Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Audiovisual Berbabsis Self Management terhadap Pasien Hipertensi Olviani, Yurida; Saherna, Jenny; Hadrianti, Dessy; Satriani, Desy; Aulia, Nazi Ratul
Jurnal Skala Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Skala Kesehatan Edisi Januari 2026
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jsk.v17i1.490

Abstract

Hypertension remains the leading non-communicable disease, causing numerous complications and deaths. Complications of hypertension can be prevented through health promotion, specifically by providing hypertension self-management education using audiovisual media adapted to the current development of information technology. Developing accessible, widely reachable, efficient, and effective audiovisual health education media on hypertension self-management is essential to encourage the community to regularly monitor blood pressure and independently adopt routine behavior changes to prevent further complications. Objective: To develop audiovisual health education media on hypertension self-management for patients with hypertension. Methods: Quasi-experimental study. Data were analyzed using the Wilcoxon Paired Sample T-Test.
Pengaruh Video Edukasi Terhadap Pengetahuan Dan Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Tuberkulosis Paru DIRSUD Sultan Suriansayah Banjarmasin Sa’diah, Sa’diah; Olviani, Yurida; Hadrianti, Dessy; Afriyanti, Uni
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24453

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains a major global health issue, particularly in developing countries, and treatment adherence is crucial to prevent drug resistance. This study aimed to evaluate the effect of educational video interventions on knowledge and medication adherence among pulmonary TB patients at RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. A quasi-experimental pre-test and post-test design was employed involving 88 pulmonary TB patients. Data on knowledge and adherence were collected before and after video-based educational interventions and analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. The findings showed a significant increase in both knowledge and adherence after the intervention. Positive ranks dominated with Z = -7.597 (p 0.05) for knowledge and Z = -8.175 (p 0.05) for adherence, indicating that video education effectively improved patients’ understanding and compliance with anti-TB treatment. Educational videos are an effective, flexible, and accessible tool to enhance knowledge and adherence in TB patients, supporting successful therapy outcomes and reducing the risk of drug resistance. Keywords: Tuberculosis, Video Education, Adherence  ABSTRAK Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan global, dan kepatuhan pengobatan merupakan faktor penting untuk mencegah resistensi obat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh video edukasi terhadap pengetahuan dan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental pre-test dan post-test dengan 88 pasien TB paru. Data mengenai pengetahuan dan kepatuhan dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi video edukasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan kepatuhan pasien setelah intervensi. Dominasi positive ranks dengan nilai Z = -7,597 (p 0,05) untuk pengetahuan dan Z = -8,175 (p 0,05) untuk kepatuhan menunjukkan bahwa video edukasi efektif meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Video edukasi terbukti sebagai alat yang efektif, fleksibel, dan mudah diakses untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien TB, sehingga mendukung keberhasilan terapi dan menurunkan risiko resistensi obat. Kata Kunci: Tuberkulosis, Video Edukasi, Kepatuhan
Manajemen Nyeri Non-Farmakologis dan Kondisi Klinis pada Pasien Bedah Digestif: Studi Cross-Sectional [Non-Pharmacological Pain Management and Clinical Outcomes in Digestive Surgery Patients: A Cross-Sectional Study] Salsabila, Nasywa Liza; Solikin, Solikin; Sukarlan, Sukarlan; Olviani, Yurida
Indonesia Berdaya Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261472

Abstract

Digestive surgery patients often experience postoperative pain that can affect their clinical condition, including hemodynamic stability, mobilization ability, and the recovery process. Pain that is not managed optimally may hinder the healing process. Non-pharmacological pain management is one of the safe and effective nursing interventions to help control pain and support the stability of patients’ clinical conditions; however, its implementation in clinical settings is still not optimal. This study aimed to determine the relationship between non-pharmacological pain management and the clinical condition of digestive surgery patients at Sultan Suriansyah Regional Hospital, Banjarmasin. This research employed a quantitative method with a cross-sectional design. The sample consisted of 31 digestive surgery patients who were hospitalized at Sultan Suriansyah Regional Hospital, Banjarmasin, selected using an accidental sampling technique. Data were collected through interviews using a non-pharmacological pain management questionnaire and observation of patients’ clinical conditions based on hemodynamic data obtained from medical records. Data analysis was conducted using the Spearman’s Rho test. The results showed that most respondents did not receive non-pharmacological pain management and were in an unstable clinical condition. Bivariate analysis indicated a significant relationship between non-pharmacological pain management and the clinical condition of digestive surgery patients (p = 0.003). In conclusion, non-pharmacological pain management is associated with the clinical condition of digestive surgery patients; therefore, its optimal implementation is expected to improve clinical stability and support the patient recovery process. Abstrak. Pasien bedah digestif sering mengalami nyeri pascaoperasi yang dapat memengaruhi kondisi klinis, seperti kestabilan hemodinamik, kemampuan mobilisasi, dan proses pemulihan. Nyeri yang tidak tertangani secara optimal dapat menghambat proses penyembuhan pasien. Manajemen nyeri non-farmakologis merupakan salah satu intervensi keperawatan yang aman dan efektif untuk membantu mengendalikan nyeri serta mendukung stabilitas kondisi klinis pasien, namun penerapannya di lingkungan klinis masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara manajemen nyeri non-farmakologis dengan kondisi klinis pada pasien bedah digestif di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 31 pasien bedah digestif yang menjalani perawatan inap di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner manajemen nyeri non-farmakologis serta observasi kondisi klinis pasien berdasarkan data hemodinamik dari rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman’s Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mendapatkan manajemen nyeri non-farmakologis dan berada dalam kondisi klinis tidak stabil. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara manajemen nyeri non-farmakologis dengan kondisi klinis pasien bedah digestif (p = 0,003). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa manajemen nyeri non-farmakologis memiliki hubungan dengan kondisi klinis pasien bedah digestif, sehingga penerapannya secara optimal diharapkan dapat membantu meningkatkan stabilitas kondisi klinis dan mendukung proses pemulihan pasien.