Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The discourse of “failed” women: a critical reflection toward standards of happiness in Indonesian society Karolus, Meike Lusye; Betyarini, Angela Frenzia
The Indonesian Journal of Communication Studies Vol. 15 No. 2 (2022): The Indonesian Journal of Communication Studies
Publisher : Department of Communication Studies, Faculty of Social and Political Sciences Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/ijcs.v15i2.9424

Abstract

The dominant standard of happiness in Indonesia is still rarely discussed as a crucial issue that oppresses, exploits, and excludes women. In that case, ideal happiness places a burden on women to play and fulfill their role in society. Instead of being critical, most women preserve the image of ideal women which is driven by the intersection of patriarchy, colonialism, feudalism, capitalism, and binary thought. The intersection of oppressive ideologies creates psychological and emotional torture for other women who are considered different or do not fit in with the standards (failed). The restrictions on space and social pressure are increasingly burdening women, creating emotional tension that produces specific lingering feelings (affects). This study discusses the contribution of queer-feminist knowledge in forming women’s knowledge to understand and accept their subtle experiences as those who are considered to be failures and how they create strategies to deal with society's standards of happiness. This research was conducted by combining textual analysis (Instagram’s posts) and empirical research (in-depth interview and testimonials) of urban women who live in Yogyakarta, Bali, Seoul, and Singapore. By using the affect theory approach and queer-feminist thinking, this research aims to distribute queer-feminist knowledge in intervening concepts and standards of happiness in Indonesian society that marginalize and perpetuate oppression toward women.
Navigasi Krisis COVID-19 dalam Narasi Daya Juang Agensi Komunitas Transpuan Yogyakarta Perdana, Arika Bagus; Karolus, Meike Lusye; Wijaya, Firdhan Aria
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 22 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v22i2.13035

Abstract

Artikel ini menelusuri narasi agensi dan perjuangan kolektif komunitas transpuan dalam merespons pandemi COVID-19 di Yogyakarta. Pandemi meningkatkan kerentanan ekonomi dan sosial komunitas transpuan, memaksa mereka merespons secara kolektif. Penelitian ini berfokus pada agensi transpuan dalam memberdayakan komunitas, mengakumulasi modal sosial, dan perubahan selama pandemi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan wawancara mendalam terhadap pemimpin dan anggota berbagai komunitas transpuan: Keluarga Besar Waria Yogyakarta (Kebaya), Pondok Pesantren Waria Al-Fatah, dan Ikatan Waria Yogyakarta (IWAYO). Dengan mengadopsi konsep navigasi sosial, kami menganalisis fleksibilitas, negosiasi, dan adaptasi komunitas transpuan untuk mengatasi dan mengendalikan situasi tak terduga akibat pandemi. Setiap gerakan dan tindakan komunitas transpuan membutuhkan kepemimpinan yang terbuka dan fleksibel untuk bertahan dalam krisis COVID-19. Proses navigasi sosial ini juga membuka jalan bagi penerimaan dan inklusi sosial yang lebih baik dari masyarakat.