Dinda Lestari Hasibuan
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bahasa dalam Penulisan Karya Ilmiah Budiman Budiman; Dinda Lestari Hasibuan; M. Azhar Lubis; Muhammad Syafi'i; Risdah Mahyuni Br Marbun; Rimsa Desela Putri Br Panjaitan; Zahraa Zalikha
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya Tulis Ilmiah menuntut kecermatan bahasa karena karya tersebut harus disebarluaskan kepada pihak yang tidak secara langsung berhadapan dengan penulis baik pada saat tulisan diterbitkan atau pada beberapa tahun sesudah itu. Kecermatan bahasa menjamin bahwa makna yang ingin disampaikan penulis akan sama persis seperti makna yang ditangkap pembaca tanpa terikat oleh waktu. Kesamaan interpretasi terhadap makna akan tercapai jika penulis dan pembaca mempunyai pemahaman yang sama terhadap kaidah kebahasaan yang digunakan. Lebih dari itu, komunikasi ilmiah juga akan menjadi lebih efektif jika kedua pihak mempunyai kekayaan yang sama dalam hal kosa kata. Ciri bahasa keilmuan adalah kemampuan bahasa tersebut untuk mengungkapkan gagasan dan pikiran yang kompleks dan abstrak secara cermat. Kecermatan gagasan dan buah pikiran hanya dapat dilakukan kalau struktur bahasa (termasuk kaidah pembentukan istilah) sudah canggih dan mantap. Kemampuan berbahasa yang baik dan benar merupakan persyaratan mutlak untuk melakukan kegiatan ilmiah sebab bahasa merupakan sarana komunikasi ilmiah yang pokok. Bahasa juga bisa dikatakan sebagai alat yang dipakai untuk mempengaruhi dan dipengaruhi. Fungsi bahasa yang dilengkapi oleh sederetan pengertian untuk karya ilmiah tidak perlu diperdebatkan lagi, bahasa didalam proses berfikir tidak sekedar menjadi bumbu, tetapi menjadi fungsi yang menentukan. Karena itu bahasa yang terpelihara didalam karya ilmiah adalah alat yang terbaik untuk menyampaikan tingkatan dan proses berfikir, argumentasi, dan penalaran.
Pemanfaatan Jahe (Zingiber Officinale) dalam Pengobatan Tradisional dan Kehidupan Masyarakat Indonesia: Tinjauan Etnobotani Ros Mardiah; Tri Harsono; Widia Azhari Saputri; Serly Kusnia; Widya Rahayu; Dinda Lestari Hasibuan; Yuyun Amalia Caniago; Risdah Mahyuni Br. Marbun
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 4 No 4 (2026): Edisi Juni-Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v4i4.924

Abstract

Jahe (Zingiber officinale) merupakan tanaman obat yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia dalam pengobatan tradisional. Kajian ini bertujuan untuk menelaah pemanfaatan jahe dari perspektif etnobotani dan etnobiologi, meliputi aspek kesehatan, budaya, ekonomi, dan konservasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari berbagai sumber ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa jahe mengandung senyawa bioaktif seperti gingerol dan shogaol yang memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan imunomodulator, sehingga efektif untuk mengatasi masuk angin, batuk, gangguan pencernaan, dan diabetes melitus tipe 2. Dari sisi etnobotani, pengetahuan tentang jahe diwariskan secara turun-temurun dan digunakan oleh 462 pengobat tradisional dari 254 etnis di Indonesia untuk menangani 69 jenis penyakit. Selain itu, jahe juga menjadi bagian dari budaya melalui minuman tradisional seperti wedang jahe, bandrek, dan sarabba, serta memiliki nilai ekonomi melalui budidaya dan produk olahan. Simpulan dari kajian ini menegaskan bahwa jahe merupakan tanaman obat yang berhasil menjembatani kearifan lokal dengan ilmu pengetahuan modern, sehingga pelestarian pengetahuan tradisional tentang jahe sangat penting untuk menjaga warisan budaya dan keanekaragaman hayati Indonesia.