Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Nutriture Journal

Hubungan Konsumsi Lemak Hewani, Makanan Pedas, Dan Minuman Tinggi Kafein Dengan Kejadian Gastritis Pada Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang (Studi Pendahuluan) Nindia Kumala Sinta Bela; Endang Widajati; Rany Adelina
NUTRITURE JOURNAL Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Nutriture
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v1i2.3510

Abstract

Latar belakang: Gastritis merupakan gangguan kesehatan terkait proses pencernaan terutama lambung. Salah satu faktor pemicu gastritis adalah konsumsi tinggi lemak hewani dalam menu harian. Jenis makanan yang beresiko untuk penderita gastritis yang dikonsumsi seperti makanan yang pedas secara berlebihan akan merangsang sistem percernaan, makanan mengandung pedas, gas maupun banyak bumbu dan rempah. Konsumsi makanan dan minuman yang memicu tingginya sekresi asam lambung adalah penyebab penting terjadinya gastritis. Selain konsumsi lemak hewani, konsumsi makanan pedas, kebiasaan mengkonsumsi minuman tinggi kafein seperti kopi juga dapat memicu terjadinya gastristis. Gastritis sering terjadi pada pelajar atau mahasiswa karena tidak memperhatikan pola makan akibat banyaknya kegiatan di kelas. Tujuan: Mengidentifikasi Hubungan Konsumsi Lemak Hewani, Makanan Pedas, dan Minuman Tinggi Kafein Dengan Kejadian Gastritis Pada Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang. Metode: Jenis penelitian ini yaitu observasional yang dilaksanakan pada bulan Juli 2022 dengan cara menyebar kuesioner melalui daring. Populasi penelitian adalah mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang dengan besar sampel berjumlah 100 mahasiswa. Variabel penelitian adalah konsumsi lemak hewani, makanan pedas, dan minuman tinggi kafein dengan kejadian gastritis. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square. Hasil: Didapatkan nilai p value (0,00) kurang dari alpha (0,05), sehingga diartikan ada hubungan antara konsumsi lemak hewani, makanan pedas, dan minuman tinggi kafein dengan kejadian gastritis. Simpulan: Ada hubungan antara konsumsi lemak hewani, makanan pedas, dan minuman tinggi kafein dengan kejadian gastritis pada mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang. Berdasarkan penelitian ini disarankan mahasiswa mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak hewani, makanan pedas, dan minuman tinggi kafein yang dapat menyebabkan kejadian gastritis. Selanjutnya disarankan mahasiswa tetap menjaga hidup sehat, kelola faktor stress, dan melakukan aktifitas fisik yang tidak terlalu berat dengan tetap menjaga kondisi tubuh.
Pengaruh Suplementasi Vitamin D terhadap Fungsi Paru pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Vintiara Fairus Nur Aini; Endang Widajati; Annasari Mustafa
NUTRITURE JOURNAL Vol 2 No 2 (2023): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v2i2.3862

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik adalah salah satu penyakit dengan tingkat mortalitas tinggi. Komplikasi pada pernafasan memberikan dampak pada sistem pencernaan. Berkurangnya asupan makan akan mengarah pada defisiensi zat gizi yang dapat menyebabkan kerusakan dalam paru. Vitamin D merupakan zat gizi yang berperan dalam sistem imunitas pada paru-paru. Tujuan: Analisis berujuan menilai efektivitas dari suplementasi vitamin D terhadap fungsi paru dan menemukan potensi vitamin D terkait kesehatan paru. Metode: Penelitian berupa studi literatur dengan metode systematic literature review. Hasil: 2 artikel menunjukkan perbedaan yang signifikan terkait pemberian suplementasi vitamin D terhadap fungsi paru pasien PPOK dan 2 artikel menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan. Simpulan: Suplementasi vitamin D berdosis tinggi (60.000-100.000 IU per bulan) dengan pemberian dalam jangka waktu 6-12 bulan, dapat meningkatkan fungsi paru dan mengurangi eksaserbasi pada pasien PPOK. Hasil pada pasien dengan tingkat keparahan lebih tinggi, berusia lanjut, dan dalam kondisi defisit vitamin D lebih terlihat secara signifikan.