Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Efektivitas Perawatan Paliatif Terhadap Kualitas Hidup Pasien Kanker Berbasis Rumah: Literature Review Anita Ndruru; Sry Rumondang; Riswani Tanjung
Elisabeth Health Jurnal Vol 8 No 1 (2023): Edisi Juni 2023 : Elisabeth Health Jurnal
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/ehj.v8i1.520

Abstract

Introduction : Cancer is still a health problem with a high mortality rate. Cancer sufferers also experience symptoms that are very disturbing to comfort, causing a decrease in the quality of life of cancer patients. The palliative care program is a treatment using an approach method whose main goal is to improve the quality of life of cancer patients. This literature review is to provide an overview of the effectiveness of palliative care in improving the quality of life of cancer patients.Method : The search for literature reviews uses 3 databases that is Google Scholar, Science Direct, and Proquest. Articles used as literature sources were selected based on the established inclusion criteria, that is: 1) Journal publication in the period 2018-2023; 2) Population/sample aged ≥ 18 years; 3) The patient's diagnosis is cancer; 4) Home-based palliative care; 5) National & International accredited journals (ISSN, ISBN, DOI); 6) Full text articles.Result : There were 10 journals which stated that palliative care was effective in improving the quality of life of patients. The role of the family in palliative care has a positive impact on the patient's quality of life. Apart from family, assistance from health workers and cadres is needed to help maintain the patient's life, so that the patient can accept his current conditionConclusion : Home-based palliative care further enhances the patient's welfare, because the home is the most comfortable place and is the final resting place for them. With the support of palliative care provided by the family both physically, psychologically and basic needs the patient can reduce anxiety and increase a positive outlook on acceptance of his current body condition. Apart from the role of the family, health workers and health cadres also need to take part in palliative care.
Edukasi Hipertensi dan Stroke di Pusat Rehabilitasi Kusta Gema Kasih Galang Sitindaon, Sry Rumondang; Napitupulu, David Sumanto; Sihombing, Ruth Agree Kartini; Ndruru, Anita; Pakpahan, Rotua Elvina
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.5000

Abstract

Hipertensi ialah salah satu penyakit yang banyak dijumpai, disebabkan pola hidup yang tidak sehat. Banyak penderita hipertensi kurang memperhatikan pola hidup mereka, kurang mengetahui dampak dari hipertensi sehingga tidak merubah gaya hidup dan jarang memeriksakan kesehatan sehingga tidak jarang sampai dijumpai komplikasi yaitu stroke. Stroke juga merupakan penyebab kematian yang sering dijumpai, karena terjadi perdarahan atau penyempitan saraf di otak karena pola hidup yang tidak sehat. Tujuan dari kegiatan pengabdian yang berupa edukasi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan hipertensi dan stroke di Pusat Rehabilitasi Kusta Gema Kasih Galang. Dari penyuluhan yang kami sampaikan diharapkan masyarakat dapat menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari dengan rajin berolahraga, diet rendah lemak dan melakukan pemeriksaan rutin. Hasil yang diperoleh sebelum dan setelah dilakukan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat dari 11 orang (61,1%) memiliki pengetahuan baik, 6 orang (33,3%) pengetahuan cukup dan 1 orang (5,6%) pengetahuan kurang meningkat menjadi 15 orang (83,3%) memiliki pengetahuan baik dan 3 orang (16,7%) memiliki pengetahuan cukup setelah diberikan edukasi kesehatan. Edukasi hipertensi dan stroke ini dapat memberikan informasi yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh dalam kehidupan sehari-hari supaya terhindar dari penyakit.
Knowledge of Basic Life Support (BLS) for High School Students Ndruru, Anita; Sitindaon, Sry Rumondang; Mendrofa, Deskrisman Stefan
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal EduHealt, Edition July - September , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BLS is a first aid measure for victims who experience cardiac arrest and respiratory arrest. This includes identifying the person in cardiac arrest, calling an ambulance and performing cardiopulmonary resuscitation, and being able to use an Automated External Defibrillator (AED) to assist the victim. Knowledge of Basic Life Support (BLS) is very important for high school students as an effort to improve preparedness in dealing with emergency conditions. The purpose of this study to determine the overview of high school students knowledge about BLS. The method used is descriptive survey with cross sectional approach. Data collection was obtained through the distribution of questionnaires to 36 samples of SMA Era Utama. The results found that the average knowledge of SMA Era Utama about BLS is as much as 39.02. So in this case, the majority of SMA Era Utama do not know about basic life support (BLS). This study suggests the need for greater integration of BLS at the high school level and increased access to practical training for students to improve their preparedness for emergency situations, especially in victims of cardiac arrest.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG PENANGANAN PERTAMA KEGAWATDARURATAN KEJANG DEMAM PADA ANAK Sitindaon, Sry Rumondang; Tondang , Gryttha; Ambarita , Bernadetta; Ndruru, Anita; Bangun , Kristina
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes), Edisi Juni 2025
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/jupkes.v4i2.50

Abstract

Edukasi kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang tindakan awal kegawatdaruratan kejang karena demam pada buah hati. Pendidikan kesehatan yang diberikan kepada orang tua dapat meningkatkan pemahaman mereka untuk mengatasi kejang demam pada anak. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2023 terdapat lebih dari 18,3 juta kasus kejang dengan lebih dari 154 ribu kematian di Asia, prevalensi kejang demam mencapai 8,3–9,9% pada tahun yang sama. Prevalensi kejang demam pada anak di Indonesia mengalami peningkatan dari 3,5% pada tahun 2013 menjadi 5% pada tahun 2023. Tujuan diskusi dalam ruang kesehatan ini memberikan informasi dan pendidikan kesehatan mengenai tindakan awal kegawatdarurarat kejang demam pada anak kepada masyarakat. Sasaran kegiatan ini adalah setiap orang yang mendengar Radio Maria Indonesia dan sekitarnya. Metode yang digunakan adalah diskusi serta tanya jawab secara langsung melalui siaran Radio Maria. Hasil dari kegiatan ini 4 orang yang bertanya tentang kejang demam yang pernah dialami dikehidupan sehari-hari, dan setelah diberikan penjelasan oleh narasumber pendengar radio maria merasa puas dengan jawaban yang telah diberikan. Penanganan kejang demam harus segera dilakukan adalah menjaga keamanan anak, membaringkannya ditempat yang aman dan datar, serta memiringkan tubuhnya untuk mencegah tersedak.
“SADARIku, Aku Cinta Diri!”: Edukasi Remaja Deteksi Dini Kanker Payudara Sitindaon, Sry Rumondang; Sinabariba, Merlina; Pakpahan, Rotua Elvina; Mendrofa, Deskrisman Stefan; Ndruru, Anita
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja adalah masa peralihan menuju dewasa, dimulai dari perubahan fisik dan psikologis. Remaja umumnya kurang memiliki sikap untuk mencegah terjadinya penyakit tidak menular seperti kanker payudara. Kejadian kanker payudara yang tinggi sering kali berujung pada kematian. Namun, jika tanda dan gejala kanker payudara dapat ditemukan sedini mungkin, maka peluang kesembuhan akan semakin besar. Salah satu cara efektif untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini adalah dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), terutama pada remaja dan wanita memasuki usia reproduksi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kesadaran remaja untuk melakukan pemeriksaan SADARI secara teratur setiap bulan, sehingga dapat meminimalkan risiko kanker payudara dan menurunkan angka kejadiannya. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan demonstrasi teknik SADARI kepada remaja. Keberhasilan kegiatan ini diukur dari kemampuan remaja untuk melakukan pemeriksaan SADARI dengan benar setelah mengikuti penyuluhan dan demonstrasi. Hasil: Remaja telah memahami dan menguasai pemeriksaan cara melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dengan baik. Pengabdian masyarakat yang telah dilakukan telah meningkatkan kemampuan remaja dalam melakukan pemeriksaan payudara sendiri untuk deteksi dini kanker payudara. Dengan demikian, diharapkan risiko kanker payudara dapat ditekan dan tingkat kesembuhan meningkat
Pengaruh demonstrasi bantuan hidup dasar (BHD) terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa SMA: Literatur review Ndruru, Anita; Mendrofa, Deskriman Stefan; Sitindaon, Sry Rumondang; Gulo, Barce Inel Crevis
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2249

Abstract

Background: The community, as the primary target, is expected to provide rapid and appropriate treatment, with a high potential for encountering cardiac arrest victims in their immediate surroundings beyond the reach of healthcare workers. Therefore, community-based rescue is expected. Purpose: To analyze the effect of Basic Life Support (BLS) demonstrations on improving the knowledge and skills of high school students. Method: A systematic literature review was conducted. The search began with references from Google Scholar and Science Direct, including articles published between 2020 and 2025 related to BLS, skills, knowledge, and high school students. Results: A total of 150 articles were included in the identification process, of which 10 met the inclusion criteria, consisting of journals published between 2020 and 2025, and journals with national and international accreditation (ISSN, ISBN, DOI). Conclusion: Based on the search results, 10 journals reviewed were related to the effect of BLS demonstrations on improving the knowledge and skills of high school students. One of the factors causing lay people to fail in performing first aid is inadequate knowledge and skills regarding first aid for cardiac arrest victims.   Keywords: Basic Life Support (BLS); High School Students; Knowledge; Skills.   Pendahuluan: Penanganan yang cepat dan tepat akan diwujudkan oleh masyarakat sebagai sasaran utama yang berpotensi tinggi menemukan korban henti jantung di lingkungan sekitar diluar jangkauan dari petugas kesehatan, sehingga diharapkan penyelamatan bantuan hidup dasar dari masyarakat. Tujuan: Untuk menganalisis Pengaruh Demonstrasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa SMA. Metode: Penelitian Systematic Literature Review. Pencarian diawali dengan menemukan referensi dari database google scholar dan Sciencedirect, artikel yang diterbitkan antara tahun 2020-2025 terkait database Bantuan hidup dasar (BHD), keterampilan, pengetahuan, dan siswa SMA. Hasil: Sebanyak 150 artikel yang masuk dalam proses identifikasi, 10 artikel diantaranya sesuai dengan kriteria inklusi yang terdiri dari jurnal yang dipublikasikan dalam kurun waktu 2020-2025, jurnal yang telah terakreditasi nasional dan internasional (ISSN, ISBN, DOI). Simpulan: Berdasarkan hasil penelusuran, 10 jurnal yang telah ditelaah terkait dengan pengaruh demonstrasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa SMA. Salah satu faktor penyebab masyarakat awam gagal dalam melakukan penyelamatan pertama disebabkan oleh pengetahuan dan kemampuan yang kurang memadai terkait pertolongan pertama korban henti jantung.    Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar (BHD); Keterampilan; Pengetahuan; Siswa SMA.