Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kepadatan Penduduk terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Lampung Ahmad Rowatul Irham; Resha Moniyana Putri
Media Komunikasi Geografi Vol. 24 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v24i1.60261

Abstract

Kepadatan penduduk merupakan sebuah keadaan yang menggambarkan jumlah penduduk berbanding luas daerah. Tingkat kepadatan penduduk sangat mempengaruhi kualitas hidup penduduk di sebuah wilayah, hal ini dikarenakan perlunya peningkatan kualitas yang mengimbangi pertumbuhan penduduk. Peningkatan kualitas tersebut dapat mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dimana indikator-indikator yang menentukan IPM antara lain pengeluaran per kapita, umur harapan hidup, dan rata-rata lama sekolah. Oleh karena itu perlunya kepadatan penduduk diimbangi dengan peningkatan dan pemerataan fasilitas sehingga penduduk dapat meningkatkan kualitas dan IPM. Provinsi Lampung merupakan provinsi yang memiliki IPM sedang, sehingga perlunya pemerataan fasilitas guna meningkatkan kualitas hidup penduduk untuk mengimbangi kepadatan penduduk yang terus bertambah agar tidak terjadi ketimpangan IPM. Hasil dari data yang diolah kemudian divisualisasikan kedalam bentuk spasial menggunakan Arcmap sehingga didapatkan informasi sebaran kategori IPM untuk memaksimalkan pemerataan fasilitas. Hasil penelitian ini adalah terdapatnya hubungan antara IPM dengan kepadatan penduduk Provinsi Lampung sehingga perlunya langkah strategis pemerintah untuk melakukan pemerataan fasilitas.
ECONOMIC VULNERABILITY AND EARTHQUAKE HAZARD POTENTIAL ANALYSIS AS THE DEVELOPMENT PLANNING RECOMMENDATION DKI JAKARTA PROVINCE Ahmad Rowatul Irham; Pandu Adi Minarno
Jurnal Manajemen Bencana (JMB) Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Manajemen Bencana (JMB)
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jmb.v9i2.1391

Abstract

Development planning is essential in reducing damage and losses caused by disasters. Development planning in an area can look at the vulnerabilities in the area, from social vulnerability, physical vulnerability, economic vulnerability, and social vulnerability. Disaster mitigation-based development planning is urgently needed in an area to reduce the impact of disasters. However, many regions still have not paid attention to the importance of disaster mitigation in development planning. One type of disaster mitigation-based development planning that can be applied is to build an area or community that is resilient to disasters by taking into account the frequency and impact of disasters, also economic vulnerability due to these disasters, especially in areas around subduction zones that have a depth of fewer than 40 meters (megathrust zone). DKI Jakarta Province is one of Indonesia's provinces, located around the subduction zone. A hazard analysis using the value of peak ground acceleration in bedrock and economic vulnerability will map the impact of risks that will occur due to an upcoming earthquake so that it can be a recommendation for each municipality in determining development plans.
ANALISIS HIDROGEOLOGI DAN GERAKAN MASSA TANAH BERDASARKAN METODE GAYABERAT SEBAGAI EVALUASI PENATAAN RUANG KALIAWI, BANDAR LAMPUNG Rizka, Rizka; Agustina, Lea Kristi; Mazmuloh, Hot; Sihombing, Andreas Pujian; Naufaldi, Muhammad Iqbal; Putraloka, Arvico; Prasetyo, Ervan; Safitri, Indri; Ilham, Ahmad Rowatul; Bashkara, Oktavian Teguh
Bulletin of Scientific Contribution Vol 18, No 3 (2020): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v18i3.30846

Abstract

Informasi model bawah permukaan dapat digunakan untuk penataan ruang dengan memahami aspek geologi dan potensi bencananya. Metode gayaberat dapat dijadikan solusi untuk mendapatkan model bawah permukaan di daerah Kaliawi yang terletak di pusat kegiatan perekonomian Kota Bandar Lampung. Pengukuran gayaberat telah dilakukan sebanyak 24 titik di Kaliawi. Berdasarkan hasil pengolahan data gayaberat diperoleh peta Complete Bouguer Anomaly (CBA) dan peta anomali regional, Kaliawi yang memiliki pola penurunan dari Tenggara ke arah Barat Laut. Nilai anomali rendah mayoritas berada di daerah Barat dan ditafsirkan merupakan batuan sedimen sedangkan anomali tinggi mayoritas berada di daerah Timur dan diduga merepresentasikan cerminan konfigurasi batuan dasar yang memiliki litologi basalt-andesit. Berdasarkan pemodelan ke depan gayaberat diperoleh nilai densitas sedimen 2.3 gr/cc dan batuan dasar (basalt-andesit) dengan nilai densitas 2.8 gr/cc. Nilai anomali gayaberat yang rendah berpotensi menjadi akuifer. Nilai anomali gayaberat yang rendah juga merupakan zona lemah dan rawan terjadi gerakan massa tanah. Sehingga untuk penataan ruang Kaliawi, daerah Barat direkomendasikan sebagai zona konservasi dan sedikit permukiman sedangkan daerah Timur dapat digunakan menjadi area permukiman penduduk.Kata Kunci: Gayaberat, perkotaan, Kaliawi
Exploring the Economic Potential of The Region: Spatial Analysis of Key Sectors for Food Security in Lampung Resha Moniyana Putri; Andrian, Thomas; Purwaningsih, Vitriyani Tri; Irham, Ahmad Rowatul; Fauzi, Arya Radinsyah; Rozak, M. Ikhsan Nur; Lissa, Nur
Efficient: Indonesian Journal of Development Economics Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/efficient.v8i3.34050

Abstract

Food security is a strategic issue and a priority for national development in Indonesia, particularly in provinces with significant agricultural potential such as Lampung. This study aims to identify leading and potential sectors that contribute to strengthening food security by applying Location Quotient (LQ), Growth Ratio Model (GRM), Overlay Analysis, and Spatial Analysis. The LQ results indicate seven basic sectors, including food crops, agricultural services, livestock, fisheries, plantations, horticulture, and the food and beverage industry. Further analysis through GRM and Overlay shows that livestock and the food and beverage industry are categorized as leading sectors, while food crops, agricultural services, fisheries, plantations, and horticulture are identified as potential sectors. Spatial analysis highlights Central Lampung, East Lampung, South Lampung, Tulang Bawang, and North Lampung as key regions with sectoral specialization, supported by natural resources, infrastructure, and industrial networks. The findings demonstrate that Lampung Province plays a vital role as a national food barn, but challenges remain, including land conversion, productivity disparities, and post-harvest management. Therefore, integrated policies that combine sectoral revitalization, spatial planning, and sustainable management are required. This research provides a comprehensive foundation for formulating regional economic development strategies to enhance food security resilience in Lampung Province.