Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) ASAM AMINO SEBAGAI PENGGANTI PUPUK NPK DARI AIR KELAPA DI DESA SIMATOHIR Irmalia Fitri Siregar; Rafiqah Amanda Lubis; Yusnita Wahyuni Silitonga; Muhammad Nizar Hanafiah Nasution; Erti Kumala Indah; Sulaiman Abdi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1783-1787

Abstract

Pupuk adalah bahan yang memiliki kandungan satu atau lebih unsur hara yang diberikan pada tanaman untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Pupuk terbagi atas 2 (dua) macam yaitu pupuk anorganik (kimia) dan pupuk organik (pembusukan bahan organik) bisa berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan dan kotoran yang umumnya dari proses penguraian (fermentasi). Adapun hasil fermentasi yang dapat dimanfaatkan sebagai POC pada kegiatan pengabdian di desa Simatohir  ini adalah fermentasi dari bakteri yakult dengan menambahkan air kelapa dan sumber protein dari telur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus produksi tanaman dari pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) asam amino menggantikan pupuk NPK (kimia). .Hasil kegiatan di publikasikan dalam bentuk jurnal di jurnal MARTABE.
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) ASAM AMINO SEBAGAI PENGGANTI PUPUK NPK DARI AIR KELAPA DI DESA SIMATOHIR Irmalia Fitri Siregar; Rafiqah Amanda Lubis; Yusnita Wahyuni Silitonga; Muhammad Nizar Hanafiah Nasution; Erti Kumala Indah; Sulaiman Abdi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1783-1787

Abstract

Pupuk adalah bahan yang memiliki kandungan satu atau lebih unsur hara yang diberikan pada tanaman untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Pupuk terbagi atas 2 (dua) macam yaitu pupuk anorganik (kimia) dan pupuk organik (pembusukan bahan organik) bisa berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan dan kotoran yang umumnya dari proses penguraian (fermentasi). Adapun hasil fermentasi yang dapat dimanfaatkan sebagai POC pada kegiatan pengabdian di desa Simatohir  ini adalah fermentasi dari bakteri yakult dengan menambahkan air kelapa dan sumber protein dari telur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus produksi tanaman dari pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) asam amino menggantikan pupuk NPK (kimia). .Hasil kegiatan di publikasikan dalam bentuk jurnal di jurnal MARTABE.
ANALISIS FAKTOR BUDIDAYA TERHADAP PRODUKTIVITAS CABAI MERAH PADA USAHATANI PETANI DI KOTA PADANGSIDIMPUAN Sulaiman Abdi; Rasmita Adelina; Burhanuddin Burhanuddin; Yusriani Nasution; Dini Puspita Yanti Nst
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 11, No 1 (2026): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v11i1.127-137

Abstract

Penelitian ini mengkaji faktor budidaya yang memengaruhi produktivitas cabai merah pada usahatani petani di Kota Padangsidimpuan, mengingat capaian hasil di tingkat petani masih bervariasi antar wilayah. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh pemupukan, pengendalian OPT/PHT, irigasi/pengairan, dan luas lahan terhadap produktivitas cabai merah. Penelitian dilaksanakan pada Juni-Juli 2025 menggunakan metode survei terhadap 30 petani (purposive sampling) yang tersebar pada enam kecamatan. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan observasi lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif dan regresi linear berganda. Produktivitas rata-rata Kota Padangsidimpuan sebesar 9,0 ton/ha dengan rentang 5,5–13,0 ton/ha; produktivitas tertinggi terdapat di Angkola Julu (11,0 ton/ha) dan terendah di Tenggara (7,5 ton/ha). Hasil regresi menunjukkan model signifikan (F=119,122; p0,001) dengan kemampuan jelaskan variasi produktivitas yang sangat kuat (R²=0,969; Adj R²=0,961). Secara parsial, pemupukan (B=0,487; p=0,001), pengendalian OPT/PHT (B=0,379; p=0,001), irigasi (B=0,505; p=0,001), dan luas lahan (B=9,973; p=0,001) berpengaruh positif terhadap produktivitas. Kesimpulan menunjukkan peningkatan produktivitas cabai merah dapat dicapai melalui perbaikan ketepatan pemupukan, efektivitas pengendalian OPT/PHT, keteraturan pengairan, serta pengelolaan usahatani yang ditopang kapasitas lahan.