p-Index From 2021 - 2026
1.066
P-Index
This Author published in this journals
All Journal STATIKA Statika
Suryanti Suraja Pulungan
Universitas Graha Nusantara

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : statika

PENGARUH PENGGUNAAN PLASTIK LOW DENSITY POLYETHYLENE (LDPE) SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR PEMBUATAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON FC’18,68 MPa Anri Mirwan Gea; Suryanti Suraja Pulungan; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1787

Abstract

Beton merupakan material yang paling banyak digunakan di dunia dalam bangunan kontruksi. Beton adalah campuran yang terdiri dari agregat halus, agregat kasar, semen dan air serta dapat juga ditambah bahan tambahan yang lain dengan pembandingan tertentu. Selain itu, beton juga memiliki keistimewaan, antara lain mampu menahan daya tekan. ) Plastik yang mempunyai karakterik tahan lama, tahan korosi, isolator yang baik untuk dingin, panas, dan kedap suara, hemat energi, ekonomis, memiliki umur pakai yang panjang, dan ringan sangat berpotensi untuk digunakan dalam penggunaan agregat kasar pada beton. Pengujian kuat tekan beton dengan penambahan LDPE sebagai pengganti sebagian agregat kasar dengan variasi campuran 25% dan 50% dilakukan untuk melihat perbandingan kuat tekannya dengan kuat tekan beton normal. nilai kuat tekan beton rata-rata yaitu beton dengan variasi 25% pada umur 7 hari sebesar 10,14 MPa, Variasi 50% pada umur 7 hari sebesar 10,77m Mpa. variasi 25% pada umur 14 hari sebesar 12,99 MPa, Variasi 50% pada umur 14 hari sebesar 12,40 MPa, dan umur 28 hari variasi 25% sebesar 13,33 Mpa, Variasi 50% pada umur 28 hari sebesar 12,91 Mpa.
PENGARUH PENGGUNAAN BATU CADAS DI DAERAH PARANGINAN KAB. PADANG LAWAS UTARA SEBAGAI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN BETON Arip Muda Harahap; Suryanti Suraja Pulungan; Nurhasanah Siregar
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas beton dapat diketahui melalui perencanaan dan pengawasan yang lebih baik dan teliti terhadap bahan-bahan yang akan dipakai. Batu cadas (batu trass) adalah batuan yang telah mengalami perubahan komposisi kimia yang disebabkan oleh pelapukan dan pengaruh kondisi air bawah tanah. Batu cadas (batu trass) banyak terdapat di Daerah Paranginan Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan nilai perbandingan kuat tekan beton dan sifat - sifat (kekuatan, berat isi, dan nilai slump) beton berbahan batu cadas (batu trass) sebagai pengganti agregat kasar terhadap beton normal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan memanfaatkan batu cadas (batu trass) sebagai pengganti sebagian kerikil pada beton dengan variasi normal, 10%, dan 20%. Dari hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan maka didapat nilai kuat tekan beton rata-rata pada setiap umur pengujian seperti diketahui pada saat umur 7 hari kuat tekan beton terbesar adalah kuat tekan beton normal dengan nilai sebesar 5,56 N/mm2 dan nilai kuat tekan terendah adalah kuat tekan beton variasi 20% dengan nilai sebesar 4,71 N/mm2. Sedangkan pada umur pengujian 14 hari kuat tekan beton normal dengan nilai sebesar 6.41 N/mm2 dan nilai kuat tekan beton terrendah adalah variasi 20% dengan nilai sebesar 5,18 N/mm2, pada umur pengujian 28 hari kuat tekan beton terbesar adalah beton normal dengan nilai sebesar 8,58 N/mm2 dan nilai kuat tekan beton terrendah adalah variasi 20% sebesar 6,13 N/mm2.
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH ABU BATU TERHADAP KUAT TEKAN BETON DARI WILAYAH BATU TAMBUN KAB. PADANG LAWAS UTARA DIBANDINGKAN DENGAN PASIR BATU NADUA Putra Rana Dian Harahap; Suryanti Suraja Pulungan; Nurhasanah Siregar
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1833

Abstract

Pembuatan konstruksi yang menggunakan abu batu sebagai campuran beton, hasilnya lebih ekonomis untuk digunakan di pabrik bila dibandingkan dengan beton yang tidak menggunakan abu batu. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mesdeskripsikan pengaruh dan perbandingan kuat tekan beton berbahan abu batu dengan variasi pengganti agregat halus normal untuk pasir Batu Nadua 20 % dan 40 %. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eskperimental dengan memanfaatkan abu batu sebagai pengganti sebagian pasir batu nadua pada beton variasi normal 20 % dan 40 %. Dari hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan maka didapat nilai kuat tekan rata-rata pada setiap umur pengujian seperti diketahui pada umur 7 hari kuat tekan beton terbesar adalah kuat tekan beton variasi 20 % dengan nilai sebesar 6,29 N/mm2 dan nilai kuat tekan terendah yaitu kuat tekan beton variasi 40 % dengan nilai sebesar 3,67 N/mm2. Sedangkan pada umur 14 hari kuat tekan beton normal yaitu 4,52 N/mm2 dan nilai kuat tekan beton variasi 20% yaitu 6,41 N/mm2 dan variasi 40% nilai kuat tekan betonnya yaitu 3,77 N/mm2, Pada umur pengujian 28 hari kuat tekan beton normal dengan nilai sebesar 4,52 N/mm2, Untuk variasi 20% kuat tekan dengan nilai 7,13 N/mm2, dan nilai kuat tekan beton variasi 40% yaitu 4,62 N/mm2. Kuat tekan beton yang menggunakan abu batu dari Batu Tambun tidak memenuhi standar mutu beton f 'c 18.
ANALISIS BANGUNAN RUMAH ADAT BAGAS GODANG DI TAPANULI SELATAN Suryanti Suraja Pulungan; NURHASANA SIREGAR; Wirna Arifitriana; Abdilah Rahman; Ary Abdillah Hasibuan
STATIKA Vol. 9 No. 2 (2026): Statika Vol 9 No 2 September 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i2.1876

Abstract

Bagas Godang, yang secara harfiah berarti "Rumah Besar", merupakan bangunan adat tradisional suku Angkola di Sumatera Utara yang berfungsi sebagai tempat tinggal raja (pemimpin adat/raja pamsuk) dan pusat pemerintahan adat. Secara arsitektural, Bagas Godang dicirikan dengan konstruksi kayu berbentuk panggung, atap berbentuk tarup silengkung dolok (menyerupai atap pedati atau rumah gadang namun khas Angkola), serta tiang-tiang ganjil yang kokoh. Bagas Godang biasanya terletak bersebelahan dengan Sopo Godang (balai sidang adat) dan masjid, membentuk pusat komunitas adat yang disebut Bona Bulu. Bangunan ini tidak hanya menonjolkan nilai estetika, tetapi juga memuat manifestasi nilai-nilai filosofis dan kearifan lokal seperti Dalihan Na Tolu, gotong royong, dan musyawarah dalam kepemimpinan. Secara keseluruhan, arsitektur Bagas Godang adalah manifestasi fisik dari identitas budaya dan pandangan hidup masyarakat Tapanuli Selatan yang menghargai keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai-nilai adat. Bagas Godang khususnya Tapanuli Selatan menggunakan bahan bangunan kayu dan jenis kayu yang digunakan di Bagas Godang masih menggunakan kayu Ingul dan kayu Kapur dengan menggunakan sambungan bibir miring, sambungan baut dan juga sambungan paku. Pondasi Bagas Godang berupa rumah panggung menggunakan jenis pondasi Umpak dan batukali. Dan jenis jendela model jalusi, dan dimensi kolomnya sebesar 15 x 15 cm.