Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pengolahan Kelapa Parut Kering (Desiccated Coconut) (Studi Kasus Pada PT. Gailolo Coco Industri di Desa Luari Kecamatan Tobelo Utara) Lakamisi, Haryati; Umasugi, Linda
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.1.49-52

Abstract

Kelapa merupakan salah satu penghasil bahan makanan yang sangat penting dalam kehidupan rakyat Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa 75% dari minyak nabati dan 8% dari konsumsi protein bersumber dari kelapa. Salah satu hasil dari bagian kelapa yaitu daging kelapa dapat dimanfaatkan sebagai kelapa parut kering (desiccated coconut).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha pengolahan kelapa parut kering pada PT.Gailolo Coco IndustridiDesa Luari Kecamatan Tobelo Utara dengan menggunakan kriteria investasi.Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa usaha pengolahan kelapaparut kering pada PT.Gailolo Coco Industrilayak dan menguntungkan dengan nilai NPV yang positif, sebesar Rp.4,602,431,497.25; nilai Net B/C ratio sebesar 2,91; nilai IRR sebesar 68% atau lebih besar dari suku bunga bank yang berlaku saat ini yaitu 9%; serta nilai  PBP yaitu 7 Bulan 15 Hari.
Analysis of Processing and Income of Nutmeg Products at Home Industry Fala Tanawan in Maliaro Village, Central Ternate City Anwar, Gian Nofita; Lakamisi, Haryati; Muhammad, Munawir; Ekaria, Ekaria; Marsaoly, Hasrul
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 17 No. 2 (2024): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/agrikan.v17i2.2213

Abstract

This research aims to determine the nutmeg processing process and analyze income from processing nutmeg products at the Fala Tanawan Home Industry in Maliaro Village, Central Ternate District. The method used in this research is a quantitative descriptive analysis method which includes production costs, receipts and income. The results of this research are the nutmeg production process at the Fala Tanawan Home Industry in Maliaro Village, Central Ternate City, which starts from the nutmeg ripening process until entering the packaging stage. This aims to increase the selling value of nutmeg so that 4 products can be created, including nutmeg syrup. , bebidas reis, crunchy nutmeg and nutmeg juice. The income from the nutmeg processing business is the difference between the total revenue received and the total production costs incurred. The income of the Fala Tawan Home Industry, Maliaro Village, Central Ternate City, from all the processed nutmeg products produced, namely total income from nutmeg syrup amounting to Rp. 12,172,779, bebidas reis amounting to Rp. 1,967,779, crispy nutmeg amounting to Rp. 7,099,779 and total income from nutmeg juice products amounting to 2,017,779. In accordance with the income from the processed products produced, the income level is still relatively high, even though these products are not routinely produced at the Fala Tawan Home Industry.
Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Kelapa Sawit yang Go Public di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2013-2017 Muhammad Riyanto; Haryati La Kamisi; Munawir Muhammad; Ekaria Ekaria
BIOSAINSTEK Vol 1 No 01 (2019): Juli 2019
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v1i01.212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang go public di Bursa Efek Indonesia, selama 2013-2017 dan menganalisis kinerja keuangan pada harga saham. Penelitian ini dilaksanakan di Galeri Investasi Syariah Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Metode Analisis menggunakan rasio likuiditas, rasio leverage, rasio profitabilitas, rasio aktivitas, Q Tobin’s dan Regresi Berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Likuiditas (AALI, BWPT, DNSG, GOZCO, JAWA, SIMP & SMAR) memiliki rasio cepat <1, kecuali LSIP. (2) Leverage (BWPT, DNSG, GOZCO, JAWA memiliki LTDtER > 1 dan AALI, LSIP, SIMP, SMAR memiliki LTDtER <1. 3) Aktivitas (AALI, BWPT, DNSG, GOZCO, JAWA, LSIP, SIMP) memiliki TATO < 1.1 dan SMAR memiliki TATO> 1.1). (4) Profitabilitas (AALI, BWPT, DNSG, GOZCO, JAWA, LSIP, SIMP & SMAR memiliki ROI <0,3. (5) Nilai Perusahaan (SIMP, SMAR, GOZCO, JAWA memiliki Q <1 dan AALI, BWPT, DNSG, LSIP memiliki Q> 1. Kinerja keuangan dari harga saham yang diprediksi oleh quick ratio, LTDtER, TATO, ROI, dan Tobins'Q menunjukkan bahwa ia memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham dengan tingkat signifikansi 0,000 <0,05 .
Analisis Kelayakan Usaha Perikanan Tangkap Pada Kelompok Nelayan Inka Mina di Desa Tawabi Kabupaten Halmahera Selatan Haryati La Kamisi; Ekaria Ekaria
BIOSAINSTEK Vol 2 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v2i2.475

Abstract

Potensi perikanan di provinsi Maluku Utara sangat menjamin keberlangsungan dan kelestarian ikan bagi masyarakat nelayan serta memberikan peluang besar untuk pengembangan perikanan bagi kesejahteraan masyarakat nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha dengan menggunakan kriteria investasi dari usaha perikanan tangkap pada kelompok nelayan Inka Mina di Desa Tawabi Kabupaten Halmahera Selatan. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan dimulai dari bulan Februari- Mei 2020. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Penentuan sampel menggunakan teknik sampling jenuh, jumlah populasi sebanyak 45 orang yang terdiri dari 3 kelompok nelayan, dan masing-masing kelompok terdiri dari 15 orang. Dari hasil analisis kelayakan usaha menunjukkan bahwa usaha perikanan tangkap pada kelompok nelayan Inka Mina di Desa Tawabi sangat layak dan menguntuntungkan karena memberikan nilai NPV yang positif atau lebih besar dari 0. Nilai IRR lebih besar dari bunga bank yang berlaku 9%, nilai Net B/C Ratio lebih besar dari 1, serta nilai PBP yang lebih kecil maka semakin tinggi keuntungan yang diperoleh.
Analisis Kelayakan Penerapan Sistem Tanam Jajar Legowo pada Usahatani Padi Sawah di Desa Lembah Asri Kecamatan Weda Selatan Kabupaten Halmahera Tengah Warina A. Zaenudin; Ekaria Ekaria; Hasrul A.Marsaoly; Haryati La Kamisi; Fatmawati Fatmawati
BIOSAINSTEK Vol 5 No 2 (2023): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v5i2.1676

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman semusim yang mempunyai kemampuan beradaptasi pada berbagai kondisi lingkungan. Tanaman ini termasuk golongan jenis Graminae atau rumput-rumputan. produksi padi sawah dengan sistem tanam jajar legowo, para petani hanya memetingkan bagaimana dapat memperoleh hasil produksi yang tinggi tanpa perhitungan dalam pengeluaran modal yang sangat berpegaruh dalam tingkat keuntungan petani. Untuk mengetahui budidaya usaha tani padi sawah dengan sistem tanam jajar legowo di Desa Lembah Asri, Untuk mengetahui pendapatan usaha padi sawah dengan sistem tanam jajar legowo di Desa Lembah asri, dan untuk mengetahui kelayakan usaha padi sawah dengan sistem tanam jajar legowo di Desa Lembah Asri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dan deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu pendapatan yang di peroleh masing-masing kelompok tani dari usahatani padi sawah tahun 2023 yaitu, kelompok 1 memperoleh pendapatan sebesar Rp207.067.718, kelompok 2 memperoleh pendapatan sebesar Rp411.041.342, kelompok 3 memperoleh pendapatan sebesar Rp106.739.765, dan kelompok 4 memperoleh pendapatan sebesar Rp238.975.671. selanjutnya, nilai analisis R/C Ratio usahatani padi sawah yang diproduksi oleh kelompok tani di Desa Lembah Asri Kecamatan Weda Selatan Kabupaten Halmahera Tengah secara finansial layak dikembangkan karena nilai pada masing-masing kelompok adalah R/C Ratio > 1.
Empowering Women's Coconut Farmer Groups To Build Family Economic Resilience Based On Local Potential In Tidore Islands City Zubair Saing; Haryati La Kamisi; Hamidah Rahman; Similanti Udin; Safira Safira; Dewi Titdoy; Elfhy Yanti Karim
International Journal Of Community Service Vol. 2 No. 4 (2022): November 2022 (Indonesia - Malaysia)
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v2i4.135

Abstract

Coconut farmers' homes may have a poor economy or income since their goods rely solely on one primary commodity: copra and coconut grains. It can potentially upset economic circumstances since, as the price of copra and coconut falls, so does household income. As a result, help for coconut farmers, notably women farmer organizations, is required to boost the economic worth of their coconuts. For example, the economic value of coconut may be improved by producing various coconut-based goods so that farmers are not only reliant on copra prices. According to the survey findings and the identification of problems with the partners of the women's group Tani Igo Jaya, based in Jaya Village, Tidore Islands City, all members have encountered economic difficulties due to the drop-in copra prices. It was exacerbated by the fact that it occurred concurrently with the COVID-19 epidemic. As a result, most coconut growers refuse to process their coconuts into copra, and some coconuts go to waste. The issue is that partners lack expertise and abilities in processing or diversifying processed coconuts, although all components of the coconut fruit may be utilized to generate economic value. The solution that will be applied to partners is the transfer of science, technology, and skills for partners in processing their coconut harvests, as well as the provision of solid business management so that partners are not only reliant on copra. Furthermore, the identification of waste concerns from processed coconut fruit will be minimized since partners can employ coconut water, coconut pulp, and coconut fiber, which are presently considered waste but have promising economic value. This community service project is intended to create a new entrepreneurial group by exploiting possible sources of local raw materials available to partners, and it will directly benefit the economic resilience of coconut growers' homes. This community empowerment activity was successful in increasing partners' knowledge and skills in processing coconut fruit into nine products: coconut confectionery, shredded coconut (serundeng), coconut chips, sweet soy sauce, coconut jam, coconut milk, coconut oil, virgin coconut oil (VCO), and pots, as well as planting media made from coconut coir.