Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MANAJEMEN PEMBELAJARAN TAHFIDZ AL-QU’RAN (STUDI MULTI KASUS DI MI MA’ARIF MANGUNSARI SALATIGA DAN MI MA’ARIF PULUTAN SALATIGA) Ainun Nisa’; Ruwandi Ruwandi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v4i4.132

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tiga tujuan penelitian yaitu: (1) Untuk menemukan dan menganalisis disain, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di MI Ma’arif Mangunsari Salatiga dan MI Ma’arif Pulutan Salatiga. Jenis penelitian ini adalah kualitatif naturalistic melalui participant observation. Responden dalam penelitian ini, meliputi: Kepala Madrasah, Wa. Ka. Kurikulum, dan Guru Tahfidz. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Disain pembelajaran tahfidz al-qur’an  di MI Mangunsari Salatiga dimasukkan sebagai ekstrakulikuler, adapun pedoman yang digunakan adalah buku qira’ati. Sementara di MI Ma’arif Pulutan Salatiga program tahfidz ada dua yaitu program tahfidz muatan lokal dan program tahfidz khusus. Tahfidz al-qur’an muatan lokal dimasukkan sebagai kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), sedangkan pembelajaran tahfidz khusus dimasukkan sebagai ekstrakulikuler, kegiatannya menggunakan buku panduan tahsin. (2) Pelaksanaan pembelajaran tahfidz di MI Ma’arif Mangunsari Salatiga dilaksanakan di pagi hari mulai jam 07.00-08.15 dikarenakan agar siswa masih segar dalam menghafalkan Al-Qur’an. Sementara di MI Ma’arif Pulutan Salatiga dilaksanakan diakhir jam pembelajaran dimulai jam 12.00-13.00 dikarenakan agar siswa dalam menghafalkan al-qur’an bisa memanfaatkan waktu yang panjang. (3) Evaluasi pembelajaran tahfidz al-qur’an  di MI Ma’arif Mangunsari Salatiga adalah satu minggu siswa hafalan satu per-empat atau 5 muka dengan disimak teman-temannya dan dalam satu bulan di simak gurunya. Untuk MI Ma’arif Pulutan Salatiga program tahfidz muatan lokal evaluasinya adalah ujian semesteran dengan tes lisan dan tertulis. Sedangkan program tahfidz khusus adalah evaluasinya menggunakan tasmi’ (ujian kelulusan menghafal Al-Qur’an yang didengar tanpa adanya kesalahan oleh enguji, orang tua dan masyarakat lainnya).
PENGARUH SIKAP TOLERANSI DAN KEBUTUHAN RASA AMAN TERHADAP KEPUTUSAN MEMAKAI CADAR DI PONDOK PESANTREN DARUSY SYAHADAH SIMO KABUPATEN BOYOLALI Heri Sulistiowati; Ruwandi Ruwandi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.20597

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh toleransi terhadap keputusan bercadar, (2) pengaruh perlunya rasa aman terhadap keputusan bercadar, (3) pengaruh toleransi dan perlunya rasa aman terhadap keputusan bercadar di Pondok Pesantren Darusy Syahadah. Kabupaten Simo Boyolali Tahun 2021. Jenis penelitian kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini. Pemilihan dalam metode pengumpulan data dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, yaitu menggunakan kuesioner sebagai alat atau instrumen yang disebarkan. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 102 siswi bercadar, sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 50 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Kemudian dalam pengujian data menggunakan model regresi linier berganda dan uji asumsi klasik pada aplikasi SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sikap toleransi tidak berpengaruh terhadap keputusan bercadar dengan hasil uji t (parsial) sebesar -0,146 nilai signifikansi sebesar 0,884 dan nilai koefisien parameter sebesar -0,029 ke arah negatif. Berdasarkan uji t terbalik keputusan bercadar terhadap sikap toleransi mempunyai pengaruh dengan hasil uji t terbalik (parsial) = 2,566 dengan nilai koefisien sebesar 0,257 dan nilai sig = 0,013 dalam a arah positif. Jadi belum tentu mereka yang mempunyai sikap toleransi memilih atau memutuskan untuk berjilbab. Sebaliknya muslimah yang berjilbab mempunyai sikap toleransi atau yang berjilbab bersifat toleran. (2) Kebutuhan akan rasa aman mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan bercadar dengan nilai uji parsial (uji t) sebesar 4,068 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai koefisien parameter sebesar 0,650 dengan arah positif. (3) Sikap toleransi dan kebutuhan rasa aman mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan bercadar di Pondok Pesantren Darusy Syahadah Simo Kabupaten Boyolali Tahun 2021 dengan nilai uji simultan (uji F) = 12,635 sig = 0,000 <0,05.
Hak Asasi Manusia dan Kewarganegaraan dalam Pendidikan Islam dan Relevansi Kekinian Sohif Maftahal Luthfi; Ruwandi Ruwandi; Muh Saerozi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) dalam pendidikan Islam dengan fokus pada relevansinya di era kekinian, khususnya di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan studi literatur melalui content analysis terhadap sumber-sumber akademik terpilih. Hasil penelitian menunjukkan integrasi Hak Asasi Manusia (HAM) dan kewarganegaraan dalam pendidikan Islam di Indonesia terus berkembang meski menghadapi tantangan, seperti pola pendidikan hierarkis dan rendahnya partisipasi kritis di madrasah maupun pesantren. Regulasi seperti UU Sisdiknas dan UU Pesantren telah memberi fondasi hukum yang kuat, sementara kurikulum berbasis nilai Islam, demokrasi, dan keadilan sosial menjadi langkah strategis merespons tuntutan global. Pendidikan Islam kini tidak hanya membentuk pribadi religius, tetapi juga menanamkan kesadaran sosial, cinta tanah air, serta tanggung jawab sebagai warga negara.
Teachers’ Experiences and Students’ Responses to Digital Platforms in Online English Learning Ruwandi Ruwandi; Alfatihah Dwi Pangestu; Nafian Rahma Fitriyani; Devi Silvia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6499

Abstract

Digital platforms have become an important component in supporting English language learning beyond emergency situations. However, most previous studies focus on pandemic-based online learning, leaving limited insights into non-emergency contexts. This study aims to explore teachers’ experiences and students’ responses to digital platforms used in online English learning during a school renovation period at SMA Negeri 1 Getasan. A qualitative case study design was employed, involving English teachers and five eleventh-grade students selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and document analysis, and analyzed using Miles and Huberman’s interactive model with source triangulation. The findings reveal that Google Classroom and WhatsApp were effective for material delivery and task management, while interactive platforms supported engagement. Nevertheless, challenges emerged related to student motivation, limited interaction, and assessment authenticity. The study concludes that digital platforms are best implemented as complementary tools within a blended learning model rather than as a full replacement for face-to-face instruction.