indikator: a) memahami karateristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural emosional, dan intelektual dikategorikan dengan rata-rata nilai 3,06% baik; b) menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran dikategorikan baik dengan rata-rata nilai 3,25% baik; c) mengembangkan kurikulum terkait mata pelajaran yang diampu dikategorikanbaik dengan rata-rata nilai 3,20% baik; d) menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik dengan rata-rata nilai 3,03% baik; e) memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan rata-rata nilai 2,76% kurang mampu; f) mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya dengan rata-rata nilai 3,21 baik; g) berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan rata-rata nilai 3,21 baik; h) menyelenggarakan penilaian dan evaluasi hasil belajar dengan rata-rata nilai 3,43 baik; i) Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi 2,78 baik; j) melakukan tindakan reflektif dengan rata-rata nilai 3,00 baik.
STRATEGI PENGEMBANGAN PENGELOLAAN HUTAN ADAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA LUBUK BERINGIN Norsidi, Norsidi
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 6, No 1 (2019): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.732 KB) | DOI: 10.31571/sosial.v6i1.1231

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi pengembangan model hutan berkelanjutan berbasis kearifan lokal di masa mendatang. Penelitian ini lebih menekankan dengan pendekatan kuantitatif melalui analisis data model interaktif dan SWOT. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Matrix Grand Strategy terlihat titik staregi pengembangan model pengelolaan hutan berkelanjutan Desa Lubuk Beringin Kecamatan Bathin III Ulu Kabupaten Bungo masa mendatang berada di posisi strategi pertumbuhan, yaitu memanfaatkan seoptimal mungkin kekuatan dan peluang yang dimiliki. Dalam diagram menunjukkan bahwa titik potong (1,150; 0,530) berada pada kuadran I, dimana situasi tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang agar dapat meningkatkan pertumbuhan untuk pengembangan model pengelolaan hutan berkelanjutan Desa Lubuk Beringin di masa mendatang.
Geography Interactive Learning Media Based on the Articulate Storyline 3 Application to Improve Learning Outcomes in Senior High School Norsidi, Norsidi; Suwarno, Agus; Munna, Afzal Sayed
JAMBURA GEO EDUCATION JOURNAL Volume 5, Issue 1 (2024): Jambura Geo Education Journal (JGEJ)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jgej.v5i1.23164

Abstract

The use of interactive learning media is increasingly demanded in Geography learning. However, the availability of interactive geography learning media that meets eligibility standards is still limited. This research aims to produce interactive Articulate Storyline 3 media that meets feasibility standards and is validated. Media development refers to the Borg and Gall model. The data collection techniques used were observation, interviews, indirect communication and documentary studies. The data collection tools used were observation guides, interview guides, validation sheets, and documentation. Product trials were carried out in class X of SMA Negeri 2 Simpang Hilir. The data analysis techniques in this research are needs analysis techniques, qualitative and quantitative. The results of the research show that, namely, 1) producing interactive learning media based on Articulate Storyline 3 is suitable for use in the learning process in geography subjects regarding geosphere phenomena; 2) Interactive learning media based on Articulate Storyline 3 is included in the criteria of being very valid and very suitable for use in the learning process which is observed through evaluation by media experts and material experts as well as product trials and usage trials; 3) there are differences in learning outcomes for class XA students at SMA Negeri 2 Simpang Hilir before and after being given interactive learning media based on Articulate Storyline 3, so it is very effective in improving student learning outcomes
Efektivitas dan Kelemahan Pembelajaran Interaktif Berbasis Articulate Storyline 3 Pada Mata Pelajaran Geografi di Kelas XII IPS SMA Wisuda Pontianak Norsidi, Norsidi; Suwarno, Agus
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i1.25728

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keefektifan dan keterbatasan pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3 pada pembelajaran geografi kelas XII IPS SMA Wisuda Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan kuesioner sebagai alat mengumpulkan data. Informasi dikumpulkan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena atau variabel tertentu dalam populasi tertentu. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik persentase. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) efektifitas pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3 masuk dalam kategori tergolong sangat baik, artinya penggunaan teknologi ini efektif dalam mengelola dan meningkatkan efektivitas pembelajaran, serta mampu menarik minat belajar siswa. Teknologi Articulate Storyline 3 mampu menampilkan konten pembelajaran dengan menarik dan interaktif; 2) berdasarkan hasil penelitian ini kelemahan pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3 yaitu guru tidak sepenuhnya menguasai semua fitur layanan dalam pembelajaran berbasis Articulate Storyline 3 ini dikarenakan guru kesulitan untuk menyesuaikan metode pengajaran tradisional dengan elemen-elemen interaktif.