Zahraa Zalikha
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Bahasa dalam Penulisan Karya Ilmiah Budiman Budiman; Dinda Lestari Hasibuan; M. Azhar Lubis; Muhammad Syafi'i; Risdah Mahyuni Br Marbun; Rimsa Desela Putri Br Panjaitan; Zahraa Zalikha
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya Tulis Ilmiah menuntut kecermatan bahasa karena karya tersebut harus disebarluaskan kepada pihak yang tidak secara langsung berhadapan dengan penulis baik pada saat tulisan diterbitkan atau pada beberapa tahun sesudah itu. Kecermatan bahasa menjamin bahwa makna yang ingin disampaikan penulis akan sama persis seperti makna yang ditangkap pembaca tanpa terikat oleh waktu. Kesamaan interpretasi terhadap makna akan tercapai jika penulis dan pembaca mempunyai pemahaman yang sama terhadap kaidah kebahasaan yang digunakan. Lebih dari itu, komunikasi ilmiah juga akan menjadi lebih efektif jika kedua pihak mempunyai kekayaan yang sama dalam hal kosa kata. Ciri bahasa keilmuan adalah kemampuan bahasa tersebut untuk mengungkapkan gagasan dan pikiran yang kompleks dan abstrak secara cermat. Kecermatan gagasan dan buah pikiran hanya dapat dilakukan kalau struktur bahasa (termasuk kaidah pembentukan istilah) sudah canggih dan mantap. Kemampuan berbahasa yang baik dan benar merupakan persyaratan mutlak untuk melakukan kegiatan ilmiah sebab bahasa merupakan sarana komunikasi ilmiah yang pokok. Bahasa juga bisa dikatakan sebagai alat yang dipakai untuk mempengaruhi dan dipengaruhi. Fungsi bahasa yang dilengkapi oleh sederetan pengertian untuk karya ilmiah tidak perlu diperdebatkan lagi, bahasa didalam proses berfikir tidak sekedar menjadi bumbu, tetapi menjadi fungsi yang menentukan. Karena itu bahasa yang terpelihara didalam karya ilmiah adalah alat yang terbaik untuk menyampaikan tingkatan dan proses berfikir, argumentasi, dan penalaran.
PERANAN MIKROORGANISME RHIZOPUS SP. DALAM PEMBUATAN TEMPE Niea Zahara Phonna; Wan Ridha Rasyida; Nazwa Ramadhona; Zahraa Zalikha; Serly Kusnia Handayani; Anjelita Sinaga; Dwi Khairani; Miftahul Khairani
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11635

Abstract

Tempeh is a traditional Indonesian fermented food produced through the activity of microorganisms, particularly Rhizopus sp. This study aimed to analyze the role of Rhizopus sp. in the fermentation of soybeans into tempeh. This laboratory experimental research was conducted at the Biology Education Laboratory, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Fermentation was carried out at a temperature of 28–32°C for 36–48 hours using tempeh starter. The observed parameters included the growth of Rhizopus sp. mycelium and the physical characteristics of tempeh. The results showed that Rhizopus sp. played an important role in producing tempeh with a compact structure, bright white color, homogeneous texture, and characteristic aroma.
Pengembangan Modul Interaktif Pembelajaran Biologi Berbasis Discovery Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif pada Materi Sistem Ekskresi di SMA Zahraa Zalikha; Efrida Pima Sari Tambunan
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol. 9 No. 4 (2026): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/wceb2481

Abstract

This study aimed to develop an interactive Biology module based on Discovery Learning on the Excretory System topic for eleventh-grade students and to evaluate its validity, practicality, and effectiveness in improving creative thinking skills. The method used was Research and Development (R&D) using the 4D model, involving 26 eleventh-grade students, expert validation sheets, teacher and student response questionnaires, and essay tests based on creative thinking indicators, with data analyzed using Likert scales, percentages, and N-Gain. The findings revealed that the developed module was highly valid, practical for classroom use, and capable of improving students' creative thinking skills. Conclusion, the Discovery Learning-based interactive module is feasible and effective as a learning resource for the excretory system topic and supports the development of creative thinking skills. Keywords: Creative Thinking Skills, Discovery Learning, Excretory System, Interactive Module
PENGARUH FAKTOR ABIOTIK TERHADAP TUMBUHAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS) DI KAMPUNG KOLAM, KECAMATAN PERCUT SEI TUAN, KABUPATEN DELI SERDANG. Muhammad Faisal; Yuyun Amalia Caniago; Zahraa Zalikha; Nabila Az-Zahra; Nurul Hafizah Hasanah; Muhammad Syafi’i
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 1 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i1.118-123

Abstract

Cabai rawit, juga dikenal sebagai Capsicum frutescens, adalah salah satu jenis tanaman pertanian yang sangat dihargai di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana faktor abiotik mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens) di Kampung Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan memfokuskan pada pandangan masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu yang ideal (25–30 °C), intensitas cahaya yang cukup (8–10 jam setiap hari), kelembapan udara 60–80 persen, dan pH tanah 5,5– 7,0 sangat memengaruhi proses fisiologis tanaman seperti fotosintesis, transpirasi, dan penyerapan nutrisi. Suhu yang terlalu tinggi atau rendah, intensitas cahaya yang berlebihan, dan suhu yang terlalu rendah atau rendah