Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Design and Implementation of A Smart Home System With The Internet of Things (IoT) Using Esp32 Abdul Kholik, Moh; Fajar Budi Setiawan; Arma Fauzi
Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2023): Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AKBA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35585/inspir.v13i1.39

Abstract

This Internet of Things technology is created and developed by humans to facilitate every work and affairs in various aspects of life. One of them can be applied in everyday life. The day is controlling household electrical appliances to turn off and on from loot. The use communication Internet through Android smartphones. The tool needed a device ESP32 as the intermediary to connect the instrument to network the Internet to Android smartphones. This study built the system using a microcontroller working with relays. In this system, the relay acts as a switch for turning off and on the device. Electricity Action: Turning off and turning on electrical equipment remotely. Generated tools in the form of controlling Android-based lights using ESP32 technology and can use Smartphones and Android to control the lights.
Rancang Bangun WSN Menggunakan Ebyte E22-900T30D sebagai Media Komunikasi Jarak Jauh di Daerah Urban Area (Palur, Surakarta) Budi Setiawan, Fajar
Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Vol 3 No 2 (2023): Infotron
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/infotron.v3i2.20841

Abstract

Kehidupan kita saat ini semakin terkoneksi dan serba digital. Dari perangkat rumah pintar hingga kendaraan otonom, semuanya memerlukan konektivitas yang handal dan efisien. Di tengah transformasi ini, LoRaWAN (Long Range Wide Area Network) telah muncul sebagai solusi canggih yang memenuhi kebutuhan manusia saat ini dengan mendominasi dalam konektifitas penghubung antara perangkat internet of Things (IoT) saat ini. LoRaWAN telah menjadi elemen kunci dalam transformasi menuju masyarakat yang semakin terkoneksi dan cerdas. Terdapat penelitian yang telah mengamati kinerja dan karakteristik LoRa dalam dunia nyata di daerah perkotaan. Dalam implementasi penggunaan LoRa terdapat variable yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan diantaranya spreading factor (SF), Coding Rate (CR), Bandwidth, Received Signal Strength Indicator (RSSI), Signal To Noise Ratio (SNR), dan Preamble Length. Chengdu Ebyte Electronic Technology Co., Ltd. merupakan salah satu perusahaan yang aktif bergerak dalam bidang pengembangan riset Internet of Things. Berdasarkan beberapa kajian mengenai karakteristik lora itu dalam penelitian ini, penulis ingin menguji karakteristik modul LoRa E22-900T30D yang diklaim oleh ebyte mampu melakukan transmisi data pada jarak 10KM. Hasil kajian uji karakteristik ini akan dibandingkan dengan penelitan sebelumnya yang telah dilakukan oleh penelitian sebelumnya. Hasil menunjukkan bahwa LoRa-900T30D mampu melakukan transmisi efektif sejauh 2,08 KM dengan success rate 75% pada daerah urban di palur surakarta dengan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan penelitian sebelumnya yaitu 700 meter dengan success rate sebesar 73%.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) MELALUI IMPLEMENTASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DAN MEMBANGUN KETAHANAN PANGAN Budiana Kurniawati, Susilaningtyas; Darsono; Ashari, Dhea Sashinta; Ambarwati, Retnoning; Setiawan, Fajar Budi; Sultan, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.6063

Abstract

Pemberdayaan kelompok wanita tani memiliki peran strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian skala rumah tangga dan memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas. Namun, keterbatasan literasi digital dan pemanfaatan teknologi tepat guna masih menjadi kendala utama yang dihadapi oleh sebagian besar kelompok tani perempuan di wilayah perkotaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Makmur Joglo Surakarta melalui implementasi teknologi tepat guna berbasis website guna mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan keluarga. Metode pengabdian dilaksanakan secara partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan penggunaan website, serta pendampingan intensif. Identifikasi kebutuhan dilakukan terhadap ±25 anggota KWT dengan menggunakan observasi, wawancara, dan diskusi kelompok terarah. Pelatihan dan pendampingan dilaksanakan melalui sesi tatap muka interaktif, diskusi kelompok, dan praktik langsung menggunakan aplikasi website yang disesuaikan dengan kapasitas mitra.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh indikator capaian. Pemahaman dasar teknologi digital meningkat dari 32% menjadi 84%, kemampuan menggunakan website sederhana meningkat dari 24% menjadi 80%, dan pemanfaatan website untuk informasi produk pertanian meningkat dari 20% menjadi 76%. Selain itu, kepercayaan diri anggota dalam menggunakan teknologi meningkat dari 36% menjadi 88%, partisipasi aktif dalam pengelolaan media digital kelompok meningkat dari 40% menjadi 92%, serta pemahaman peran teknologi dalam mendukung ketahanan pangan meningkat dari 44% menjadi 90%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kombinasi pelatihan berbasis praktik dan pendampingan berkelanjutan efektif dalam mendorong adopsi teknologi tepat guna pada kelompok tani perempuan.Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa implementasi teknologi tepat guna berbasis website yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik mitra mampu meningkatkan kapasitas digital, memperkuat peran kelembagaan KWT, serta menjadi fondasi penting dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian dan pembangunan ketahanan pangan berbasis komunitas. Model pengabdian ini berpotensi untuk direplikasi pada kelompok wanita tani lainnya dengan kondisi serupa sebagai strategi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Pemberdayaan Perempuan Berbasis Kelompok Wanita Tani Mandiri Asri Gilingan Surakarta dalam Penguatan Ekonomi Sirkular dan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Zandra Dwanita Widodo; Sri Wijiastuti; Darsono Darsono; Dhea Sashinta Ashari; FA. Luky Primantari; Istinganah Eni Maryanti; Fandi Achmad Ghani; Maulana Wati; Denny Zaki Alfalaq; Fajar Budi Setiawan
Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasekon.v7i1.7281

Abstract

This community service activity was motivated by the suboptimal human resource capacity of the Asri Gilingan Surakarta Mandiri Women Farmers Group in utilizing appropriate technology to support a circular economy and household waste processing. The main problems of partners include limited knowledge in utilizing yards, low skills in processing organic waste into compost or ready-to-sell planting media, and the lack of a sustainable group activity management system. The purpose of this activity is to increase the knowledge, skills, and independence of KWT Mandiri Asri members in applying appropriate technology based on local potential to support a circular economy and reduce household waste. The implementation method is carried out through a participatory-educational approach that includes identifying partner needs, appropriate technology training, direct practice of processing ready-to-sell organic waste, utilizing yards for food crops, group discussions, and mentoring in implementing training results. The results of the activity through pre-tests and post-tests showed an increase in understanding of appropriate technology to process waste into ready-to-sell products from 36% to 54%, the ability to sort waste from 32% to 64%, and the ability to record simple things from 24% to 56%. Furthermore, this activity encourages increased member participation in environmental management and strengthens group institutions. In conclusion, strengthening human resource capacity through appropriate technology can positively contribute to improving the skills of KWT Mandiri Asri members, managing household waste, and strengthening the community-based circular economy. Sustainability of this activity requires continued mentoring so that the practices learned can be consistently implemented and developed into a model for empowering productive, independent, and environmentally friendly urban women.
Lightning Surge Damage in PoE Ethernet Links: A Boyolali Tower Case Study Yuwono Bimo Purnomo; Fajar Budi Setiawan; Khampaserth Xaphakdy
Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Vol 6 No 1 (2026): INFOTRON
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/infotron.v6i1.25368

Abstract

Lightning surge damage in hybrid power and communication infrastructures remains a critical issue in tropical regions with high lightning activity. This case study investigates network equipment failure following a thunderstorm-induced power outage exceeding 24 hours in Boyolali, Central Java, Indonesia. The system comprises a 28 m communication tower connected to a server building via a 15 m outdoor unshielded twisted-pair (UTP) Ethernet cable utilizing Power-over-Ethernet (PoE). The tower employs a dedicated lightning-protection grounding system, while the building uses a separate electrical grounding system separated by approximately 10 m and left unbonded. Post-incident inspection revealed that four networking devices were damaged: one PoE injector and one MikroTik CRS326 switch at the tower site, plus one MikroTik CRS326 and one D-Link DGS-1100-24 switch at the server building. The Dell PowerEdge R360 server remained operational after a manual restart. Failure analysis indicates that the damage resulted from surge propagation caused by ground potential rise (GPR) at the tower grounding system. The unbonded grounding systems and the conductive copper PoE link provided a low-impedance path for transient currents. This study highlights the importance of coordinated grounding, surge protective devices (SPDs), and the preference for optical fiber links in hybrid infrastructures. The findings offer practical insights for enhancing lightning protection in tropical communication systems.
Pendampingan Komunitas Desa Dalam Manajemen Talenta Inklusif Untuk Mewujudkan Desa Bersih Dari Sampah, Produktif, dan Berbasis Ekonomi Sirkular Zandra Dwanita Widodo; Darsono Darsono; Dwinanda Ripta Ramadhan; Muhammad Faiz Hardiansyah; Fatkhul Imron; Fajar Budi Setiawan; FA. Luky Primantari; Yuwono Bimo Purnomo
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/vq692p06

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga di wilayah permukiman padat cenderung meningkat dan sering tidak diimbangi oleh pemilahan dari sumber serta tata kelola kelembagaan yang memadai. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kualitas pilahan, tingginya residu tercampur, dan lemahnya keberlanjutan aktivitas bank sampah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat tata kelola Bank Sampah Warso Gesit melalui penerapan manajemen talenta inklusif untuk mewujudkan desa yang lebih bersih, produktif, dan berbasis ekonomi sirkular di Dusun Songgorunggi, Desa Dagen, Kecamatan Jaten, Karanganyar. Metode yang digunakan adalah pendampingan berbasis partisipasi warga (community-based) dengan tahapan pemetaan,perencanaan,implementasi, monitoring dan evaluasi–penguatan keberlanjutan, yang dioperasionalkan melalui pendidikan masyarakat, pelatihan, difusi ipteks, mediasi, dan advokasi. Hasil kegiatan menunjukkan tersusunnya SOP layanan, perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan, penataan pembagian peran relawan berdasarkan pemetaan talenta, serta terbentuknya kader pengganti untuk fungsi kunci. Pada level warga, program mendorong pembiasaan pemilahan melalui edukasi terarah dan uji coba layanan rutin. Kesimpulannya, integrasi penguatan kelembagaan dan manajemen talenta inklusif efektif meningkatkan konsistensi layanan bank sampah serta membuka peluang penguatan rantai nilai ekonomi sirkular berbasis komunitas.
PERANCANGAN SISTEM DETEKSI JUMLAH ORANG DI RUANGAN DENGAN ARSITEKTUR YOLO v8 PADA LINGKUNGAN RUMAH SAKIT Agus Miadi; Supriyana Nugroho; Fajar Budi Setiawan
Biner : Jurnal Ilmiah Informatika dan Komputer Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Sains Al-Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/biner.v5i2.11630

Abstract

Ruang tunggu rumah sakit sering mengalami kepadatan yang sulit dipantau secara manual, terutama pada jam-jam sibuk. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem deteksi jumlah orang berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memantau jumlah orang di area ruang tunggu secara real-time dan memberikan notifikasi otomatis jika jumlah pengunjung melebihi ambang batas yang ditentukan. Sistem ini dikembangkan menggunakan model deteksi objek YOLOv8 yang diimplementasikan pada VPS (Virtual Private Server) dan diakses melalui antarmuka web berbasis HTML serta Flask sebagai backend. Kamera pengawas digunakan sebagai input visual untuk mendeteksi objek manusia, dan hasil deteksi divisualisasikan langsung melalui halaman pemantauan. Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode black-box dengan berbagai skenario kondisi nyata, seperti ruang kosong, jumlah pengunjung normal, hingga melebihi kapasitas. Selain itu, evaluasi penerimaan pengguna dilakukan menggunakan instrumen kuesioner skala Likert, yang menghasilkan total skor 284 dari nilai maksimal 300 atau setara 94%, termasuk dalam kategori "Sangat Baik". Dengan sistem ini, petugas keamanan dapat memperoleh informasi jumlah pengunjung secara cepat dan efisien, sehingga mendukung pengambilan keputusan dalam pengaturan kepadatan ruang tunggu.