Henny Adriani Puspitasari, Henny Adriani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Bone Mineral Disorders in Children with Predialysis Chronic Kidney Disease Correlates with Short Stature Rania, Ghina; Puspitasari, Henny Adriani; Hidayati, Eka Laksmi; Hafifah, Cut Nurul
Archives of Pediatric Gastroenterology, Hepatology, and Nutrition Vol. 3 No. 1 (2024): APGHN Vol. 3 No. 1 February 2024
Publisher : The Indonesian Society of Pediatric Gastroenterology, Hepatology, and Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58427/apghn.3.1.2024.12-23

Abstract

Background: The increasing prevalence of malnutrition and growth impairment among children with CKD could impact the prognosis and the preferred intervention. Therefore, this study aimed to identify the nutritional status of children with CKD and its relating factors. Method: A cross-sectional study was conducted in a tertiary, national-referral teaching hospital in Jakarta. Sociodemographic and laboratory data were obtained from medical records. Body weight and height of participants were measured using digital scale and stadiometer, respectively. Growth and nutritional status indicators such as BMI-for-age, weight-for-height, height for age, and weight for age were quantified and plotted using WHO Anthro and Anthroplus application. Result: A total of 18 participants aged 3-17 years old with CKD stage 3 – 5 were included in this study. BMI measurements showed a z-score average of -1.02, while the mean z-score for height-for-age was of -2.71. Our study demonstrated a significant association between the height-for-age and mineral bone in children with CKD (p = 0.005). However, we found no association between mineral bone disorder with other indicators of nutritional status. Furthermore, our study also found no significant relation between nutritional status and other influencing factors including the stage of CKD, duration of CKD, age, gender, primary etiological factor, hypertension, anemia, age, familial economic status, disease duration, and parental education level demonstrates no significant correlation (p > 0.05). Conclusion: Children with stage 3 – 5 CKD in the pre-dialysis phase are shown to be underweight and short statured but with normal nutritional status. Mineral bone disorder was revealed to be significantly associated with height-for-age in children with CKD.
Sindrom Nefrotik Idiopatik Sensitif Steroid pada Anak: Telaah Perbandingan Panduan Klinis Trihono, Partini Pudjiastuti; Fahlevi, Reza; Kinesya, Edwin; Hidayati, Eka Laksmi; Puspitasari, Henny Adriani; Pardede, Sudung Oloan
Sari Pediatri Vol 25, No 4 (2023)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.4.2023.231-42

Abstract

Latar belakang. Sindrom nefrotik idiopatik merupakan penyakit ginjal tersering pada anak di dunia. Penelitian terkait sindrom nefrotik idiopatik pada anak terus berkembang. Namun, pada praktiknya masih terdapat variasi yang lebar terkait evaluasi dan tata laksana sindrom nefrotik idiopatik pada anak di dunia. Tujuan. Membandingkan panduan klinis sindrom nefrotik idiopatik sensitif steroid pada anak. Metode. Membandingkan empat panduan klinis sindrom nefrotik idiopatik sensitif steroid pada anak, yaitu panduan klinis sindrom nefrotik idiopatik Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2012, Kidney Disease Improving Global Outcome tahun 2021, International Pediatric Nephrology Association tahun 2022, dan Indian Society of Pediatric Nephrology tahun 2021. Dikembangkan 7 lingkup bahasan kajian, meliputi diagnosis, pemeriksaan penunjang awal, batasan kriteria, dan terapi sindrom nefrotik inisial, sindrom nefrotik relaps jarang, sindrom nefrotik relaps sering dan sindrom nefrotik dependen steroid.Hasil. Didapatkan beberapa perbedaan mendasar yang ditemukan, antara lain, terkait batasan proteinuria dan hipoalbuminemia yang digunakan, dosis maksimal steroid, definisi relaps sering, pilihan terapi imunosupresan pada SN relaps sering, dependen steroid, dan pemeriksaan genetik yang dirasonalisasikan berdasarkan bukti-bukti penelitian terbaru.Kesimpulan. Terdapat beberapa perbedaan mendasar antara panduan klinis sindrom nefrotik idiopatik Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2012 dengan panduan klinis terbaru lainnya. Perlu dipertimbangkan pembaharuan konsensus sindrom nefrotik di Indonesia dengan menelaah bukti ilmiah terbaru dan disesuaikan dengan ketersediaan obat serta fasilitas pemeriksaan di Indonesia. 
Disfungsi Jantung Subklinis pada Anak yang Menjalani Hemodialisis Rahmadhany, Anisa; Puspitasari, Henny Adriani; Ufairah, Kamilia Rifani
Sari Pediatri Vol 25, No 6 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.6.2024.356-62

Abstract

Latar belakang. Mortalitas anak dengan penyakit ginjal kronik paling sering disebabkan oleh komplikasi kardiovaskular yang dapat terjadi sejak stadium awal penyakit. Pada anak yang menjalani hemodialisis, banyak faktor untuk terjadinya disfungsi kardiovaskular, seperti kadar hemoglobin, laju ultrafiltrasi yang tinggi dan derajat kelebihan cairan. Teknik ekokardiografi dua dimensi dengan speckle tracking echocardiography merupakan metode yang sensitif untuk menilai penurunan fungsi jantung pada stadium awal. Di Indonesia, saat ini penelitian metode tersebut belum banyak dilakukan pada anak dengan penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Tujuan. Untuk mengetahui sensitivitas dan spesifisitas speckle-tracking echocardiography dalam mendeteksi disfungsi jantung subklinis pada anak dengan penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.Metode. Penelitian potong lintang dilakukan terhadap 33 pasien hemodialisis anak di Unit Dialisis Pediatrik Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Data demografis dan klinis diperoleh dari rekam medik elektronik. Penilaian dan interpretasi ekokradiografi dilakukan oleh dokter kardiologi anak.Hasil. Hampir sebagian besar subyek memiliki disfungsi jantung subklinis dengan pemeriksaan global longitudinal strain speckle-tracking echocardiography. Sensitivitas dan spesifisitas sebesar 90% dan 70%.Kesimpulan. Pemeriksaan global longitudinal strain speckle-tracking echocardiography memiliki sensitivitas yang baik dalam mendeteksi disfungsi jantung subklinis pada anak yang menjalani hemodialisis.