Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Reinforcement Review In Civil Engineering Studies and Management

Pemanfaatan Car Free Day untuk Mendukung Kota Sehat dan Optimalisasi Ruang Publik (Studi Kasus: Taman Kota Gianyar) Wahyuningtiyas, Loetvy; Putri, Ni Nyoman Samitri; Dewa, Jhon Jhohan Putra Kumara
Reinforcement Review in Civil Engineering Studies and Management Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/reinforcement.v3i2.5725

Abstract

Program kota sehat adalah sala satu program yang dicetuskan pertama oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 1986 sebagai media untuk memberdayakan masyarakat dalam menerapkan kesehatan dalam arti luas. Kabupaten Gianyar salah satu kabupaten yang berpartisipasi dalam program ini dengan memanfaatkan keberadaan ruang publik Taman Kota Gianyar sebagai kawasan car free day yang dilaksanakan setiap hari minggu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keberadaan taman kota dalam pelaksanaan car free day sebagai media masyarakat untuk menerapkan kesehatan dari aktivitas-aktivitas yang ada di car free day. Metode yang digunakan dalam penulisan tugas ini adalah deskriptif-kuantitatif dengan menjelaskan karakteristik taman kota, aktivitas car free day yang ada serta menghitung emisi karbondioksida yang dapat dikurangi akibat adanya kegiatan car free day ini. Taman Kota Gianyar sudah menerapkan kawasan bebas rokok dan program udara bersih dengan baku mutu udara masih dalam ambang bersih. Berdasarkan analisis perhitungan emisi karbondioksida, kegiatan car free day di Taman Kota Gianyar dapat meminimalisir emisi karbondioksida sebesar 87,43 gram/detik. Meskipun hanya sedikit, hal tersebut dapat dijadikan potensi apabila car free day dapat dikembangkan lebih dari satu hari. Selain itu penggunaan kendaraan umum untuk menuju kawasan car free day juga diperlukan agar memaksimalkan penerapan perilaku masyarakat dalam meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi serta menumbuhkan kebiasaan hidup sehat seperti bersepeda atau berjalan kaki. Keberadaan ruang publik yang dimanfaatkan sebagai kegiatan car free day menjadi salah satu media menerapkan program kota sehat bagi masyarakat Kabupaten Gianyar.
NDVI Based Vegetation Dynamics in Jember Regency from 2019 to 2024 Using Multitemporal Landsat 8 Imagery Eris, Igor; Rambe, Syavitri Sukma Utami; Wahyuningtiyas, Loetvy
Reinforcement Review in Civil Engineering Studies and Management Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/reinforcement.v4i2.7014

Abstract

Vegetation dynamics in Jember Regency serve as a crucial indicator of environmental conditions influenced by anthropogenic factors. As a region where the agriculture and forestry sectors play a vital role in the local economy, contributing 25.71% to the Gross Regional Domestic Product (GRDP), monitoring vegetation change is highly important. This study aims to analyze temporal vegetation change in Jember Regency from 2019 to 2024 using Landsat 8 OLI/TIRS imagery processed on the Google Earth Engine cloud computing platform. The methods employed included calculating Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), classifying vegetation change hierarchy using the Natural Breaks (Jenks) method, and conducting zonal statistical analysis to compare vegetation density trends between urban and rural areas of Jember Regency. This research revealed a disparity in vegetation density change between rural and urban areas (Patrang, Kaliwates, and Sumbersari Sub-Districts). Urban areas of Jember experienced degradation, with the mean NDVI value decreasing by 8% per year, from 0.500 in 2020 to 0.460 in 2024, indicating the conversion of agricultural/vegetated land into built-up areas. In contrast, rural areas were determined to be relatively stable, with NDVI mean value ranging from 0.584 to o.554 during the same period. Zonal analysis of the vegetation change map showed that more than 12,000 hectares of land underwent vegetation degradation, predominantly in urban areas of Jember Regency. Meanwhile, rural areas around Mount Gambir exhibited stability or increased vegetation density due to sustainable plantation management. These findings provide quantitative evidence of the impact of urbanization on environmental sustainability and emphasize the need for policies that balance development with the conservation of vegetated land to maintain ecological integrity and support the local economic and ecosystem sustainability of Jember Regency.
Identifikasi Sektor Unggulan dalam Mendukung Pengembangan Wilayah Berkelanjutan di Kabupaten Jember Wahyuningtiyas, Loetvy; Dewa, Jhon Jhohan Putra Kumara; Raja Al-Fath
Reinforcement Review in Civil Engineering Studies and Management Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/reinforcement.v4i2.7024

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mendukung arah pengembangan wilayah Kabupaten Jember yang difokuskan pada penguatan agribisnis, pariwisata, serta usaha ekonomi produktif berbasis potensi lokal dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan sesuai RTRW Kabupaten Jember 2015–2035. Kabupaten Jember sebagai salah satu wilayah strategis di Jawa Timur memiliki potensi ekonomi beragam, mulai dari pertanian, perkebunan, hingga perdagangan dan jasa. Namun, pembangunan ekonominya belum merata dan menghadapi tantangan berupa ketimpangan antarwilayah, ketergantungan pada sektor tertentu, serta kerentanan terhadap dinamika pasar global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif melalui tiga analisis utama, yaitu analisis LQ, DLQ, dan Tipologi Klassen. Tujuannya adalah mengidentifikasi sektor basis, prospektif, serta sektor yang perlu mendapat prioritas dalam pembangunan daerah, sehingga dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur perekonomian Jember serta arah strategi yang sesuai dengan potensi lokal dan prinsip keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LQ mengidentifikasi sektor basis seperti Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Pertambangan; Informasi dan Komunikasi; Administrasi Pemerintahan; Pendidikan; serta Kesehatan sebagai sektor dengan keunggulan komparatif. Namun, DLQ mengungkapkan bahwa tidak semua sektor basis memiliki prospek pertumbuhan; pertanian cenderung stagnan, sementara sektor jasa seperti Informasi dan Komunikasi serta Pendidikan lebih prospektif. Tipologi Klassen memperkuat hasil ini dengan menempatkan pertanian sebagai sektor potensial, sedangkan sektor jasa strategis diidentifikasi sebagai pilar transformasi ekonomi. Dengan demikian, strategi pengembangan Jember perlu diarahkan pada penguatan agribisnis berkelanjutan serta percepatan sektor jasa prospektif untuk mewujudkan struktur ekonomi yang inklusif, resilien, dan kompetitif.
Analisis Tingkat Kekumuhan dan Faktor Penyebab Kawasan Permukiman Kumuh di Kelurahan Kebonsari Kabupaten Jember Alifan Cahyana; Wahyuningtiyas, Loetvy; Alvandio, Christopher
Reinforcement Review in Civil Engineering Studies and Management Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/reinforcement.v4i2.7080

Abstract

Slum settlements are a major challenge in urban development, significantly affecting the quality of life of residents. This study aims to analyze the level of slum conditions and identify the factors causing slum settlements in RT.003 RW.018, Kebonsari Subdistrict, Jember Regency. The research employed a mixed-method approach, combining qualitative and quantitative methods through observation, interviews, and documentation. The assessment of slum level refers to seven main aspects in accordance with Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing No. 14/PRT/M/2018. The results show that the slum level in RT.003 RW.018 is classified as light, with an average score of 45.93%, although there are significant problems in building conditions and waste management. Basic infrastructure such as neighborhood roads, drainage, and access to drinking water is relatively adequate, but wastewater management and community participation in maintaining the environment still need improvement. The main factors causing slum conditions are building irregularities, limited land, and low community awareness and participation. This study highlights the importance of an integrated approach that combines physical improvement and social empowerment to create a sustainable residential environment.