Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Potensi Herbal Antibakteri Cuka Sari Apel terhadap Enterococcus faecalis sebagai Bahan Irigasi Saluran Akar Rudy Djuanda; Varin Aulia Helmika; Fiona Christabella; Natallia Pranata; Vinna Kurniawati Sugiaman
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 4 No. 2 (2019): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/sod.v4i2.2141

Abstract

Irigasi saluran akar merupakan tahapan penting dalam menunjang keberhasilan perawatan saluran akar. Mikroorganisme paling resisten dan sering ditemukan pada kasus setelah dilakukan perawatan saluran akar adalah Enterococcus faecalis, dengan prevalensi berkisar 24-77%. Chlorhexidine digluconate dengan konsentrasi 2% digunakan untuk larutan irigasi saluran akar yang efektif, namun tidak memiliki kemampuan untuk melarutkan jaringan nekrotik. Cuka sari apel memiliki kandungan asam organik yaitu asam asetat dapat yang dapat bertindak sebagai antimikroba yang dapat menyebabkan hilangnya integritas sel. Penelitian ini menguji pengaruh antibakteri, daya hambat, kadar hambat minimum, dan kadar bunuh minimum sediaan cuka sari apel terhadap bakteri Enterococcus faecalis dengan Chlorhexidine digluconate 2% sebagai kelompok kontrol terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi suatu dasar pengembangan cuka sari apel sebagai bahan irigasi saluran akar dan dapat mengetahui aktivitas daya hambat optimum dari sediaan cuka sari apel terhadap bakteri Enterococcus faecalis secara in vitro.Desain penelitian ini bersifat eksperimental labotratorik secara in vitro menggunakan metode difusi cakram (Tes Kirby-Bauer) dengan pengamatan zonahambat. Data yang diukur adalah diameter zona hambat dari pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis dengan menggunakan jangka sorong dalam satuan milimeter (mm). Kadar bunuh bakteri pada penelitian ini diadaptasi dari metode yang dikembangkan oleh CLSI (Clinical Laboratory Standart Institute, 2014) dengan modifikasi.Diameter zona hambat cuka apel meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi, bahkan pada konsentrasi minimal 25% dapat membunuh bakteriEnterococcus faecalis Potensi antibakteri cuka apel setara dengan Chlorhexidine digluconate 2%.
Penatalaksanaan Kasus Diskolorasi Tetracycline dengan Veneer Indirek Lithium Disilicate Rudy Djuanda; Hendra Polii
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 9 No. 2 (2024): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/sod.v9i2.11522

Abstract

Diskolorasi gigi akibat penggunaan Tetracycline adalah masalah estetik yang sering dialami oleh pasien. Gigi yang terpengaruh Tetracycline cenderung memiliki warna gelap yang menetap, bahkan setelah menghentikan penggunaan obat tersebut. Salah satu alternatif perawatan untuk kasus ini adalah dengan penggunaan veneer, baik langsung maupun indirek. Artikel ini membahas kasus seorang pasien berusia 61 tahun yang datang dengan keluhan mengenai senyumnya yang kurang percaya diri akibat diskolorasi Tetracycline yang tidak berhasil diatasi dengan veneer direk berbahan komposit. Dalam kasus ini, perawatan dilakukan dengan menggunakan veneer indirek berbahan lithium disilicate untuk hasil yang lebih estetik dan tahan lama. Veneer indirek memberikan hasil yang lebih alami dan stabil dalam menutupi diskolorasi gigi akibat Tetracycline dibandingkan veneer direk. Artikel ini juga mengulas teknik, indikasi, dan kelebihan penggunaan veneer lithium disilicate dalam penatalaksanaan diskolorasi Tetracycline.