Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Menggunakan Obat Pasien Antihipertensi di Puskesmas Pembina Palembang Yopi Rikmasari; Purnama Romadhon
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.424 KB)

Abstract

Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan menggunakan obat pada pasien hipertensi sangat penting diketahui agar dapat disusun strategi dalam mengelola ketidakpatuhan pasien. Ketidakpatuhan dapat berpengaruh terhadap pencapaian terapi yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan dan mengetahui hubungan kepatuhan dengan pencapaian kontrol tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Pembina Palembang. Desain studi pada yaitu cross sectional korelasional analitik. Data sosiodemografi dikumpulkan melalui kuesioner bersama dengan kuesioner MMAS-8. Data terapi dan kondisi medis pasien diperoleh dari rekam medik. Uji hubungan menggunakan chi square, fisher dan mann whitney. Pengambilan sampel secara nonprobability sampling yaitu purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan tinggi diketahui sebanyak 13 orang (43,30 %) dan kepatuhan rendah-sedang (56,70 %). Hasil uji menunjukkan terdapat hubungan antara usia (p = 0,005) dan pekerjaan (0,018) dengan tingkat kepatuhan pasien, namun tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin (0,676), pendidikan (0,174) dan komorbid (1,000). Terdapat hubungan antara kepatuhan pasien dengan pencapaian target tekanan darah (p=0,027). Diperlukan intervensi apoteker untuk meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi agar mencapai kontrol tekanan darah.
Pengembangan Formulasi Sediaan Obat Kumur Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) dengan Variasi Konsentrasi Natrium Lauril Sulfat dan Sorbitol Lidia; Darmacik; Yopi Rikmasari
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.95 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengembangan formulasi sediaan obat kumur menggunakan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kestabilan pada sediaan obat kumur. Kestabilan sediaan ditentukan dari hasil uji organoleptis, uji pH, dan uji viskositas menggunakan metode cycling tes, serta uji daya hambat. Dari hasil penelitian diperoleh nilai signifikan menggunakan Spss adalah untuk uji pH formula I sig. 0,020; formula II sig. 0,063; formula III sig. 0,094. Untuk uji viskositas formula I sig. 0,058; formula II sig. 0,029; formula III 0,094. Dari hasil tersebut formula III menunjukkan nilai sig. >0,05 yang berarti tidak ada perbedaan yang terjadi selama dilakukan uji cycling test. Aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus menghasilkan zona hambat dengan rata-rata 6,4mm.
PENGUKURAN KINERJA INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT X DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD Yopi Rikmasari; Satibi Satibi; Tri Murti Andayani
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 4, No 2
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.271

Abstract

Pengukuran kinerja menggunakan Balanced Scorecard (BSC) di IFRS X perlu dilakukan mengingat peta strategi yang telah disusun sebelumnya memerlukan suatu ukuran kinerja dan perlu mengetahui ukuran kinerja awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja IFRS Mitra Idaman menggunakan indikator kinerja sesuai dengan tujuan – tujuan strategik BSC yang telah disusun dalam peta strategi. Penelitian ini merupakan studi deskriptif. Subjek penelitian adalah seluruh karyawan IFRS X, pasien rawat jalan serta dokter dan perawat. Data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Analisa yang digunakan sesuai dengan masing – masing indikator kinerja berdasarkan tujuan strategik pada keempat perspektif BSC. Hasil penelitian perspektif pembelajaran dan pertumbuhan tidak baik mengingat dari 10 indikator yang diukur hanya 3 indikator yang menunjukkan hasil baik yaitu kepuasan kerja karyawan yang berada pada tingkat puas dan karyawan berada pada tingkat tidak stress dan budaya organisasi baik. Perspektif proses bisnis internal menunjukkan hasil cukup baik, dari 8 indikator kinerja yang diukur dispensing time sudah memenuhi standar, tingkat ketersediaan obat dan kepatuhan terhadap formularium hampir mencapai 100 %., persentase stok mati, perbekalan farmasi ED dan rusak serta persentase stok akhir minimal, pembelian IFRS mendekati nilai perencanaan sedangkan frekuensi melakukan Drug Use Review masih kurang. Perspektif customer menunjukkan hasil yang tidak baik karena kepuasan customers baik eksternal dan internal tidak puas walaupun tingkat keterjaringan pasien sudah menunjukkan persentase 94,12 %. Perspektif keuangan menunjukkan cukup baik, yaitu ITOR 13,3 kali, Gross profit Margin 22,1 % pertumbuhan pendapatan 22,15 % dan persentase penerimaan IFRS terhadap penerimaan RS 55,9 %. Kata kunci: strategi, balanced scorecard, kinerja
Hubungan jumlah kejadian drug related problems dengan lama hari rawat pada pasien dispepsia di rumah sakit “x” Palembang Dewi Afriani Rapiah; Yopi Rikmasari; Reza Agung Sriwijaya
Borobudur Pharmacy Review Vol 1 No 1 (2021): January-June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bphr.v1i1.4837

Abstract

Kejadian Drug Related Problem (DRPs) pada pasien dispepsia yang mendapatkan perawatan di rumah sakit sering terjadi sehubungan dengan tingginya prevalensi dan gejala yang bervariasi pada pasien yang berdampak pada bertambahnya jumlah hari rawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jumlah kejadian DRPs dengan lama hari rawat di Rumah Sakit X Palembang. Desain penelitian yaitu cross sectional korelasional secara retrospektif dan pengambilan sampel secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat terdapat 109 pasien dispepsia, sebanyak 46,78% laki-laki dan 53,21 % perempuan, sedangkan rentang usia 12-15 31,19%, 26-45 sebanyak 37,61%, 46-65 18,34%, 66-85 sebanyak 10,90%. Golongan obat antiulkus paling banyak digunakan penghambat pompa proton sebesar 94,49%. Kejadian DRP’s berdasarkan penyebab yaitu obat tidak sesuai pedoman/formularium 33,03%, obat diberikan tanpa indikasi 15,59%, duplikasi obat yang tidak tepat 24,77 %, dosis terlalu rendah 55,96%, dosis obat terlalu tinggi 19,26% dan tidak tepat waktu/interval pemberian. Hasil uji korelasi spearman menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara jumlah kejadian Drug Related Problems (DRP’s) dengan lama hari rawat pasien di rumah sakit (p=0,386).
PENGGUNAAN METODE CHI – SQUARE UNTUK MENGETAHUI HUBUNGAN SELF-CARE TERHADAP PENGENDALIAN GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Ensiwi Munarsih; Yopi Rikmasari; Tetty Aisyah
Jurnal Penelitian Sains Vol 25, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v25i2.779

Abstract

Uji Chi-square adalah salah satu jenis uji komparatif non parametris yang dilakukan pada dua variabel, dimana skala data kedua variabel adalah nominal. Pada penelitian ini uji chi-square digunakan untuk mengetahui hubungan self-care terhadap pengendalian glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik  hiperglikemia  yang  terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua- duanya. Self - care Diabetes Mellitus tipe 2 adalah perawatan yang dilakukan secara mandiri oleh pasien guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Self – Care terhadap pengendalian glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes mellitus tipe 2 pada pasien rawat jalan di rumah sakit bhayangkara Pelembang. Desain penelitian menggunakan metode cross sectional korelasional analitik. Pengambilan sampel menggunakan populasi terjangkau. Tingkat self – care dibandingkan dengan glukosa darah sewaktu pasien. Uji hubungan menggunakan uji statistik Chi – Square. Pasien yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 45 orang. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 42,3 % pasien memiliki self – care yang buruk dan 57,7 % pasien memiliki self – care yang baik dan tidak terdapat hubungan self –care terhadap pengendalian glukosa darah sewaktu (p=0,699).
PENETAPAN KADAR SENYAWA S-allyl cysteine (SAC) PADA EKSTRAK BLACK GARLIC SECARA KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Handayani, Ayu Rukmining; Romsiah; Rikmasari, Yopi
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai penetapan kadar senyawa S-allyl cysteine (SAC) pada ekstrak black garlic secara kromatografi cair kinerja tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar senyawa S-allyl cysteine (SAC) pada ekstrak black garlic dengan fase diam yang digunakan yaitu ODS C18 dan fase geraknya aquabidest : asetonitril (50:50 v/v) pada laju alir 1,0 ml/menit dengan panjang gelombang 195 nm. Waktu retensi yang dihasilkan 2,197 menit. Penentuan linearitas dengan kurva baku menunjukan hubungan yang linear yaitu r = 0,998. Persamaan regresi yang diperoleh y = 4,818x+46,5. Nilai batas deteksi (LOD) sebesar 8,973 ppm dan batas kuantitasi (LOQ) sebesar 29,913ppm. Hasil penetapan kadar senyawa S-allyl cysteine pada ekstrak black garlic yaitu sebesar 45,985 %, menunjukan bahwa terdapat senyawa S-allyl cysteine dalam sampel ekstrak black garlicsehingga dapat terukur menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi yang masuk dalam nilai antioksidan kategori sedang.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pengendalian Tekanan Darah Pasien Hipertensi Pengguna Kaptopril dan Amlodipin Rikmasari, Yopi; Noprizon, Noprizon; Imanda, Yunita Listiani
JURNAL FARMASI DAN MAKANAN Vol 7 No 2 (2024): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v7i2.4475

Abstract

Tujuan: Kaptopril dan amlodipin merupakan obat antihipertensi yang paling banyak digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan primer untuk mengendalikan tekanan darah pasien hipertensi, namun pengendalian tekanan darah dipengaruhi banyak faktor selain penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektivitas kaptopril dan amlodipin serta faktor – faktor yang berhubungan dengan pengendalian tekanan darah pasien hipertensi. Metode: Desain penelitian menggunakan cross sectional korelasional analitik secara accidental sampling di dua Puskesmas kota Palembang. Sumber data berupa data sekunder (rekam medik) dan data primer (kuesioner MMAS-8). Efektivitas dinilai dengan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik. Data dianalisa menggunakan statistik deskriptif, uji mann-whitney dan chi-square. Hasil: Subjek penelitian sebanyak 94 orang. Perbedaan efektivitas kaptopril dan amlodipin dengan uji mann-whitney menunjukkan p=0,625 untuk tekanan darah sistolik dan p=0,916 untuk tekanan darah diastolik. Hasil uji chi square faktor usia (p=0,035), keberadaan komorbid (p=0,015), ketepatan pemilihan obat (p=0,009), kepatuhan pengobatan (p=0,011) berhubungan dengan pengendalian tekanan darah, sedangkan faktor jenis kelamin (p=0,418), derajat hipertensi (p=0,095), durasi terapi (p=0,074) dan jenis obat (p=0,216) tidak berhubungan dengan pengendalian tekanan darah. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan efektivitas kaptopril dan amlodipin pada penelitian ini. Faktor yang berhubungan dengan pengendalian tekanan darah yaitu usia, keberadaan komorbid, pemilihan obat dan kepatuhan minum obat
Adherence and clinical outcomes of hypertensive patients in rural areas after receiving home pharmacy care interventions Rikmasari, Yopi; Munarsih, Ensiwi; Alfionita, Hafiza
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i1.947

Abstract

Adherence is still a significant problem in the treatment of hypertension, so appropriate interventions are needed to overcome this condition. This study aims to determine the effect of home pharmacy care on medication adherence and clinical outcomes. This research is a pilot study using a quasi-experimental pre- and post-design with control in primary health care facilities in rural areas involving 40 hypertensive patients divided into two each 20 patients in the control and treatment groups. The MGLS questionnaire measured treatment adherence and clinical outcome by assessing blood pressure. Data were analyzed using descriptive statistics, bivariate tests using chi-square, Mann Whitney, paired t-test, and Wilcoxon signed ranks-test. At the beginning and end of the study there was no difference in the level of treatment adherence in the control group (p=0.701) while in the intervention group there was a significant difference (p=0.009). Systolic blood pressure in the control group (p=0.000) and the intervention group (p=0.004) showed a difference, while there was no difference in diastolic blood pressure in the two groups. In addition, there was no difference in achieving blood pressure targets between groups (p=0.522). The findings in this study are that home pharmacy services have the potential to increase medication adherence in rural areas but have not had an impact on reducing pressure and achieving targets.