Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA HUTAN MANGROVE PT INHUTANI I UNIT BATU AMPAR-MENTAWIR KELURAHAN MENTAWIR KECAMATAN SEPAKU KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA Suharyono Suharyono; Marlon Ivanhoe Aipassa; Dewi Embong Bulan; Karyati Karyati; Yaya Rayadin; Martha Ekawati Siahaya; Yosep Ruslim; Rochadi Kristiningrum
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i2.6774

Abstract

Penelitian  ini  merupakan  penelitian  deskriptif  dengan  pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar potensi ekowisata hutan mangrove pada kawasan lindung PT Inhutani I Unit Batu Ampar – Mentawir  yang dapat dikembangkan sebagai ekowisata hutan mangrove selanjutnya, mengetahui bagaimanakah strategi pengembangan yang dapat dilakukan oleh PT Inhutani I Unit Batu Ampar-Mentawir terhadap  ekowisata hutan mangrove pada kawasan lindung berbasiskan pemberdayaan masyarakat lokal. Metode penelitian dilakukan dengan cara observasi lapangan, wawancara, kuesioner dan studi literatur selanjutnya dianalisa menggunakan SWOT. Berdasarkan observasi lapangan diketahui adanya potensi sumberdaya ekowisata hutan mangrove dan destinasi wisata lainnya sangat layak untuk dikembangkan, hasil kuesioner tentang persepsi pengelola, pengunjung, masyarakat sekitar hutan (kelompok sadar wisata) dan instansi pemerintah diketahui adanya minat sangat tinggi, hasil wawancara mendalam diperoleh informasi potensi dan pengembangan destinasi ekowisata lainnya, hasil deliniasi peta citra diperoleh data luasan kerapatan tegakan mangrove dan hasil studi literatur diketahui keanekaragaman vegetasi mangrove dan biodiversity. Strategi pengembangan ekowisata berdasarkan SWOT menunjukkan bahwa strategi pengembangan ekowisata hutan mangrove terletak pada kuadran (1) satu pada titik sumbu X positif dengan nilai 1,65 dan titik sumbu Y positif dengan nilai 1,65 sehingga dinyatakan sangat menguntungkan untuk pengembangan ekowisata hutan mangrove. (dimana aspek dari dalam lebih besar dari pada aspek dari luar dan aspek kekuatan dan peluang lebih baik dari pada aspek kelemahan dan ancaman).
UPAYA PENINGKATAN PEMANFAATAN SAMPAH DALAM PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA PADA POKMAS CENDANA KARANG ANYAR SAMARINDA Azwari, Fachruddin; Triyono, Joko; Wahyuni, Rusli; Pangaribowo, Estu; Siahaya, Martha Ekawati; Hadidjah, Kemala; Benedicta, Christine Elia; Rajab, Arini; Sumpala, Andi Gita Tenri; Layuk, Christopaul P Toding
PIKAT Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK Vol. 5 No. 2 (2024): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/pikat.v5i2.1234

Abstract

Warga Kelurahan Karang Anyar belum optimal dalam menangani permasalahan sampah rumah tangga khususnya sampah organik.  pengelolaan sampah menjadi permasalahan warga yang belum dapat terselesaikan di kelurahan karang anyar sehingga perlu dicarikan solusi. Tujuan dari kegiatan pengelolaan sampah adalah mewujudkan tata kelola sampah terpadu, menyeluruh, sistematis dan berkesinambungan dengan cara pengurangan, pengumpulan, pemilahan serta pemrosesan akhir sampah yaitu dengan proses daur ulang serta pemanfaatan dengan teknologi komposting. Pengelolaan sampah rumah tangga harus dilakukan secara intensif, komprehensif dan terpadu agar memberikan manfaat lingkungan yang sehat dan nyaman serta meningkatkan partisipasi masyarakat Kelurahan Karang Anyar, Kota Samarinda dalam pengelolaan sampah. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat dilakukan dengan mengadakan Sosialisasi dan Penyuluhan Masyarakat tentang upaya pengelolaan sampah yang baik dengan metode 5R serta mendorong penggunaan sistem pemilahan sampah rumah tangga secara sederhana. Dengan menggandeng Kelompok Masyarakat (Pokmas) Cendana di Kelurahan Karang Anyar Kec. Sungai Kunjang Kota Samarinda untuk mensosialisasikan pentingnya pemilahan sampah dan pengurangan sampah dengan metode 5R sehingga meningkatkan pengetahuan Masyarakat tentang Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga menjadi material bernilai ekonomis seperti kompos, ecobrick, ecoenzyme dan kerajinan tangan.
PENENTUAN POLA PENGUMPULAN DAN PENGANGKUTAN SAMPAH DI KELURAHAN LOK BAHU, KOTA SAMARINDA Nuzula Elfa Rahma; Wardatul Hidayah; Haryatie Sarie; Taufiq Rinda Alkas; Diepa Febriana Wulandari; Adi Supriadi; Fachruddin Azwari; Martha Ekawati Siahaya; Christine Elia Benedicta; Kemala Hadidjah; Niswatun Hasanah
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v8i2.17009

Abstract

Kota Samarinda merupakan wilayah urban dengan jumlah dan kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Sebagaimana wilayah urban di Indonesia, Samarinda juga menghadapi tantangan besar terkait penanganan sampah kota. Hal ini terlihat dari makin besarnya peningkatan produksi sampah yang berujung pada besarnya volume sampah yang tidak terangkut. Ini tentunya menuntut penyelenggaraan pengelolaan sampah yang lebih baik. Salah satunya dari aspek pengumpulan dan pengangkutan sampah dari sumber hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola pengumpulan sampah dan pengangkutan sampah di Kelurahan Lok Bahu Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda melalui pendekatan zonasi berdasarkan pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) No. 03/PRT/M/2013. Penelitian ini dilaksanakan di 10 RT di Kelurahan Lok Bahu Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari-Maret 2024. Metode pengambilan data bersumber dari observasi dan wawancara. Selanjutnya dilakukan pengisian checklist kriteria mencakup pola pengumpulan sampah sesuai Permen PU No. 03/PRT/M/2013 tentang penyelenggaraan prasarana dan sarana persampahan dalam penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah sampah rumah tangga. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa pola terbaik untuk pengumpulan dan pengangkutan sampah di area studi adalah pola komunal tidak langsung. Pola ini paling sesuai karena kondisi topografi yang datar dan aksesibilitas jalan yang memadai memungkinkan penempatan wadah komunal di lokasi strategis. Selain itu, kepadatan dan keteraturan pemukiman membuat pola komunal tidak langsung ideal untuk mengumpulkan sampah dari beberapa titik sebelum diangkut ke TPS, menjadikannya pilihan paling efektif untuk pengelolaan sampah di area studi
Analisis Kandungan COD dan Besi (Fe) pada Air Limbah di Perkebunan Kelapa Sawit sebagai Indikator Pencemaran Lingkungan Nur Isra; Wina, Lun; Supriadi, Adi; Siahaya, Martha Ekawati
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 17 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/3gd7bb53

Abstract

Air limbah merupakan salah satu sumber pencemar yang dapat menurunkan kualitas lingkungan apabila tidak diolah sesuai baku mutu yang berlaku. Parameter Chemical Oxygen Demand (COD) dan logam berat besi (Fe) menjadi indikator penting dalam menilai tingkat pencemaran air limbah karena keduanya mencerminkan kandungan bahan pencemar organik, anorganik, serta logam yang berpotensi mengganggu ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan logam berat besi (Fe) pada air limbah workshop dan domestik di perkebunan kelapa sawit, kemudian disesuaikan hasil pengujian dengan baku mutu air limbah yang berlaku. Metode yang digunakan adalah pengujian laboratorium terhadap lima sampel air limbah. Parameter COD dianalisis menggunakan metode refluks tertutup dengan spektrofotometer UV-Vis mengacu pada SNI 6989.2:2019, sedangkan kadar Fe dianalisis menggunakan spektrofotometer serapan atom (SSA/AAS) pada panjang gelombang 248,3 nm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada parameter COD, sampel kode 1 dan 2 dari limbah workshop kelapa sawit serta sampel kode 3 dari limbah domestik tidak memenuhi baku mutu, sedangkan sampel kode 4 dan 5 memenuhi baku mutu. Pada parameter Fe, sampel kode 1 dan 2 memiliki kadar Fe sebesar 28,0920 mg/L dan 12,7949 mg/L sehingga melebihi baku mutu 5 mg/L, sedangkan sampel kode 3, 4, dan 5 memenuhi baku mutu dengan kadar Fe masing-masing 0,1256 mg/L, 0,0254 mg/L, dan 0,0219 mg/L. Analisis menunjukkan bahwa beberapa sampel air limbah memiliki konsentrasi COD dan Fe yang masih melebihi ambang batas, sehingga penguatan sistem pengolahan diperlukan, terutama pada tahap pra-pengolahan, filtrasi, dan pengendalian sumber pencemar, untuk mencegah degradasi kualitas lingkungan.