Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

APLIKASI VARIABEL PENYERAP BUNYI SEDERHANA UNTUK WAKTU DENGUNG FREKUENSI MENENGAH ATAS PADA AUDITORIUM FAKULTAS KEDOKTERAN UGM Ola, Frengky Benediktus
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Arsitektur KOMPOSISI
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.255 KB) | DOI: 10.24002/jars.v11i2.1110

Abstract

Abstract: Multifunctional auditorium must accommodate two primary functions, namely speech and music performances. Both of these functions have different quality demands in order to satisfy the audience. On a multifunctional auditorium, the difference n of user will affect the value of reverberation time. A simple absorbent made of curtain which opened and closed will use for extend or shortening the value of reverberation time, particularly middle-high frequency. The study was conducted by method of simulation using the CATT Acoustic software. Research results showed the influence of curtain on the stability value of middle-high frequency reverberation time related to the number of audience.Keyword: Acoustic, auditorium, variable absorbency, simulation, substitutionAbstrak: Auditorium multifungsi harus mengakomodasi dua kelompok fungsi utama yaitu pidato dan pentas musik. Kedua fungsi tersebut memiliki tuntutan kualitas yang berbeda untuk memuaskan audien. Pada ruang auditorium multifungsi, perbedaan jumlah pengguna ruang akan mempengaruhi nilai waktu dengung. Penyerap bunyi sederhana akan memanfaatkan korden yang dibuka dan ditutup dan berakibat memperpanjang atau memperpendek nilai waktu dengung, khususnya frekuensi menengah atas. Penelitian dilakukan dengan metode simulasi berbantuan perangkat lunak CATT Acoustic. Hasil penelitian menegaskan, terdapat pengaruh penggunaan korden pada kestabilan nilai waktu dengung frekuensi menengah-atas berkaitan dengan jumlah audien.Kata Kunci: Akustika, auditorium, variabel penyerap, simulasi, substitusi
Digital Simulation as a Design Method of Artificial Lighting for Prayer Rooms Ola, Frengky Benediktus; Michelle, Brigitta
Indonesian Journal of Information Systems Vol 4, No 1 (2021): August 2021
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/ijis.v4i1.4392

Abstract

This article aims to describe the results of the lighting design for the prayer room using a simulation method to answer the needs of function and ambience. In general, the lighting design for prayer rooms does not use an integrated approach. A common problem faced by prayer rooms, especially churches and chapels, is too glaring or too dim in some cases. The results of the community service activities in the form of lighting planning for the Church of Santa Theresia Sedayu and Chapel of SMA de Britto with the digital simulation method expect to provide an overview of designing lighting with a more measured method that can meet the needs of the ambience. Lighting simulation in both cases uses DIALux Evo software. The simulation result shows that the lighting design meets lighting standards and is able to provide a sacred atmosphere. Concerning the study, solving lighting problems with the digital simulation as the method is more scalable and can meet the ambience needs. Field measurements of the lighting design results can be carried out in the future to measure the simulation's level of achievement and validation.
Perancangan Akustik pada Bangunan Bersejarah Frengky Benediktus Ola
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 13, No 1 (2022): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v13i1.4693

Abstract

Bertambahnya jumlah umat berdampak pada kebutuhan ruang ibadat yang lebih besar. Penambahan ruangan ibadat pada sayap bangunan utama menghadap ke jalan utama kota yang bising. Peningkatan volume ruang berdampak pada kualitas akustik ruang yaitu waktu dengung (RT60). Penambahan ruangan tersebut diharapkan tidak merusak identitas bangunan lama. Tujuan pengabdian adalah menghasilkan rekomendasi desain yang menyelesaikan masalah kebisingan dan kulitas akustik ruang dengan tetap mempertahankan identitas bangunan bersejarah. Analisis identitas bangunan dilakukan pada tahap awal menggunakan pemetaan fisik bangunan. Analisis perbaikan akustik bangunan menggunakan metode simulasi komputer. Hasil pemetaan fisik menunjukan bahwa bangunan Gereja Sta. Perawan Maria – Purworejo memiliki karakter arsitektur campuran antara gaya kolonial peralihan dengan kolonial moderen. Penanganan kebisingan dengan menggunakan barrier mampu menurunkan tingkat kebisingan dalam ruang maupun di teras. Penanganan kualitas bunyi dalam ruang dapat dilakukan sambil mempertahankan karakter fisik interior bangunan. Keseluruhan proses kegiatan juga menjadi sarana edukasi akademisi kepada masyarakat mengenai metode perancangan ruang ibadah yang lebih tepat sasaran dan tepat guna.
Framework Optimasi Multi-Objektif dengan Metode Parametrik Maria Dominika Krisna Adya Anindita; Frengky Benediktus Ola
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 1, No 1: September 2021
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1202.74 KB) | DOI: 10.24167/joda.v1i1.3477

Abstract

Performa bangunan merupakan isu yang sering dipertimbangkan dalam proses perancangan arsitektur. Pada prakteknya, pertimbangan ini seringkali bersifat multi-objektif sehingga pembuatan keputusan menjadi lebih rumit. Ketika masalah bersifat multi-objektif dan kompleks, pengambilan keputusan dengan hanya mengandalkan intuisi dan pengalaman perancang dapat menghasilkan solusi yang tidak tepat. Potensi metode parametrik berupa computer aided design yang dapat diintegrasikan dengan alat building performance simulation (BPS) dapat membantu perancang dalam memberi pertimbangan pengambilan keputusan. Studi ini bertujuan mengeksplorasi penggunaan metode parametrik sebagai alat bantu pengambilan keputusan melalui kasus studi optimasi kebisingan dan daylighting pada selasar basement gedung Thomas Aquinas UAJY. Output penelitian berupa pemaparan eksplorasi penggunaan metode parametrik beserta manfaat dan batasan yang ditemukan. Penelitian menggunakan software rhinoceros dan grashopper, ladybug, honeybee, pachyderm, colibri, dan design explorer. Berdasarkan hasil eksplorasi yang dilakukan, penggunaan metode parametrik memiliki manfaat dan batasan.
Desain Tata Bunyi Ruang Ibadah Gereja Melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat Frengky Benediktus Ola
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 2 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i2.11851

Abstract

Tata bunyi ruang ibadah yang baik mendukung terciptanya suasana yang diharapkan dalam ruang dan pemahaman informasi yang disampaikan secara audial. Pengondisian bunyi dalam ruang-ruang ibadah Gereja Katolik belum populer dalam proses desain bangunan. Material akustik ruang cenderung mahal. Sebagai bangunan non-komersil, proses desain yang akurat akan membantu mendapatkan hasil sesuai standar dan meminimalkan resiko pemborosan biaya. Tulisan ini memaparkan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pendampingan desain akustik pada empat ruang ibadah Gereja Katolik di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Tujuan dari pendampingan ini adalah untuk menghasilkan desain yang terukur dari segi standar akustik ruang dan penggunaan biaya bahan bangunan. Selain itu juga untuk memberikan edukasi bagi para pengampu kepentingan dalam Gereja dan proses pembangunan. Metode pendampingan dan bantuan berupa studi simulasi komputer, dan pemaparan serta diskusi antara pendamping dengan Romo Paroki, serta panitia pembangunan. Hasil pendampingan telah diaplikasikan pada tiga dari empat bangunan. Pengguna ruang menunjukkan kepuasan pada hasil perencanaan dan perancangan.
Studi Perbaikan Kualitas Akustika Ruang dalam Bangunan Cagar Budaya: Studi kasus Gereja Santo Yusup Bintaran Yasinta Anggi Dwi Febriana; Frengky Benediktus Ola
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v1i1.7282

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu provinsi yang memiliki banyak sekali sejarah dan peninggalan cagar budaya. Salah satu cagar budaya yang masih berfungsi sampai saat ini adalah Gereja Santo Yusup Bintaran. Gereja ini sudah beroperasi dari tahun 1934 hingga saat ini. Pada saat itu gereja digunakan sebagai tempat peribadatan umat katolik pada daerah tersebut. Gereja memiliki citra keagungan Tuhan sehingga elemen penyusun bangunan harus memiliki citra tersebut. Salah satunya akustika, Gereja memiliki akustika yang unik karena mempunyai 2 aktivitas ini yaitu speech dan music. Pada awalnya Bangunan ini dirancang tanpa mempertimbangkan aspek kualitas akustika, maka dari itu kualitas akustika bangunan membutuhkan perbaikan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kuallitas akustika bangunan pada saat ini yang kemudian akan dibandingkan dengan perbaikan kualitas akustika yang akan dilakukan. Tujuan dari penelitian ini dilakukakn untuk mengetahui seberapa besar efektivitas perbaikan kualitas askutika yang akan direkomendasikan. Penelitian ini menggunakan metode analisis dan simulasi untuk mengetahui rekomendasi kualitas akustika memiliki seberapa besar efektivitas yang ada. Dari hasil tersebut, penulis akan membuat hasil rekomendasi untuk perbaikan kualitas akustika pada Gereja Santo Yusuf Bintaran.
Pengendalian Kebisingan Pada Ruang Ibadah Gereja Cagar Budaya: Studi Kasus Gereja Santo Yusup Bintaran Yogyakarta Triwanti Hutagalung; Frengky Benediktus Ola
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v1i1.7289

Abstract

Kebisingan merupakan masalah yang menyertai perkembangan pembangunan kota, sebagai akibat meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas penduduk di perkotaan. Gedung Gereja Santo Yusuf Bintaran sebagai salah satu bangunan Cagar Budaya yang berfungsi untuk kegiatan Beribadah, berlokasi di Bintaran Yogyakarta yang merupakan kawasan yang sangat pesat perkembangannya, baik pertumbuhan permukiman penduduk maupun arus lalu lintasnya, sehingga memiliki tingkat kebisingan lingkungan yang cukup tinggi. Pengendalian kebisingan dilakukan terhadap kebisingan ekterior seluruh bangunan. Penelitian ini berfokus pada kebisingan eksterior bagunan cagar budaya gereja santo yusuf bintaran kota Yogyakarta. Penanganan pereduksi tingkat kebisingan sebagai alternatif adalah melakukan simulasi dengan bertahap. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai efektifitas tingkat kebisingan apakah sesuai dengan nilai standar nasional Indonesia. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantatif yang bersifat numerik dan diakhiri dengan simulasi. Hasil menunjukan penerapan beberapa strategi penanganan kebisingan memberikan penurunan tingkat kebisingan dalam ruangan. Penaganan paling efektif adalah pada penggunaan barrier dan penggunaan material akustik dalam ruang.
Masterplan Gereja Santa Maria Fatima Magelang dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi Ardhiansyah, Nicolaus Nino; Benediktus Ola , frengky; Shacharisha, Shavira
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i6.8128

Abstract

Bermula pada tahun 1971, Gereja Katolik Santa Maria Fatima Magelang memperoleh lahan tanah seluas 3000 m 2 yang mana didalamnya terdapat bangunan eksisting gudang beras. Kemudian gudang beras ini direnovasi difungsikan sebagai bangunan gereja. Perkembangan Gereja Santa Maria Fatima Magelang mengalami peningkatan jumlah umat sehingga, upaya Gereja dilakukan proses pembangunan secara bertahap dan organik. Namun seiring berjalannya waktu, Gereja Santa Maria Fatima Magelang mengalami berbagai permasalahan yang membuat lingkungan Gereja tidak tertata dengan baik dan tidak memiliki citra keselarasan bangunan. Permasalahan yang timbul yaitu permasalahan drainase, kapasitas gereja yang kurang memadai, kebisingan karena lokasi gereja yang berada di pinggir jalan utama, dan kapasitas parkir yang tidak memadai. Sejalan dengan Gerakan Laudato Si yang dijalankan oleh gereja gereja diwilayah Keuskupan Agung Semarang pendekatan Arsitektur Ekologi diharapkan mampu menghasilkan keselarasan antara manusia dengan lingkungan alamnya. Dengan adanya kegiatan Penyusunan Masterplan Gereja Santa Maria Fatima Magelang diharapkan dapat memperbaiki fasilitas dan infrastruktur kawasan, Citra Gereja, dan dapat menampung pertumbuhan umat gereja kedepannya.  
Perencanaan Perbaikan Akustik Ruang dengan Metode Bertingkat: Studi Kasus: Ruang Ibadah GPdI El-Shaddai Magelang Ola, Frengky Benediktus; Wismarani, Yustina Banon; Desira, Adiana Hemas
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i3.8691

Abstract

Kegiatan ibadah yang melibatkan khotbah (pidato) dan musik dari instumen band lengkap membutuhkan penanganan akustik ruang yang lebih komplek. Hasil pengukuran kondisi eksisting kualitas akustik ruang GPdI El Shaddai Magelang waktu dengung kondisi eksisting menunjukan nilai RT yang masih tinggi dikisaran angka 1.7 - 1.9 detik dari nilai rujukan 1.4 sampai 1.6 detik sehingga diperlukan perbaikan. Gereja membutuhkan profesional yang dapat membantu dalam membuat rencana perbaikan karena mereka tidak memiliki pengetahuan tentang desain akustik ruang. Pengukuran lapangan dan simulasi akustik akan digunakan untuk merancang ruang ibadah gereja. Nilai rujukan standar akustik ruang adalah RT60, D50 dan C80. Konsep perbaikan dengan rekomendasi berjenjang mulai dari level minimum, medium hingga advance. Ketiga level perbaikan memberikan dampak perbaikan. Level advance memberikan hasil terbaik dan menjawab semua tuntutan standar nilai rujukan. Namun level advance juga berdampak pada perubahan yang lebih banyak dari segi konstruksi, tampilan visual, dan anggaran biaya. Keputusan level perbaikan yang akan digunakan merupakan sepenuhnya hak Gereja.
OPTIMASI VENTILASI RUANG DAN PENANGANAN KEBISINGAN BERBASIS SIMULASI Ola, Frengky Benediktus; Anindita, Maria Dominika Krisna Adya; Suwarno, Natalia; Mubarrok, Noor Zakiy; Prasetyo, Sinta Dewi
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 10, No 2 (2023): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v10i2.56886

Abstract

Permasalahan kualitas lingkungan ruang dalam adalah pembahasan yang menjadi perhatian pasca COVID-19. Faktor kenyamanan termal menjadi salah satu aspek dengan poin penilaian tertinggi. Pada bangunan sosial mengusahakan ventilasi alami untuk kenyamanan termal adalah prioritas pertama. Tulisan ini membahas pengaruh penerapan strategi-strategi perancangan ventilasi alami pada kecepatan, pergerakan udara ruang potensi kenyaman termal, serta usaha mereduksi kebisingan sebagai kompensasi dari penambahan bukaan, dengan memanfaatkan teknologi simulasi digital pada objek kasus perancangan renovasi bangunan gereja. Metode yang digunakan adalah studi simulasi komputer dengan komparasi hasil terhadap nilai acuan teoretis. Hasil studi menunjukkan strategi ventilasi silang memberikan hasil yang baik pada penghawaan ruangan, namun kombinasi dengan ventilasi atap dan kipas pembuang udara panas memberikan hasil terbaik untuk daerah padat bangunan. Kombinasi pereduksi bising menggunakan material mineral wool pada bukaan dan material akustik ruang dengan koefisien serap rata-rata 0.7 tidak berhasil maksimal menurunkan kebisingan sampai pada standar kuantitatif, namun secara kualitatif sangat berdampak pada persepsi pendengar.  SIMULATION STUDY FOR OPTIMIZATION OF SPACE VENTILATION AND NOISE HANDLING  The problem of the quality of the indoor environment is a discussion that has become a concern after COVID-19. The termal comfort factor is one of the aspects with the highest rating points. In religious buildings seeking natural ventilation for termal comfort is the priority. This paper discusses the effect of applying natural ventilation design strategies on speed, room air movement potential for termal comfort, and efforts to reduce noise as compensation for the addition of openings by utilizing digital simulation technology on the object of the church building renovation. The method used is a computer simulation study comparing the results to the theoretical reference value. The study results show that the cross-ventilation strategy provides good results in air conditioning. However, the combination of roof ventilation and hot air exhaust fans provides the best results for densely built areas. A combination of noise reduction using mineral wool material in the openings and room acoustic material with an average absorption coefficient of 0.7 did not reduce noise to quantitative standards but qualitatively had a significant impact on the listener's perception.