Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Masterplan Gereja Santa Maria Fatima Magelang dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi Ardhiansyah, Nicolaus Nino; Benediktus Ola , frengky; Shacharisha, Shavira
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i6.8128

Abstract

Bermula pada tahun 1971, Gereja Katolik Santa Maria Fatima Magelang memperoleh lahan tanah seluas 3000 m 2 yang mana didalamnya terdapat bangunan eksisting gudang beras. Kemudian gudang beras ini direnovasi difungsikan sebagai bangunan gereja. Perkembangan Gereja Santa Maria Fatima Magelang mengalami peningkatan jumlah umat sehingga, upaya Gereja dilakukan proses pembangunan secara bertahap dan organik. Namun seiring berjalannya waktu, Gereja Santa Maria Fatima Magelang mengalami berbagai permasalahan yang membuat lingkungan Gereja tidak tertata dengan baik dan tidak memiliki citra keselarasan bangunan. Permasalahan yang timbul yaitu permasalahan drainase, kapasitas gereja yang kurang memadai, kebisingan karena lokasi gereja yang berada di pinggir jalan utama, dan kapasitas parkir yang tidak memadai. Sejalan dengan Gerakan Laudato Si yang dijalankan oleh gereja gereja diwilayah Keuskupan Agung Semarang pendekatan Arsitektur Ekologi diharapkan mampu menghasilkan keselarasan antara manusia dengan lingkungan alamnya. Dengan adanya kegiatan Penyusunan Masterplan Gereja Santa Maria Fatima Magelang diharapkan dapat memperbaiki fasilitas dan infrastruktur kawasan, Citra Gereja, dan dapat menampung pertumbuhan umat gereja kedepannya.  
Perencanaan Perbaikan Akustik Ruang dengan Metode Bertingkat: Studi Kasus: Ruang Ibadah GPdI El-Shaddai Magelang Ola, Frengky Benediktus; Wismarani, Yustina Banon; Desira, Adiana Hemas
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i3.8691

Abstract

Kegiatan ibadah yang melibatkan khotbah (pidato) dan musik dari instumen band lengkap membutuhkan penanganan akustik ruang yang lebih komplek. Hasil pengukuran kondisi eksisting kualitas akustik ruang GPdI El Shaddai Magelang waktu dengung kondisi eksisting menunjukan nilai RT yang masih tinggi dikisaran angka 1.7 - 1.9 detik dari nilai rujukan 1.4 sampai 1.6 detik sehingga diperlukan perbaikan. Gereja membutuhkan profesional yang dapat membantu dalam membuat rencana perbaikan karena mereka tidak memiliki pengetahuan tentang desain akustik ruang. Pengukuran lapangan dan simulasi akustik akan digunakan untuk merancang ruang ibadah gereja. Nilai rujukan standar akustik ruang adalah RT60, D50 dan C80. Konsep perbaikan dengan rekomendasi berjenjang mulai dari level minimum, medium hingga advance. Ketiga level perbaikan memberikan dampak perbaikan. Level advance memberikan hasil terbaik dan menjawab semua tuntutan standar nilai rujukan. Namun level advance juga berdampak pada perubahan yang lebih banyak dari segi konstruksi, tampilan visual, dan anggaran biaya. Keputusan level perbaikan yang akan digunakan merupakan sepenuhnya hak Gereja.
OPTIMASI VENTILASI RUANG DAN PENANGANAN KEBISINGAN BERBASIS SIMULASI Ola, Frengky Benediktus; Anindita, Maria Dominika Krisna Adya; Suwarno, Natalia; Mubarrok, Noor Zakiy; Prasetyo, Sinta Dewi
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 10, No 2 (2023): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v10i2.56886

Abstract

Permasalahan kualitas lingkungan ruang dalam adalah pembahasan yang menjadi perhatian pasca COVID-19. Faktor kenyamanan termal menjadi salah satu aspek dengan poin penilaian tertinggi. Pada bangunan sosial mengusahakan ventilasi alami untuk kenyamanan termal adalah prioritas pertama. Tulisan ini membahas pengaruh penerapan strategi-strategi perancangan ventilasi alami pada kecepatan, pergerakan udara ruang potensi kenyaman termal, serta usaha mereduksi kebisingan sebagai kompensasi dari penambahan bukaan, dengan memanfaatkan teknologi simulasi digital pada objek kasus perancangan renovasi bangunan gereja. Metode yang digunakan adalah studi simulasi komputer dengan komparasi hasil terhadap nilai acuan teoretis. Hasil studi menunjukkan strategi ventilasi silang memberikan hasil yang baik pada penghawaan ruangan, namun kombinasi dengan ventilasi atap dan kipas pembuang udara panas memberikan hasil terbaik untuk daerah padat bangunan. Kombinasi pereduksi bising menggunakan material mineral wool pada bukaan dan material akustik ruang dengan koefisien serap rata-rata 0.7 tidak berhasil maksimal menurunkan kebisingan sampai pada standar kuantitatif, namun secara kualitatif sangat berdampak pada persepsi pendengar.  SIMULATION STUDY FOR OPTIMIZATION OF SPACE VENTILATION AND NOISE HANDLING  The problem of the quality of the indoor environment is a discussion that has become a concern after COVID-19. The termal comfort factor is one of the aspects with the highest rating points. In religious buildings seeking natural ventilation for termal comfort is the priority. This paper discusses the effect of applying natural ventilation design strategies on speed, room air movement potential for termal comfort, and efforts to reduce noise as compensation for the addition of openings by utilizing digital simulation technology on the object of the church building renovation. The method used is a computer simulation study comparing the results to the theoretical reference value. The study results show that the cross-ventilation strategy provides good results in air conditioning. However, the combination of roof ventilation and hot air exhaust fans provides the best results for densely built areas. A combination of noise reduction using mineral wool material in the openings and room acoustic material with an average absorption coefficient of 0.7 did not reduce noise to quantitative standards but qualitatively had a significant impact on the listener's perception.
Meningkatkan Kenyamanan Termal Luar Ruangan melalui Strategi Lanskap Pohon Tabebuia: Evaluasi Model Iklim Mikro Envi-met Putra, Patric Chrisna Yuansha; Ola, Frengky Benediktus
ARCHIHUMANUM Vol 3 No 1 (2025): April
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/archimane.v3i1.116

Abstract

Kondisi perubahan iklim sangat mempengaruhi kenyamanan seseorang dalam beraktivitas selama tinggal di perkotaan. Dari segi strategi kenyamanan termal, pohon tabebuia memiliki jenis kanopi daun menyebar. Pada beberapa penelitian, kanopi daun menyebar merupakan jenis kanopi pohon yang paling baik dalam meredam perolehan panas matahari dibandingkan dengan jenis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi termal pada iklim mikro perkotaan menggunakan parameter kenyamanan termal luar ruangan dengan metode eksperimental menggunakan software ENVI-met system. Pengolahan analisis data akan dilakukan menggunakan simulasi ENVI-met untuk memahami bagaimana kondisi kawasan ruang terbuka eksisting berdampak pada kondisi termal lokasi. Hasil pengukuran iklim mikro menunjukkan bahwa kondisi termal faktor lingkungan pada Predicted Mean Vote (PMV) belum mencapai parameter yang ditentukan. Oleh karena itu, optimalisasi kenyamanan termal luar ruangan melalui penataan lanskap vegetasi pada area terbuka sangat diperlukan. Penelitian menemukan bahwa desain tata letak vegetasi (pohon Tabebuia) dapat mengurangi masuknya panas matahari ke dalam lahan dengan memanfaatkan daun kanopi pohon dan meningkatkan kecepatan angin. Namun, lebih banyak tata letak Pohon Tabebuia dapat memperoleh kelembapan relatif, yang akan menyebabkan perkiraan rata-rata suara menjadi tidak stabil. Dengan demikian, strategi tata letak Pohon Tabebuia yang terbaik dapat memperbaiki kondisi termal di lanskap Gereja Santa Maria Fatima Magelang Utara.
Auditory Experience Identification Through Soundscape Approach in Borobudur Temple Ola, Frengky Benediktus; Kristi, Inesza Cahya
International Journal of Architecture and Urbanism Vol. 9 No. 1 (2025): International Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijau.v9i1.18259

Abstract

Borobudur Temple, a UNESCO World Heritage site located in Central Java, Indonesia, is famous for its architectural splendor and spiritual significance. However, the auditory experience of visitors, as part of the cultural landscape, has been minimally researched. This research aims to identify and explore the soundscape at Borobudur Temple and examine visitors' auditory perceptions. Soundscape, introduced by R. Murray Schafer, encompasses the acoustic environment understood and experienced by individuals or communities, which influences their perception and experience of a location. Using a quantitative descriptive approach, this study collected data by field measurement of sound intensity and characteristics as a physical form of the acoustic environment, and visitor perceptions collected by adapting a questionnaire based on Method B of ISO/TS 12913-2. Data analysis included descriptive statistics, soundscape analysis of perceptual attributes, and word cloud to examine respondent’s feedback. This research not only expands knowledge on acoustic evaluation of cultural heritage sites, but also provides a basis for soundscape management strategies that can enhance visitor experience and preserve acoustic heritage.
Implementasi Pendekatan Arsitektur Permakultur Pada Perancangan Lanskap Gereja Katolik Santo Yusuf di Singkil, Gunung Kidul Rony Gunawan Sunaryo; Irenea Ayu Indira Kusuma Wardani; Trisnia Athenalia; Frengky Benediktus Ola
Share: Journal of Service Learning Vol. 11 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.11.1.57-72

Abstract

Gereja Katolik Santo Yusuf di Singkil, Gunungkidul, Yogyakarta, memiliki kebutuhan dasar pengembangan ruang ibadah baru akibat pelebaran Jalur Jalan Lintas Selatan Pulau Jawa. Selain kebutuhan pengembangan ruang, gereja menghadapi berbagai tantangan lingkungan dan sosial, terutama kekeringan akibat kondisi geologi kawasan karst, kebisingan dari Jalur Jalan Lintas Selatan Pulau Jawa, serta keterbatasan ekonomi masyarakat. Pendekatan arsitektur permakultur yang berorientasi pada keberlanjutan, produktivitas, dan kemandirian komunitas diterapkan sebagai solusi permasalahan. Perwujudan pendekatan melalui integrasi sistem rainwater harvesting guna mengatasi keterbatasan sumber air, pengembangan kebun hortikultura produktif untuk meningkatkan perekonomian lokal, serta strategi pengendalian kebisingan menggunakan elemen alami seperti taman vertikal dan fitur air. Selain itu, pengelolaan lahan gereja dilakukan dengan pendekatan holistik, termasuk pembangunan greenhouse untuk hortikultura yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Implementasi konsep permakultur dalam desain arsitektur dan lanskap gereja ini tidak hanya menjadi solusi atas tantangan lingkungan, tetapi juga menciptakan hubungan harmonis antara bangunan dan ekosistem sekitarnya. Melalui penerapan prinsip permakultur, desain gereja tidak hanya memenuhi kebutuhan spiritual jemaat, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan ekosistem yang lebih lestari dan mandiri secara ekonomi. Dengan demikian, Gereja Katolik Santo Yusuf tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, ketahanan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi. Melalui strategi yang diterapkan, proyek ini diharapkan dapat menjadi model arsitektur ekologi yang dapat diterapkan pada permalahan perancangan serupa.
Perencanaan Ventilasi Mekanik Gereja St. Aloysius Gonzaga-Yogyakarta Ola, Frengky Benediktus; Sekarlangit, Nimas; Desira, Adiana Hemas
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 2 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i2.20585

Abstract

Kenyamanan fisik dan emosional umat sangat dipengaruhi oleh kualitas udara dan lingkungan di ruang ibadah. Selain mempengaruhi kenyamanan fisik, kualitas udara dan lingkungan yang buruk dapat berdampak pada kemampuan umat untuk berkonsentrasi dan fokus. Kualitas udara dipengaruhi beberapa faktor, termasuk desain bangunan, luas ruang, jumlah umat yang beribadah dalam ruang dan kondisi iklim. Ventilasi yang tidak memadai, ketidakseimbangan suhu, kelembapan yang tinggi, atau ketidakmampuan sistem pendingin ruangan adalah beberapa masalah yang sering terjadi. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menghasilkan gagasan opsi perencanaan ventilasi mekanik yang berkonsentrasi pada aspek pembuangan panas dan penyediaan udara segar ke dalam ruang ibadah di Gereja St. Aloysius Gonzaga – Yogyakarta. Langkah pertama dalam merancang sistem alami adalah mengidentifikasi masalah kondisi saat ini dan mengembangkan ide berdasarkan tinjauan teori. Metode simulasi komputer digunakan untuk menganalisis pembuangan panas dan pergerakan angin di dalam ruangan dengan mempertimbangkan kualitas kecepatan angin. Berdasarkan hasil simulasi penambahan exhaust fan, ducting, dan supply fan secara signifikan meningkatkan kecepatan dan pergerakan udara dalam ruang sehingga meningkatkan kondisi kenyamanan termal.