Arhamuddin Ali, Arhamuddin
STKIP Kusuma Negara

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Relevansi Selera Musikal dengan Politik Golongan di Indonesia Era Soekarno Ali, Arhamuddin
PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol 1, No 1 (2016): Pra Modern, Modern, Post Modern
Publisher : Pascasarjana ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.487 KB) | DOI: 10.26742/pantun.v1i1.739

Abstract

The aim of this study is to explain differences in musical tastes in upper social class. The study also describes the relationship between musical tastes with the political groups in the community of Indonesia in Sukarno era. As a conceptual basis, we use the views of Bourdieu about habitus, arenas, andcultural capital. Also used a conceptual view of the Schuessler relationship of musical tastes and ages.This case study concludes that the old group closed with the development of new music tends to assume the old music as the best. On the other side, the young man open to the development of new types of music. Besides, the differences in musical tastes of young and old groups lead to a clash between them. Differences in their taste of music creates an identity as a differentiator between them, resulting in a process of political groups in it.Keywords: musical tastes, political group, age and identity
Hubungan Strategi Distinction Masyarakat Makassar Dengan Penggunaan Bebunyian Kultural Ganrang Pa‘Balle dalam Upacara Ritual Pernikahan Ali, Arhamuddin
Awilaras Vol 11 No 1 (2024): Memahami Distingsi Budaya Melalui Musik Tradisional
Publisher : LPPM ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jal.v11i1.3388

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan membahas dan mengkritisi penggunaan bebunyian kultural ganrang pa’balle dalam konteks ritual pernikahan masyarakat Makassar. Data yang diperoleh berdasarkan observasi dan analisis literatur menunjukkan adanya perbedaan pola tabuhan ganrang pa’balle jika digunakan dalam pernikahan kalangan karaeng, anak karaeng paninik dan tau samarak. Berdasar dari konsep pemikiran Bourdieu, hal itu merupakan strategi distinction. Strategi ini digunakan oleh kalangan karaeng untuk melegitimasi dominasi relasi kuasanya terhadap kelas di bawahnya dalam konteks arena sosial.Kata kunci: ganrang pa’balle, pernikahan, distinction, dan relasi kuasa
Implementasi Pendekatan Inovasi Rumus Matematika melalui Musik dan Aktivitas (IRAMA): Studi Kasus Strategi Mnemonik dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Faujiah, Evi; Dwiprabowo, Risky; Ali, Arhamuddin; Budiono, Budiono
PUSAKA: Journal of Educational Review Vol. 3 No. 1 (2025): Strategies and Values in Education: Psychological, Cultural, and Managerial App
Publisher : S&Co Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56773/pjer.v3i1.93

Abstract

Matematika sering dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang abstrak dan sulit, terutama bagi siswa sekolah dasar ketika harus menghafal dan menerapkan rumus. Kondisi ini sering memicu kecemasan matematika dan rendahnya motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan pendekatan IRAMA (Innovation Approach of Mathematical Formulas through Music and Activities) sebagai strategi mnemonik untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengingat dan menerapkan rumus matematika. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan melibatkan 32 siswa kelas IV dan dua guru matematika di SDI JIS Jakarta. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, tugas tertulis siswa, dan wawancara guru. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam recall dan penerapan rumus, dari 56% sebelum intervensi menjadi 87% setelah penerapan IRAMA. Selain itu, pendekatan ini juga meningkatkan keterlibatan, mengurangi kecemasan, serta membangun sikap positif siswa terhadap matematika. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa IRAMA tidak hanya efektif secara kognitif tetapi juga berkontribusi pada penguatan aspek afektif dan sosial dalam pembelajaran matematika.
Relevansi Selera Musikal dengan Politik Golongan di Indonesia Era Soekarno Ali, Arhamuddin
PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 1 No. 1 (2016): Pra Modern, Modern, Post Modern
Publisher : Postgraduate Program of Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/pantun.v1i1.739

Abstract

The aim of this study is to explain differences in musical tastes in upper social class. The study also describes the relationship between musical tastes with the political groups in the community of Indonesia in Sukarno era. As a conceptual basis, we use the views of Bourdieu about habitus, arenas, andcultural capital. Also used a conceptual view of the Schuessler relationship of musical tastes and ages.This case study concludes that the old group closed with the development of new music tends to assume the old music as the best. On the other side, the young man open to the development of new types of music. Besides, the differences in musical tastes of young and old groups lead to a clash between them. Differences in their taste of music creates an identity as a differentiator between them, resulting in a process of political groups in it.Keywords: musical tastes, political group, age and identity
SONG PREFERENCES IN MUSIC LEARNING IN PRIMARY SCHOOLS: A STUDY OF TEACHERS' HABITUS AND CULTURAL CAPITAL BASED ON PIERRE BOURDIEU'S APPROACH Ali, Arhamuddin; Faujiah, Evi; Dwiprabowo, Risky; Herzamzam, Dyah Anungrat; Murtiono, Aufaa Luthfiah; Oktaviona, Radhana; Ola, Matheus Musen
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 Number 1 (January 2026)
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jpm.v7i1.6625

Abstract

This research is motivated by the importance of music, especially songs, in elementary school learning, which not only serves as entertainment but also functions as a pedagogical medium that supports the learning process and the formation of students' character. The purpose of this study is to analyze how music arts teachers use songs in their teaching and to examine the interaction among habitus, cultural capital, and the school arena in music education practice. The research uses a qualitative, case study design following the Creswell model, conducted in SD Jakarta Timur Region II during the 2025/2026 semester, with music teacher subjects selected through purposive sampling. Data was obtained through observation, in-depth interviews, and documentation studies, then analyzed qualitatively through the stages of data reduction, presentation, and verification. The results showed that the interaction among habitus, cultural capital, and curriculum demands influenced teachers' song choices in elementary school music learning. The teacher's personal habitus and experience encourage the use of both traditional and popular children's songs, while institutional cultural capital emphasizes national and thematic songs. On the other hand, contemporary social dynamics open up space for teachers to adopt songs from digital media to be more in tune with students' world.
ALAT MUSIK TRADISI GENDONG-GENDONG KABUPATEN BARRU SULAWESI SELATAN ALI, ARHAMUDDIN
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 2 No 1 (2012): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jh.v2i1.11744

Abstract

Alat musik gendong-gendong merupakan hasil karya estetis yang lahir dari kehidupan  sosial masyarakat yang mengedepankan nilai-nilai berdasarkan estetika dan etika orang bugis. Hadirnya alat musik gendong-gendong dalam masyarakat mencerminkan tentang cara dan pengolahan kekayaan alam secara tradsional pada tatanan kehidupan masyarakat.  Nilai-nilai musikal gendong-gendong tak lepas dari peradaban orang bugis Sulawesi-Selatan khususnya pada masyarakat Dusun Mattirodeceng Desa Pujananting Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru yang dipengaruhi oleh peradaban-peradaban asing yang memperkaya budaya tradisi masyarakat.Alat musik gendong-gendong merupakan salah satu alat musik tradisional Sulawesi-Selatan yang tergolong dalam penggolongan idiophones yang masih memiliki kandungan nilai sosial dalam masyarakat yang berhubungan dengan peradaban orang bugis sebagai salah satu suku di Sulawesi-Selatan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disarankan  pendataan tentang segala bentuk kesenian tradisional Sulawesi-Selatan segera dilakukan untuk menjaga keaslian dan menjadi literatur tentang data-data tersebut. Semua lembaga penelitian hendaknya menjadikan kegiatan tersebut sebagai salah satu prioritas untuk menumbuh kembangkan semangat meneliti dibidang seni budaya lokal.