Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN TB PARU DI KABUPATEN TULANG BAWANG Dedek Sulaiman; Bambang Setiaji; Endang Budiati; Dian Adhe Bianggo Naue
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i2.1685

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan Global TB report 2021, Indonesia menduduki peringkat ke 3 di dunia. Kabupaten Tulang Bawang pada tahun 020 tercatat angka treatment Coverage sebesar 613 TB SO dan 1TB RO (43,49%), tahun 2021 tercatat 611 TB SO dan 0 TB RO (43,28%) dan pada tahun 2022 tercatat 675 TB SO dan 0 TB RO (40,45%), dari target nasionalyang dicanangkan oleh pemerintah sebesar 78%, tentu pencapaian tersebut masih belum memenuhi target. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian TB Paru di Kabupaten Tulang Bawang. Metode: Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Dengan menggunakan desain dan pendekatan case control jumlah sempel 114 responden besar sampel 57 sempel kasus, sampel control sebanyak 57, tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan purposive sampling Objek dalam penelitian ini adalah kejadian Tuberkulosis. Hasil: Sebagian besar responden merokok (62,3%), dan sebagian besar memiliki status gizi baik (55,3%) dan memiliki Riwayat kontak dengan penderita TB paru(57,0%) dan sebagian besar memiliki kondisi rumah sehat (63,2%). Terdapat hubungan perilaku merokok dengan kejadian TB paru dan nilai OR (odds Ratio) 3,181 dengan kejadian TB paru dan nilai OR (odds Ratio) 4,977. Terdapat hubungan riwayat kontak penderita dengan kejadian TB paru dan nilai OR (odds Ratio) 4,139 Terdapat hubungan kondisi rumah dengan kejadian TB paru dan nilai OR (odds Ratio) 6,016 Kesimpulan: Terdapat hubungan status gizi, kondisirumah, Riwayat kontak penderita, Riwayat merokok, dengan kejadian TB paru
Literasi Digital Pada Pengembangan Jiwa Kewirausahaan Pemuda Karang Taruna Desa Wisata Pulau Pahawang Desmon Desmon; Meita Sekar Sari; Endang Budiati; Dian Herlambang; Umar Bakti
Jurnal Kabar Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus : JURNAL KABAR MASYARAKAT
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jkb.v1i3.577

Abstract

Abstrak Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan kepada masyarakat desa wisata pulau pawang dalam mengembangkan literasi kewirausahaan digital. Kegiatan inti dilaksanakan di desa wisata pulau pawang pada tanggal 27 juni 2023. Metode yang digunakan yakni berupa pemaparan materi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai literasi kewirausahaan digital melalui beberapa platform media sosial yang sudah familiar seperti Whatsapp, Facebook dan Instagram. Selain platfom media sosial tersebut, peserta juga diajarkan bagaimana mendaftarkan usahanya di platform seperti Go Food dan Grab Food.
Determinants Of Obstetric Ultrasound Utilization Among Pregnant Women In Efforts To Prevent The Infant Mortality Rate In Tulang Bawang Regency [Accepted] Afdinda Firtanti; Endang Budiati; Dewi Rahayu; Dian Utama Pratiwi Putri
Health Dynamics Vol 3, No 4 (2026): April 2026 (Upcoming)
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Low utilization of ultrasonography (USG) examinations among pregnant women, at only 16,1% during first antenatal care (ANC) visits and 18,7% during last ANC visits, may hinder the early detection of pregnancy complications and contribute to a high infant mortality rate (IMR) which reached 34 cases in 2024 in Tulang Bawang Regency. This study aimed to analyze the determinants of utilization with USG examinations among pregnant women in Tulang Bawang Regency in 2025. Methods: This quantitative analytic study used a cross-sectional design. From a population of 2,694 pregnant women in Tulang Bawang Regency in 2025, a sample of 267 respondents was selected using stratified random sampling from six primary health centers. Instruments included a questionnaire and secondary data sources. Data were analyzed using univariate, bivariate (Chi-square), and multivariate analyses was conducted using multiple logistic regression. Results: Of the 267 respondents, 141 (52.8%) adhered to ultrasound examinations. Knowledge (p=0.000), attitude (p=0.008), age (p=0.000), service availability (p=0.008), accessibility (p=0.000), and perception (p=0.013) were significantly associated with ultrasound adherence, whereas pregnancy risk status was not (p=0.643). Age was the dominant factor (p=0.001; OR=3.660; 95% CI: 1.751–7.650). Conclusions: Conclusion: Ultrasound utilization among pregnant women is primarily influenced by age, accessibility, and knowledge. To improve ultrasound utilization as an ANC-strengthening innovation, we recommend prioritizing target screening (pregnant women aged <20 and >35 years), providing structured ultrasound education, implementing written scheduling, tiered reminders, and active follow-up of missed appointments. This innovation should be supported by flexible service hours and improved access through scheduled transportation and mobile ultrasound services, subject to resource availability.