Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH FAKTOR ABIOTIK TERHADAP TUMBUHAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS) DI KAMPUNG KOLAM, KECAMATAN PERCUT SEI TUAN, KABUPATEN DELI SERDANG. Muhammad Faisal; Yuyun Amalia Caniago; Zahraa Zalikha; Nabila Az-Zahra; Nurul Hafizah Hasanah; Muhammad Syafi’i
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 1 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i1.118-123

Abstract

Cabai rawit, juga dikenal sebagai Capsicum frutescens, adalah salah satu jenis tanaman pertanian yang sangat dihargai di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana faktor abiotik mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens) di Kampung Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan memfokuskan pada pandangan masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu yang ideal (25–30 °C), intensitas cahaya yang cukup (8–10 jam setiap hari), kelembapan udara 60–80 persen, dan pH tanah 5,5– 7,0 sangat memengaruhi proses fisiologis tanaman seperti fotosintesis, transpirasi, dan penyerapan nutrisi. Suhu yang terlalu tinggi atau rendah, intensitas cahaya yang berlebihan, dan suhu yang terlalu rendah atau rendah
Pemanfaatan Jahe (Zingiber Officinale) dalam Pengobatan Tradisional dan Kehidupan Masyarakat Indonesia: Tinjauan Etnobotani Ros Mardiah; Tri Harsono; Widia Azhari Saputri; Serly Kusnia; Widya Rahayu; Dinda Lestari Hasibuan; Yuyun Amalia Caniago; Risdah Mahyuni Br. Marbun
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 4 No 4 (2026): Edisi Juni-Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v4i4.924

Abstract

Jahe (Zingiber officinale) merupakan tanaman obat yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia dalam pengobatan tradisional. Kajian ini bertujuan untuk menelaah pemanfaatan jahe dari perspektif etnobotani dan etnobiologi, meliputi aspek kesehatan, budaya, ekonomi, dan konservasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari berbagai sumber ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa jahe mengandung senyawa bioaktif seperti gingerol dan shogaol yang memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan imunomodulator, sehingga efektif untuk mengatasi masuk angin, batuk, gangguan pencernaan, dan diabetes melitus tipe 2. Dari sisi etnobotani, pengetahuan tentang jahe diwariskan secara turun-temurun dan digunakan oleh 462 pengobat tradisional dari 254 etnis di Indonesia untuk menangani 69 jenis penyakit. Selain itu, jahe juga menjadi bagian dari budaya melalui minuman tradisional seperti wedang jahe, bandrek, dan sarabba, serta memiliki nilai ekonomi melalui budidaya dan produk olahan. Simpulan dari kajian ini menegaskan bahwa jahe merupakan tanaman obat yang berhasil menjembatani kearifan lokal dengan ilmu pengetahuan modern, sehingga pelestarian pengetahuan tradisional tentang jahe sangat penting untuk menjaga warisan budaya dan keanekaragaman hayati Indonesia.