Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Dampak Gerakan Literasi Terhadap Pengembangan Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar Fariza Nur Aulia; Nabila Hafizhotul Millah; Nurholiza; Rifa Sani Alfazriani; D Wahyudin; Jennyta Caturiasari
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): JUNI
Publisher : Educational and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v2i3.811

Abstract

Berkembangnya teknologi dalam dunia pendidikan menciptakan banyak sekali kemudahan diantaranya meningkatkan kemampuan belajar dan memudahkan akses dalam pembelajaran. Tetapi, jika penggunaannya tidak diimbangi oleh penanaman pendidikan karakter maka hal itu akan menimbulkan kemerosotan nilai atau krisisnya nilai karakter. Pemanfaatan dan pemahaman literasi digital perlu dikembangkan untuk menumbuhkan nilai karakter siswa di abad 21 ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat literasi digital dalam pertumbuhan dan pembangunan karakter siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, sumber data diperoleh dari hasil analisis dan simpulan yang diperoleh dari jurnal. Hasil analisis dari penelitian ini adalah dalam menumbuhkan karakter siswa di abad 21 literasi digital sangat berperan penting karena anak cenderung lebih tertarik pada hal-hal yang berbau teknologi, youtube dan media sosial lainnya dapat dimanfaatkan oleh guru atau pendidik sebagai wadah untuk menyalurkan pembangunan nilai-nilai karakter. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pemanfaatan literasi digital perlu pengawasan dari orang tua serta guru dengan pemberian atau pembatasan etika digital, agar peserta didik terhindar dari dampak negatif.
Pelatihan Model Pembelajaran Project Citizen Bagi Guru-Guru di Sekolah Indonesia Johor Bahru, Malaysia Untuk Meningkatkan Civic Literacy Srie Mulyani; Tiara Yogiarni; Jennyta Caturiasari; D Wahyudin; Eko Wahyunanto Prihono
Indonesian Journal of Community Services in Engineering & Education (IJOCSEE) Vol 3, No 2 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijocsee.v3i2.63251

Abstract

Technology has become a new tool that can help in all aspects of life; today, technology helps develop educational facilities to be more effective and efficient. The progress of civilization in technology means that the world of education must be more prepared and skilled in facing global challenges. Skills that are important to develop, based on the National Education Association (NEA) recommends the importance of developing the Four Cs, namely (1) Critical thinking and problem solving, (2) Communication, (3) Collaboration, and (4) Creativity and Innovation. Problem-solving is the main reference in the educational process, especially in Pancasila and Citizenship Education (PPKn). This can be seen from PPKn learning, which is still dominated by conventional systems, so the application of PPKn learning, which is oriented to contextual multiple intelligences, is still far from expectations. An adaptive model that can improve PPKn skills and learning outcomes is by using Citizenship Learning Practices (project citizenship). Therefore, elementary school teachers need to have the skills to develop and implement learning with project citizenship. Project Citizenship was developed from a critical or reflective thinking approach model. The learning approach recommended to be developed is oriented towards critical thinking and problem-solving. Through project citizen training, which is applied in the teaching and learning process, it is hoped that students will be able to familiarize themselves with carrying out the inquiry process, which is believed to make learning more meaningful.
Penerapan media kartu kata bergambar untuk perbaikan keterampilan membaca permulaan siswa sekolah dasar Anissa Sekar Rahmawati; D Wahyudin; Acep Ruswan
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i5.20045

Abstract

Reading instruction plays a crucial role, as it can encourage Indonesian children to develop a sense of nationalism. Each student faces their own reading difficulties, such as not recognizing or reading letters, inability to spell syllables, getting stuck on certain words, and struggling with reading simple sentences. Teachers encounter challenges in conveying the material effectively. In this context, instructional media serves as a companion to teachers’ explanations, enabling students to better understand the content provided by the teacher. Instructional media serves as a tool to support learning objectives. One potential solution is implementing reading instruction using picture word cards. The research conducted at SDN 4 Nagri Kaler found that 79.30% of students were categorized as “>70,” indicating they have achieved learning proficiency with a score of 70 or above. Meanwhile, 20.70% of students fell under the “<70” category, indicating they have not achieved learning proficiency as their scores were below 70. Thus, it can be concluded that the picture word card method is effective in enhancing students’ comprehension, speaking skills, engagement, motivation, creative thinking abilities, as well as cooperation and communication skills. This media significantly contributes to improving students’ learning outcomes and creates a more interactive and effective learning environment.
Implementasi Cooperative Learning Tipe Jigsaw Berbantuan Media Lapbook dalam Pembelajaran IPAS Sekolah Dasar Devi Oktavini; D Wahyudin; Nurdian syah
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6003

Abstract

This study aims to determine: (1) The improvement in students' learning outcomes in IPAS subjects through Jigsaw Cooperative Learning with lapbook media in the fourth grade at SDN Angkasa VI, (2) The enhancement of teacher activities using this method, and (3) The increase in student activities in IPAS learning in the fourth grade at SDN Angkasa VI. The research method used is classroom action research (CAR), consisting of three cycles of instructional improvement in the fourth-grade IPAS subject. The sample includes 41 fourth-grade students. The instruments used are student learning outcome tests, teacher and student observation sheets, and documentation. The conclusions are: (1) An improvement in students' learning outcomes from 7.31% in the pretest to 92.68% in the posttest of the third cycle, (2) An enhancement in teacher activities from 61.25% in the first cycle to 70% in the second cycle, reaching 78.75% in the third cycle, and (3) An increase in student activities from 48.75% in the first cycle to 70% in the second cycle, rising to 76.25% in the third cycle. Thus, the implementation of Jigsaw Cooperative Learning with lapbook media in IPAS learning for the fourth grade at SDN Angkasa VI has proven successful and shows improvement in each cycle.
Seminar dan pelatihan computational thinking skills di lingkungan sekolah dasar Kabupaten Purwakarta Neneng Sri Wulan; D Wahyudin; Mamad Kasmad; Jennyta Caturiasari; Dwi Anisa Haftani; Hanifah Auliah; Neng Wida Qudrotillah; Pelangi Sasih Oktobar; Wulandari Wulandari; Syarif Hendriana; Zaenudin Zaenudin
Jurnal Abmas Vol. 22 No. 1 (2022): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v22i1.47588

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk membentuk computational thinking skills siswa melalui pelatihan dan memberikan wawasan kepada guru dalam hal pengembangan pembelajaran berbasis computational thinking di sekolah melalui seminar. Kegiatan pengabdian dilakukan secara tatap muka terbatas yang diikuti oleh 24 siswa dan 19 guru. Pengabdian dilaksanakan pada 24-25 Maret 2022 di SDN 1 Nagri Kidul, Kabupaten Purwakarta. Adapun beberapa kegiatan utama yang dilaksanakan dalam pelatihan dan seminar computational thinking ini adalah: 1) penyampaian konsep berpikir komputasi kepada guru dan siswa; 2) pelatihan yang membangun kemampuan computational thinking melalui permainan-permainan kepada siswa; dan 3) demonstrasi aplikasi dan soal-soal computational thinking kepada guru. Dari pelatihan ini terlihat kemampuan computational thinking 14 dari 24 siswa mengalami peningkatan setelah diberikan materi dan misi. Secara umum guru merasa puas atas pembahasan-pembahasan yang ada di dalam seminar. Dengan demikian pengabdian ini dapat dikatakan berhasil dan memberikan pengaruh baik terhadap peningkatan computational thinking skills di lingkungan sekolah dasar.
Seminar dan pelatihan computational thinking skills di lingkungan sekolah dasar Kabupaten Purwakarta Neneng Sri Wulan; D Wahyudin; Mamad Kasmad; Jennyta Caturiasari; Dwi Anisa Haftani; Hanifah Auliah; Neng Wida Qudrotilah; Pelangi Sasih Oktobar; Wulandari Wulandari; Syarif Hendriana; Zaenudin Zaenudin
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i1.45742

Abstract

This community service aims to develop students' computational thinking skills through training and provide insight to teachers about computing-based learning in schools through seminars. The service was held on March 24-25, 2022, at SDN 1 Nagri Kidul, Purwakarta. Some activities of computational thinking training and seminars are: 1) explaining computational thinking concepts to teachers and students; 2) playing games to build teachers' and students’ computational thinking skills; and 3) demonstrating computational thinking games and question-and-answer sessions for teachers. The training shows that the computational thinking ability of 14 out of 24 students has improved after being given materials and missions. In general, teachers are satisfied with the discussions in the seminar. So, the community service is successful and has a good effect on improving computational thinking skills in the elementary school environment.   Abstrak Pengabdian ini bertujuan untuk membentuk computational thinking skills siswa melalui pelatihan dan memberikan wawasan kepada guru dalam hal pengembangan pembelajaran berbasis computational thinking di sekolah melalui seminar. Kegiatan pengabdian dilakukan secara tatap muka terbatas yang diikuti oleh 24 siswa dan 19 guru. Pengabdian dilaksanakan pada 24-25 Maret 2022 di SDN 1 Nagri Kidul, Kabupaten Purwakarta. Adapun beberapa kegiatan utama yang dilaksakan dalam pelatihan dan seminar computational thinking ini adalah: 1) penyampaian konsep berpikir komputasi kepada guru dan siswa; 2) pelatihan yang membangun kemampuan computational thinking melalui permainan-pemainan kepada siswa; dan 3) demonstrasi aplikasi dan soal-soal computational thinking kepada guru. Dari pelatihan ini terlihat kemampuan computational thinking 14 dari 24 siswa mengalami peningkatan setelah diberikan materi dan misi. Secara umum guru merasa puas atas pembahasan-pembahasan yang ada di dalam seminar. Dengan demikian pengabdian ini dapat dikatakan berhasil dan memberikan pengaruh baik terhadap peningkatan computational thinking skills di lingkungan sekolah dasar. Kata Kunci: guru sekolah dasar; pemikiran komputasi; peserta didik sekolah dasar