Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EDUKASI BIJAK MENGGUNAKAN ANTIBIOTIK PADA MASYARAKAT DI PASAR BAMBU BUNJERUK Cyntiya Rahmawati; Baiq Leny Nopitasari; Baiq Nurbaety; Baiq Lenysia Puspita Anjani; Safwan Safwan; Anna Pradiningsih; Nur Furqani; Iche Rahma Saputri; Ida Ayu Tiara Dita; Indah Rahmawati; Indri Natasari; Intan Sahira; Isti Aulia Febrianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14588

Abstract

ABSTRAKSwamedikasi oleh masyarakat seringkali pada obat keras, termasuk antibiotik yang seharusnya didapatkan dengan resep dokter. Berdasarkan hasil riset di Indonesia menyatakan bahwa proporsi masyarakat yang menyimpan obat keras tanpa resep cukup tinggi, di antaranya termasuk antibiotik. Penggunaan antibiotik tanpa resep dokter dapat menyebabkan masalah kesehatan, yaitu tujuan pengobatan tidak tercapai bahkan terjadi resistensi bakteri. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada masyarakat di Pasar Bambu Bunjeruk menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat masih kurang tentang penggunaan antibiotik. Sehingga perlu dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk edukasi Bijak menggunakan antibiotik pada masyarakat di Pasar Bambu Bunjeruk dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan antibiotik yang benar. Metode yang digunakan adalah metode interaktif melalui CBIA (Cara Belajar Insan Aktif), yang dilakukan dengan ceramah dan memberikan brosur BIJAK menggunakan antibiotik. Sebelum dan sesudah edukasi, peserta diminta untuk mengisi kuesioner pengetahuan dan sikap terkait penggunaan antibiotik. Didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang Bijak menggunakan antibiotik dari pengetahuan kurang menjadi pengetahuan baik. Selain itu, terjadi peningkatan sikap masyarakat tentang Bijak menggunakan antibiotik dari sikap cukup menjadi sikap baik. Kata kunci: edukasi; antibiotik; bijak; peningkatan pengetahuan; pasar bambu bunjeruk ABSTRACTSelf-medication by the community is often on strong drugs, including antibiotics that should be obtained with a doctor's prescription. Based on the results of research in Indonesia, it is stated that the proportion of people who store strong drugs without a prescription is quite high, including antibiotics. The use of antibiotics without a doctor's prescription can cause health problems, namely, the goal of treatment is not achieved and even bacterial resistance occurs. Based on the results of observations made on the community at the Bunjeruk Bamboo Market, shows that the level of public knowledge is still lacking about the use of antibiotics. So it is necessary to carry out community service activities in the form of education on the wise use of antibiotics in the community at the Bunjeruk Bamboo Market to increase people's knowledge and attitudes toward the correct use of drugs. The method used is an interactive method through CBIA (Active Human Learning Method), which is carried out with lectures and giving BIJAK brochures using antibiotics. Before and after education, participants were asked to fill out a knowledge and attitude questionnaire regarding the use of antibiotics. The results showed that there was an increase in public knowledge about the wise use of antibiotics from less knowledge to good knowledge. In addition, there has been an increase in people's attitudes about the wise use of antibiotics from a moderate attitude to a good attitude. Keywords: education; antibiotics; wisdom; increase in knowledge; bunjeruk bamboo market
Peran Kegiatan Intrakurikuler dan Ekstrakurikuler dalam Penguatan Karakter dan Kompetensi Sosial Siswa di Lingkungan Sekolah Syaharuddin Syaharuddin; M. Yamin; Ayu Hesti; Fitri Fitri; Fina Elisa Putri; Indah Rahmawati; Imam Saputra; Fira Yuniar; Muhammad Fatteh
Jurnal Kependidikan Ki Hajar Dewantara Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Kependidikan Ki Hajar Dewantara (Jurnal KHD)
Publisher : Lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tunas Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jurnalkhd.v3i1.254

Abstract

Intracurricular and extracurricular activities play a strategic role in shaping students’ character and social competence amid the challenges of modern education, which demand not only academic achievement but also the strengthening of moral values, ethics, and social skills. The urgency of this study is based on the need for schools to systematically integrate character education through activities inside and outside the classroom. This study aims to describe the role of intracurricular and extracurricular activities in strengthening character and developing students’ social competence at SMP IT Anak Sholeh Mataram. The method used is a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects include the principal, the vice principal for curriculum, and the vice principal for student affairs. The research instruments consist of observation sheets and interview guidelines containing 12 questions in six categories: character education, intracurricular activities, extracurricular activities, activity impacts, evaluation, and challenges and support. The research procedure was conducted through data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing based on the Miles and Huberman model. The results indicate that intracurricular activities integrated with spiritual habituation, contextual learning, and active learning methods are able to instill values of discipline, responsibility, and cooperation. Meanwhile, extracurricular activities such as Scouts, OSIS (Student Council), and Basic Leadership Training contribute significantly to fostering leadership, empathy, social solidarity, and students’ interpersonal skills. The conclusion of this study confirms that the systematic integration of intracurricular and extracurricular activities, supported by teacher involvement and continuous evaluation, is effective in strengthening students’ character and social competence. The implications of this study highlight the need to strengthen collaboration among teachers, develop sustainable character-building programs, and enhance educators’ capacity through training so that character education can be implemented more optimally.
PENDAMPINGAN GURU DAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Nurmiwati Nurmiwati; Baiq Yuliatin Ihsani; Irwandi Irwandi; Nurajizah Nurajizah; Indah Rahmawati
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39524

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik digital guru dan keterampilan literasi siswa melalui pemanfaatan media digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Adapun mitra dalam program pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru-guru SDN 2 Jatisela yang berjumlah 12 orang dan siswa kelas 5 yang berjumlah 32 orang. PKM ini dilaksanakan selama 3 hari pada tanggal 7-9 Mei 2026. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, implementasi, pendampingan, dan evaluasi. Pada tahap sosialisasi dilakukan melalui koordinasi dengan kepala sekolah dan guru SDN 2 Jatisela untuk menyamakan persepsi terkait tujuan, manfaat, dan mekanisme kegiatan. Tahap pelatihan menggunakan model workshop berbasis praktik (learning by doing). Sementara itu, pada tahap implementasi guru mengiimplementasi modul ajar digital di kelas. Tim mendampingi guru dalam penggunaan media digital saat pembelajaran menyimak, membaca, menulis, dan berbicara, pelaksanaan proyek literasi digital siswa. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test sederhana kompetensi digital guru, analisis peningkatan partisipasi siswa, dokumentasi karya siswa, dan kuesioner kepuasan mitra. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis digital dengan capaian sekitar 83,33% guru mampu menyusun dan menerapkan modul ajar digital. Selain itu, sekitar 87,5% siswa kelas tinggi berhasil menghasilkan karya literasi digital, seperti cerita digital dan presentasi sederhana. Pembelajaran menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Program ini juga berhasil mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas digital sekolah serta membangun repositori media pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia serta penguatan literasi digital di sekolah dasar.Kata kunci: Pembelajaran Digital; Literasi Digital; Bahasa Indonesia; Sekolah Dasar. ABSTRACTThis community service activity aims to enhance teachers’ digital pedagogical competencies and students’ literacy skills through the use of digital media in Indonesian language instruction. The partners in this community service program are 12 teachers from SDN 2 Jatisela and 32 fifth-grade students. This community service program was conducted over three days from May 7–9, 2026. The implementation method used a participatory approach through the stages of socialization, training, implementation, mentoring, and evaluation. The socialization stage was carried out through coordination with the principal and teachers of SDN 2 Jatisela to align perceptions regarding the objectives, benefits, and mechanisms of the activity. The training stage utilized a practice-based workshop model (learning by doing). Meanwhile, during the implementation stage, teachers applied digital learning modules in the classroom. The team provided guidance to teachers on the use of digital media during lessons on listening, reading, writing, and speaking, as well as the implementation of student digital literacy projects. The evaluation was conducted through simple pre- and post-tests of teachers’ digital competencies, an analysis of increases in student participation, documentation of student work, and a partner satisfaction questionnaire. The results of the activity showed a significant improvement in teachers’ competencies in designing and implementing digital-based learning, with approximately 83,33% of teachers able to develop and implement digital teaching modules. In addition, about 87,5% of upper-grade students successfully produced digital literacy works, such as digital stories and simple presentations. Learning became more interactive, contextual, and student-centered. The program also succeeded in optimizing the use of school digital facilities and building a learning media repository. Thus, this activity made a tangible contribution to improving the quality of Indonesian language learning and strengthening digital literacy in elementary schools. Keywords: Digital Learning; Digital Literacy; Indonesian Language; Elementary School.