Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEREMPUAN DAN PERKOSAAN MEI 1998 DALAM DUA CERPEN KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA: KRITIK SASTRA FEMINIS Maretta Dwi Anjani; Y. Yulianeta; H. Halimah
SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik Vol 24 No 2 (2023): SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik
Publisher : Diterbitkan oleh Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember bekerja sama dengan Himpunan Sarjana - Kesusastraan Indonesia (HISKI), Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) dan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/semiotika.v24i2.38703

Abstract

The May 1998 rape is one of the historic events that has yet to be resolved. This event is portrayed in literary works as a sociocultural document. Seno Gumira Ajidarma as the author and journalist describes the incident through his short stories, namely "Clara" (1998) and "Jakarta, 14 February 2039" (1999). The short story about the rape in May 1998 is full of women's issues and gender injustice in society. This study seeks to uncover how female characters and the rape in May 1998 are depicted in short stories using a radical feminist literary criticism. Descriptive-qualitative method is used in this research. The results of the analysis show that the May 1998 rapes show a gender imequality, because women are seen as parties who have the right to be controlled by men. Even in the act of rape, women are only seen as an object. Because of the rape, female characters, both victims of violence and children born from rape, have to bear the severe trauma. This is in accordance with the radical feminist view that rape is the basis for men to practice their power and control over women, and the demand that women must regain control over their body autonomy.
Identification of curriculum and empirical needs for the writing BIPA 4 GBL model Dewi Suharyanti; Suci Sundusiah; H. Halimah
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.65868

Abstract

As a skill that experts place at the highest level in language acquisition, writing skills become considered the most difficult. BIPA level 4 is the initial level of complex writing according to the SKL BIPA Permendikbud No. 27 of 2017. Writing skills considered difficult should be packaged with a fun and meaningful learning model, one of which is developing a Game-based Learning model. Identifying curriculum and empirical needs is the initial stage carried out in developing Game-based Learning. This research aims to identify the curriculum and syllabus of BIPA 4 writing, which aligns with identifying empirical learning needs through field studies of BIPA teachers at home and abroad. The results showed that argumentation text is the most challenging text to learn, while the most accessible text to learn is persuasion text. In terms of grammar, the affixes me-kan, ke-an, and ter- are the most difficult languages to learn, while the most accessible grammar to learn is sentence expansion, conjunctions, rephrases, and technical terms. The results also found that BIPA 4 learners need to read texts related to Indonesian insights, including culinary, biodiversity, culture, local wisdom, and tourism. AbstrakKeterampilan menulis sebagai keterampilan yang ditempatkan para ahli pada tataran paling tinggi dalam pemerolehan bahasa menjadi sebuah keterampilan yang dianggap paling sulit. Jenjang BIPA 4 merupakan jenjang awal pembelajaran menulis yang kompleks menurut Standar Kompetensi Lulusan BIPA Permendikbud No. 27 Tahun 2017. Keterampilan menulis yang dianggap sulit sebaiknya dikemas dengan model pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna, salah satunya dengan mengembangkan model pembelajaran berbasis game edukasi atau Game-based Learning. Identifikasi kurikulum dan kebutuhan empiris di lapangan merupakan tahap awal yang dilakukan dalam pengembangan Game-based Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kurikulum dan silabus menulis BIPA 4 yang kemudian diselaraskan dengan identifikasi kebutuhan pembelajaran secara empiris melalui studi lapangan terhadap pengajar BIPA di dalam dan luar negeri. Hasil penelitian didapatkan bahwa teks argumentasi merupakan teks yang paling sulit dipelajari sedangkan teks yang paling mudah dipelajari adalah teks persuasi. Dari segi kebahasaan, imbuhan me-kan, ke-an, dan ter- merupakan kebahasaan yang paling sulit dipelajari sedangkan kebahasaan yang paling mudah dipelajari adalah perluasan kalimat, kata hubung, kata ulang dan istilah teknis. Hasil penelitian juga menemukan bahwa pemelajar BIPA 4 memerlukan teks-teks bacaan yang berkaitan dengan wawasan nusantara atau wawasan ke-Indonesiaan, di antaranya yaitu kuliner, keanekaragaman hayati, budaya, kearifan lokal dan wisata.Kata Kunci: BIPA 4; GBL; identifikasi kurikulum; kebutuhan pembelajaran empiris; keterampilan menulis
Analysis of the need for a survival thematic BIPA dictionary for Handai Indonesia Agus Setiadi; Suci Sundusiah; H. Halimah
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.65951

Abstract

The use of dictionaries in beginner-level BIPA learning is important, considering the limited vocabulary students master. Things like this apply to formal students in class and Handai Indonesia who are in Indonesia. Handai Indonesia refers to foreign citizens who can speak Indonesian. Apart from being required to adapt to learning in the classroom, Handai Indonesia, who immediately learned Indonesian in Indonesia, was also necessary to survive in his new living environment. Therefore, there needs to be supported vocabulary materials packaged based on their needs. Supported by this vocabulary material, it can be made into a special thematic survival dictionary that is easy to use. This research analyzes Handai Indonesia's need for a survival thematic dictionary. The method used in this research is descriptive. The needs analysis results show that public transportation is the place or situation that Handai Indonesia most needs in terms of survivability in Indonesia. Many Handai Indonesians experience vocabulary problems when using public transportation services, so they need a transportation-themed survival dictionary, and the type of dictionary they need is a digital dictionary. Images contain explanations and examples of sentences, conversations, and audio. AbstrakPenggunaan kamus dalam pembelajaran BIPA level pemula merupakan hal yang penting mengingat terbatasnya kosakata yang dikuasai oleh pemelajar. Hal ini tidak hanya berlaku bagi pemelajar formal di kelas tetapi juga para Handai Indonesia yang berada di Indonesia. Handai Indonesia merujuk pada warga negara asing yang mampu berbahasa Indonesia. Selain dituntut untuk dapat beradaptasi dengan pembelajaran di kelas, Handai Indonesia yang langsung belajar bahasa Indonesia di Indonesia juga dituntut untuk dapat bertahan hidup di lingkungan tempat tinggalnya yang baru. Oleh karena itu, perlu adanya sokongan materi kosakata yang dikemas berdasarkan kebutuhan mereka. Sokongan materi kosakata tersebut dapat dibuat menjadi sebuah kamus khusus kesintasan yang bersifat tematik sehingga mudah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan Handai Indonesia terhadap kamus tematik kesintasan. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa transportasi umum menjadi tempat atau situasi yang paling banyak dibutuhkan handai Indonesia dalam hal kesintasan di Indonesia. Para handai Indonesia banyak mengalami kendala kosakata pada saat menggunakan layanan transportasi umum sehingga membutuhkan kamus kesintasan bertema transportasi dan jenis kamus yang mereka butuhkan adalah jenis kamus digital, rancangan awal kamus dilakukan berdasarkan hasil analisis kebutuhan dengan pengembangan lema kesintasan tema transportasi berbantuan aplikasi digital Android dengan fitur gambar dilengkapi dengan penjelasan dan contoh kalimat, percakapan, dan suara.Kata Kunci: Analisis kebutuhan; Handai Indonesia; kesintasan; kamus tematik kesintasan
Analysis of needs for the development of BIPA teaching materials: Listening skills Merlin Yupitasari; Diah Latifah; H. Halimah
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.66444

Abstract

The development of Indonesian language teaching materials requires the application of technology to make it easier for students to receive lessons. This research analyzes the need to develop teaching materials for Indonesian listening skills for foreign speakers (BIPA). The research method used is quantitative with a descriptive approach. Data was collected by filling out questionnaires by 10 BIPA teachers from various institutions and observing relevant teaching manuals. The analysis results show that most respondents have taught BIPA for over five years and use audio and video media in listening learning. They stated that they needed interactive listening media and used materials from the institutions where they taught more often, even though they found several areas for improvement in the quality and suitability of the materials. Most respondents also expressed their readiness to be contacted further regarding this research. Data analysis also revealed respondents' preferences for using digital-based media to learn to listen to BIPA, with most respondents using platforms such as YouTube and Zoom Meet. These findings provide in-depth insight into teachers' preferences and needs in developing BIPA listening teaching materials and the importance of adapting learning materials to students' needs.
Creative writing training as a therapeutic tool for individuals with bipolar disorder Dheka Dwi Agustiningsih; H. Halimah; Dine Hasya Dwifa; Nisha Nurhanisa; Anggun Kurnia Likawati
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v26i1.63235

Abstract

This community service is a collaborative activity carried out by the Indonesian Language and Literature Study Program, Universitas Pendidikan Indonesia, together with Rumah Kita (Komunitas Peduli Bipolar Indonesia). The purpose of this community service is to build synergy in human resource development by providing literacy support to people with bipolar disorder. This community service takes the form of training for Rumah Kita members. The training materials covered expressive writing and creative writing as therapy, creative writing guidelines, and illustration as a complement to journaling. The results of the activity showed that the participants were very enthusiastic about attending each session of this community service. The participants were actively involved in discussions and practices facilitated by the committee and each presenter. Based on pre-test and post-test measurements of participants' knowledge and awareness of “Writing Therapy sebagai Penyembuh” and “Menulis Kreatif sebagai Terapi Jiwa” assessed through 13 indicators, participants' average knowledge and ability increased after receiving training and lectures from resource persons. This shows that this community service activity had positive results for the participants.    Abstrak Pengabdian masyarakat ini sebagai kegiatan kolaboratif yang dilakukan oleh Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia bersama dengan Rumah Kita (Komunitas Peduli Bipolar Indonesia). Adapun tujuan pengabdian ini ialah membangun sinergi dalam pengembangan sumber daya manusia melalui dukungan literasi bagi orang dengan bipolar. Bentuk kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan yang menyasar anggota Rumah Kita sebagai partisipannya. Adapun dalam pelatihan, materi yang disampaikan yaitu terkait menulis ekspresif dan menulis kreatif sebagai terapi, panduan menulis kreatif, dan pembuatan ilustrasi sebagai pelengkap journaling. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa partisipan memiliki antusias yang sangat tinggi untuk mengikuti setiap sesi pematerian dalam pengabdian ini. Partisipan terlibat aktif dalam diskusi dan praktik yang difasilitasi oleh panitia dan setiap pemateri. Berdasarkan pengukuran (pretest) dan (posttest) mengenai pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai “Writing Therapy sebagai Penyembuh” serta “Menulis Kreatif sebagai Terapi Jiwa” yang diukur melalui 13 indikator, rata-rata kemampuan dan pengetahuan peserta meningkat setelah diberikan pelatihan dan pematerian dari narasumber. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan hasil positif bagi peserta. Kata Kunci: bipolar; menulis kreatif; pengabdian masyarakat; terapi menulis
Trauma dan Ingatan Perempuan dalam Korpus Uterus: Analisis Psikoanalisis Freud Winda Novianti; H. Halimah; S. Sumiyadi; Rudi Adi Nugroho
SAWERIGADING Vol 32, No 1 (2026): Sawerigading, Edisi Juni 2026
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v32i1.1674

Abstract

This study examines the representation of women’s trauma and memory in Sasti Gotama’s novel Korpus Uterus through Sigmund Freud’s psychoanalytic perspective. The novel presents the female body, particularly the uterus, not merely as a biological entity but as a symbolic space in which pain, repression, fear, and resistance are articulated. This study employs a descriptive qualitative method with close reading as the main technique of data collection. The data consist of narrative, monologue, and dialogue units that reflect traumatic experience, the re-emergence of memory, intrapsychic conflict, and ego defense mechanisms. The analysis focuses on the dynamics of id, ego, and superego in explaining how traumatic experience is repressed, negotiated, and brought back into consciousness. The findings indicate that trauma in the novel is closely related to power relations, moral stigma, and reproductive pressure imposed on women’s bodies. Memory appears as a psychological mode through which unresolved traumatic experience returns in emotional, symbolic, and behavioral forms. Thus, Korpus Uterus portrays the uterus as a symbolic site where bodily experience, psychic conflict, and social control intersect. AbstrakPenelitian ini mengkaji representasi trauma dan ingatan perempuan dalam novel Korpus Uterus karya Sasti Gotama melalui perspektif psikoanalisis Sigmund Freud. Novel ini menghadirkan tubuh perempuan, khususnya rahim, bukan semata-mata sebagai entitas biologis, melainkan sebagai ruang simbolik tempat luka, represi, ketakutan, dan perlawanan dimaknai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa close reading. Data penelitian berupa satuan narasi, monolog, dan dialog yang memperlihatkan pengalaman traumatis, kemunculan kembali ingatan, konflik intrapsikis, serta mekanisme pertahanan ego. Analisis difokuskan pada dinamika id, ego, dan superego untuk menjelaskan bagaimana pengalaman traumatis ditekan, dinegosiasikan, dan dimunculkan kembali ke dalam kesadaran tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma dalam novel ini berkaitan erat dengan relasi kuasa, stigma moral, dan tekanan reproduktif yang bekerja atas tubuh perempuan. Ingatan tampil sebagai bentuk psikologis yang menghadirkan kembali pengalaman traumatis yang belum terselesaikan melalui gejala emosional, simbolik, dan perilaku tokoh. Dengan demikian, Korpus Uterus merepresentasikan rahim sebagai ruang simbolik tempat pengalaman tubuh, konflik psikis, dan kontrol sosial saling berkelindan.