Alfonsus Mudi Aran
Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : japb

MENINGKATKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA MELALUI PENGHAYATAN BUDAYA RELIGIUS SEKOLAH DAN KEPEMIMPINAN KARISMATIK GURU AGAMA KATOLIK Valentina Ina Abong Watun; Hermania Bhoki; Alfonsus Mudi Aran
JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal JAPB
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/japb.v6i1.339

Abstract

Karakter religius merupakan seperangkat nilai, keyakinan, dan perbuatan yang berasaskan pada pandangan agama tertentu dan termanifestasi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini melihat bagaimana penghayatan budaya religius dalam membentuk karakter religius siswa, gambaran karakter religius siswa, dan sejauh mana pengaruh penghayatan budaya religius sekolah dan kepemimpinan karismatik guru agama Katolik dalam meningkatkan karakter religius siswa SD Katolik Kemiri. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengevaluasi upaya meningkatkan karakter siswa melalui penghayatan budaya religius sekolah dan kepemimpinan karismatik guru agama Katolik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di SDK Kemiri, Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Waktu penelitian terhitung dari tanggal 22 April - 04 Mei 2024. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Tekni analisa data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penghayatan budaya religius sekolah, yang diwujudkan melalui kegiatan keagamaan rutin, simbol-simbol religius, dan suasana sekolah yang mendukung nilai-nilai spiritual, secara signifikan berkontribusi pada pembentukan karakter religius siswa. Selain itu, kepemimpinan karismatik guru agama Katolik, yang ditandai dengan keteladanan, komunikasi efektif, inspirasi moral, juga memainkan peran penting dalam memotivasi siswa untuk menginternalisasi nilai-nilai religus dalam kehidupan sehari-hari. Kombinasi antara lingkungan sekolah dan kepemimpinan guru yang karismatik menciptakan kondisi yang kondusif bagi perkembangan karakter religius siswa di Sekolah Dasar Katolik Kemiri.  
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN KEAKTIFAN BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK Susana Konimila Bili; Benedikta Yosefina Kebingin; Alfonsus Mudi Aran
JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal JAPB
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/japb.v6i1.401

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah bagaimana minat dan keaktifan belajar siswa kelas III khususnya pada materi “ Saya Mampu Membedakan Perbuatan Baik dan Buruk”  dengan menggunakan media gambar. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui minat dan keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama Katolik menggunakan media gambar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi dan waktu penelitian ini terjadi di SD Inpres Lamaojan pada bulan April 2024 sampai Mei 2024.  Data dikumpulkan melalui Observasi, wawancara dan studi  dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Subjek penelitian ini adalah lima siswa kelas III, guru Pendidikan Agama Katoilk, dan kepala sekolah.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan media gambar dapat membuat siswa semakin merasa minat dan lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik, khususnya materi “ Saya Mampu Membedakan Perbuatan Baik, dan media gambar juga sangat mempermudah guru dalam menyajikan materi pembelajaran. Dengan demikian guru dapat memanfaatkan media gambar dan mendesainnya lebih baik agar siswa lebih mudah memahami materi yang dipaparkan dan berpartisipasi aktif dalam mengikuti pembelajaran.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PAK SISWA KELAS V MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY Paulina Penun Lewar; Alfonsus Mudi Aran; Yosep Belen Keban
JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal JAPB
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/japb.v6i1.410

Abstract

Masalah dalam penelitian adalah hasil belajar peserta didik kelas V SD Inpres Pajinian yang rendah pada mata pelajaran Pendidikan agama Katolik. Berdasarkan data hasil pembelajaran siswa yang rendah akibat dari kurang tepatnya pemakaian model pembelajaran yang dilakukan pada saat kegiatan belajar mengajar dalam kelas. Tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Inpres Pajian pada mata pelajaran Pendidikan agama Katolik melalui model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray. Metode yang digunakan yakni Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  dengan melalui tahapan siklus1 dan siklus 2. Perhitungan hasil belajar dengan teknik membagi jumlah siswa yang tuntas dengan jumlah siswa seluruhnya. Hasil penelitian menunjukkan ketuntasan siswa pada siklus 1 sebesar 41,6 % sedangkan siklus 2 sebesar 100 %. Jadi terdapat peningkatan Presentase hasil belajar pada siklus 1 ke Siklus 2 sebesar 14,38 %. Oleh karena itu jika dipakai kriteria keberhasilan tindakan serta kriteria penskoran hasil belajar dapat dikatakan bahwa penerapan model Two Stay Two Stray (TSTS) dalam meningkatkan hasil belajar pendidikan agama Katolik dan Budi Pekerti peserta didik masuk kategori baik dan dinyatakan berhasil. Maka pentingnya guru menggunakan metode pembelajaran yang menarik karena dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Salah satu metode pembelajaran yang perlu digunakan adalah metode pembelajaran Two Stay Two Stray.