Diepa Febriana Wulandari
Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Kerusakan Lingkungan Perairan Air Tanah dan Air Rawa Akibat Aktivitas Domesik di Perkampungan Mendawai, Kota Palangka Raya Diepa Febriana Wulandari
Buletin Loupe Vol 19 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i01.1771

Abstract

Saat ini terlihat kecenderungan terjadinya penurunan kualitas air di beberapa daerah, terutama daerah perkotaan. Perkampungan Mendawai terletak di Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya merupakan daerah permukiman padat penduduk. Daerah ini merupakan kawasan rawa yang rawan luapan sungai yang difungsikan sebagai drainase kota. Tujuan penelitian adalah mengetahui jenis dan tingkat kerusakan air tanah dan air rawa. Metode yang digunakan untuk menentukan kualitas air tanah dan air rawa adalah dengan uji laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan sampel air tanah terindikasi tercemar ringan berdasarkan Baku Mutu Air Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 32 Tahun 2017 dengan nilai indeks pencemaran pada titik 1 sebesar 2,293; titik 2 sebesar 3,66; titik 3 sebesar 1,78; titik 4 sebesar 2,47; titik 5 sebesar 2,76; titik 6 sebesar 3,18; titik 7 sebesar 2,59; titik 8 sebesar 1,31; dan titik 9 sebesar 3,493. Air rawa terindikasi tercemar ringan hingga sedang dengan nilai indeks pencemaran titik 1 sebesar 4,87; titik 2 sebesar 4,52; titik 3 sebesar 4,14; titik 4 sebesar 9,71 dan titik 5 sebesar 9,23. Dari data tersebut diketahui bahwa pencemaran yang terjadi pada air rawa turut berperan pada tercemarnya air tanah. Melalui penelitian ini dapat diketahui air tanah pada Perkampungan Mendawai kurang layak digunakan untuk air bersih masyarakat sehingga diperlukan adanya infrastruktur pengolahan air limbah domestik untuk mengurangi pencemaran air tanah serta sosialisasi kesadaran masyarakat untuk peduli lingkungan sekitar. Aktivitas domestik berpengaruh besar pada jenis maupun tingkat kerusakan air tanah dan air rawa terlihat dari tingginya nilai dari parameter-parameter baku mutu air bersih. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama antar masyarakat dan pemerintah setempat pada pengelolaan lingkungan.
Kajian Kerusakan Lingkungan Perairan Air Tanah dan Air Rawa Akibat Aktivitas Domesik di Perkampungan Mendawai, Kota Palangka Raya: A Research on Environmental Damage of The Groundwater and Swamp Water Due to Domestic Activities in Mendawai Village, Palangka Raya City Diepa Febriana Wulandari; Sigit Herumurti; Tjahyo Nugroho Adji
Jurnal Loupe Vol 19 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i01.1771

Abstract

Saat ini terlihat kecenderungan terjadinya penurunan kualitas air di beberapa daerah, terutama daerah perkotaan. Perkampungan Mendawai terletak di Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya merupakan daerah permukiman padat penduduk. Daerah ini merupakan kawasan rawa yang rawan luapan sungai yang difungsikan sebagai drainase kota. Tujuan penelitian adalah mengetahui jenis dan tingkat kerusakan air tanah dan air rawa. Metode yang digunakan untuk menentukan kualitas air tanah dan air rawa adalah dengan uji laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan sampel air tanah terindikasi tercemar ringan berdasarkan Baku Mutu Air Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 32 Tahun 2017 dengan nilai indeks pencemaran pada titik 1 sebesar 2,293; titik 2 sebesar 3,66; titik 3 sebesar 1,78; titik 4 sebesar 2,47; titik 5 sebesar 2,76; titik 6 sebesar 3,18; titik 7 sebesar 2,59; titik 8 sebesar 1,31; dan titik 9 sebesar 3,493. Air rawa terindikasi tercemar ringan hingga sedang dengan nilai indeks pencemaran titik 1 sebesar 4,87; titik 2 sebesar 4,52; titik 3 sebesar 4,14; titik 4 sebesar 9,71 dan titik 5 sebesar 9,23. Dari data tersebut diketahui bahwa pencemaran yang terjadi pada air rawa turut berperan pada tercemarnya air tanah. Melalui penelitian ini dapat diketahui air tanah pada Perkampungan Mendawai kurang layak digunakan untuk air bersih masyarakat sehingga diperlukan adanya infrastruktur pengolahan air limbah domestik untuk mengurangi pencemaran air tanah serta sosialisasi kesadaran masyarakat untuk peduli lingkungan sekitar. Aktivitas domestik berpengaruh besar pada jenis maupun tingkat kerusakan air tanah dan air rawa terlihat dari tingginya nilai dari parameter-parameter baku mutu air bersih. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama antar masyarakat dan pemerintah setempat pada pengelolaan lingkungan.
PENENTUAN POLA PENGUMPULAN DAN PENGANGKUTAN SAMPAH DI KELURAHAN LOK BAHU, KOTA SAMARINDA Nuzula Elfa Rahma; Wardatul Hidayah; Haryatie Sarie; Taufiq Rinda Alkas; Diepa Febriana Wulandari; Adi Supriadi; Fachruddin Azwari; Martha Ekawati Siahaya; Christine Elia Benedicta; Kemala Hadidjah; Niswatun Hasanah
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v8i2.17009

Abstract

Kota Samarinda merupakan wilayah urban dengan jumlah dan kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Sebagaimana wilayah urban di Indonesia, Samarinda juga menghadapi tantangan besar terkait penanganan sampah kota. Hal ini terlihat dari makin besarnya peningkatan produksi sampah yang berujung pada besarnya volume sampah yang tidak terangkut. Ini tentunya menuntut penyelenggaraan pengelolaan sampah yang lebih baik. Salah satunya dari aspek pengumpulan dan pengangkutan sampah dari sumber hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola pengumpulan sampah dan pengangkutan sampah di Kelurahan Lok Bahu Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda melalui pendekatan zonasi berdasarkan pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) No. 03/PRT/M/2013. Penelitian ini dilaksanakan di 10 RT di Kelurahan Lok Bahu Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari-Maret 2024. Metode pengambilan data bersumber dari observasi dan wawancara. Selanjutnya dilakukan pengisian checklist kriteria mencakup pola pengumpulan sampah sesuai Permen PU No. 03/PRT/M/2013 tentang penyelenggaraan prasarana dan sarana persampahan dalam penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah sampah rumah tangga. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa pola terbaik untuk pengumpulan dan pengangkutan sampah di area studi adalah pola komunal tidak langsung. Pola ini paling sesuai karena kondisi topografi yang datar dan aksesibilitas jalan yang memadai memungkinkan penempatan wadah komunal di lokasi strategis. Selain itu, kepadatan dan keteraturan pemukiman membuat pola komunal tidak langsung ideal untuk mengumpulkan sampah dari beberapa titik sebelum diangkut ke TPS, menjadikannya pilihan paling efektif untuk pengelolaan sampah di area studi