Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : jme

UPAYA PENCEGAHAN PENCEMARAN MINYAK PADA SAAT PROSES PELAKSANAAN TANK CLEANING DI ATAS KAPAL MT.ALPHA Suratni Ginting
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 4 No. 2 (2022): Article Research, Agustus 2022
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.822 KB) | DOI: 10.54196/jme.v4i2.86

Abstract

International Safety Guide For Oil Tankers and Terminals (Chapter 9, 2000: 91-95), dalam buku panduan ISGOTT tentang Pedoman dalam pelaksanaan pencucian tangki muat (tank cleaning) dijelaskan bahwa dalam pembersihan ruang muat terdapat beberapa tindakan pencegahan yang harus diikuti, yaitu diantaranya sebelum membersihkan dasar tangki (tank bottom) maka terlebih dahulu tangki dibilas dengan air laut dan di pompa hingga kering, sistem pipa termasuk pipa-pipa muatan, jalur jalur pergantian harus pula disiram dengan air yang disalurkan ke ruang muat untuk mengeluarkan air kotor, untuk memastikan sistem pipa sudah bersih,disamping itu berguna mengurangi konsetrasi gas di tangki. Sebelum mencuci ruang muat haruslah diberi ventilasi untuk mengurangi konsentrasi gas atmosfer menjadi atau kurang dari batas minimal pembakaran.Selama penulis bekerja di MT.ALPHA,masih dijumpai beberapa ABK yang belum memahami tentang prosesdur kerja baik ABK yang sudah lama bekerja maupun ABK yang baru joint di kapal tersebut. Menurut pengamatan penulis hal ini dikarenakan a) Kurangnya alat yang memadai untuk melakukan transfer sisa minyak pencucian b) Rendahnya Pengetahuan ABK dalam melaksanakan tugas tank cleaning c) Kurangnya Familiarisasi ABK tentang prosedur penggunaan peralatan pencegahan pencemaran di atas kapal MT.Alpha. Setelah penulis mengadakan pengamatan, Untuk mengatasi masalah pencemaran adapun yang diambil alternatifnya adalah sebagai berikut : a) Melakukan familiarisasi dan latihan bagi ABK dalam penggunaan peralatan pencemaran minyak di atas kapal b) Memberikan motivasi terhadap dalam penerapan prosedur pencegahan pencemaran di atas kapal dan Melakukan pengawasan terhadap ABK dalam pelaksanaan prosedur pada saat tank cleaning.
PELAYANAN PENERBITAN SURAT PERSETUJUAN BERLAYAR ( SPB ) PADA KANTOR KESYAHBANDARAN KELAS 1 BELAWAN OLEH PT.PELAYARAN GROGOL SARANA UTAMA CABANG BELAWAN Suratni Ginting
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 5 No. 1 (2023): Article Research
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.139 KB) | DOI: 10.54196/jme.v5i1.98

Abstract

Berdasarkan Pasal 219 ayat (1) Undang –Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran ,diatur bahwa setiap kapal yang berlayar wajib memiliki Surat Persetujuan Berlayar Yang dikeluarkan oleh Syahbandar.Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dikeluarkan kepada setiap kapal yang akan berlayar meninggalkan pelabuhan setelah memenuhi persyaratan kelaik lautan kapal dan kewajiban lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Prosedur Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar pada Kantor Syahbandar Kelas 1 Belawan oleh PT.Pelayaran Grogol Sarana Utama cabang Belawan.Metode yang digunakan adalah pengamatan ( Observasi ) dan Metode angket dan wawancara. P.T.Pelayaran Grogol Sarana Utama cabang Belawan merupakan salah satu perusahaan nasional yang bergerak dibidang pelayaran, baik dalam dan luar negeri, yang dipaparkan pada penelitian yaitu Prosedur Pengurusan Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar pada Kantor Syahbandar Kelas-1 oleh PT.Pelayaran Grogol Sarana Utama cabang Belawan. Prosesnya dimulai dari sebelum kapal tiba, setelah kapal tiba hingga kapal sandar dan kemudian kapal akan berangkat beserta dokumen – dokumennya yang sudah diterbitkan oleh Syahbandar. Pada pengurusan tersebut diperlukan manajemen dan organisasi untuk dapat memperlancar operasional perusahaan. Perlu adanya pemeriksaan kelaiklautan kapal berupa pemeriksaan administrasi dan kondisi fisik kapal oleh pejabat yang berwenang yang sesuai dengan pernyataan Nakhoda..Hasil penelitian penulis dapat dikategorikan bahwa kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas-1 Belawan telah memenuhi prosedur untuk Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar. Dampak /sanksi terhadap pelanggaran berlayar tanpa SPB( Surat Persetujuan Berlayar ) berupa penahanan terhadap kapal, pembekuan izinatau sertifikat yang dinyatakan dalam Undang – Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran yang mana Nakhoda yang berlayar tanpa memiliki SPB yang dikeluarkan Syahbandar setempat telah melanggar pasal 323 yang dapat dipidana selama5 tahun dan denda sebesar Rp.600,000,000,00( Enam Ratus Juta Rupiah) .
PROSEDUR LAYANAN BONGKAR MUAT PETI KEMAS PADA PT.PELABUHAAN INDONESIA I(PERSERO ) TERMINAL PETI KEMAS BELAWAN Suratni Ginting; Ayu Asnawati Situmorang
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 5 No. 2 (2023): Article Research
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v5i2.112

Abstract

Pelabuhan Indonesia I (Persero) Terminal Peti Kemas Belawan adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa kepelabuhan di Indonesia.Prosedur layanan jasa bongkar muat peti kemas dimulai dari kegiatan bongkar, kegiatan muat, relokasi peti kemas dan juga kegiatan gate yang meliputi receiving dan delivery serta pelayanan fisik terhadap peti kemas. Dalam hal prosedur layanan tersebut didukung oleh dokumen – dokumen yang lengkap sesuai dengan data yang diperlukan dalam pelayanan peti kemas dimaksud. Pelayanan bongkar muat pada PT.Pelabuhan Indonesia I (Persero) Terminal Peti Kemas Belawan dalam hal memberikan jasa sudah cukup baik meskipun masih ada kelemahannya seperti kurangnya ketelitian dalam melaksanakan kegiatan bongkar muat peti kemas yang dapat memberikan dampak buruk ataupun beresiko terhadap kecelakaan kerja. Untuk mengatasi dan menghindari hal tersebut maka perusahaan melakukan pembentukan wadah pusat pengawasan ataupun pengendalian operasi lapangan yang lebih efisien, serta penggunaan aplikasi sistim informasi teknologi yang lebih efektif untuk mendukung operasional kerja pelayanan peti kemas.Kegiatan bongkar muat peti kemas dilakukan dengan menggunakan berbagai alat crane kapal.
Analisis Empiris Penurunan Kecepatan Kapal Penyebrangan Akibat Gelombang Laut Menggunakan Integrasi Data AIS dan ERA5 di Indonesia Meriah Kita Deliani; Suratni Ginting; Restu Mujiono; Rapliansyah Rapliansyah
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 8 No. 1 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v8i1.227

Abstract

Kapal penyeberangan merupakan elemen penting dalam konektivitas antarpulau di Indonesia, namun kinerjanya sangat dipengaruhi oleh kondisi oseanografi, khususnya gelombang laut. Penelitian ini menganalisis pengaruh gelombang terhadap kecepatan kapal penyeberangan menggunakan data Automatic Identification System (AIS) publik yang terintegrasi dengan data oseanografi pada tiga wilayah perairan Indonesia. Hasil menunjukkan hubungan yang kuat antara peningkatan tinggi gelombang dan penurunan kecepatan kapal, dengan penurunan 8–15% pada kondisi moderat dan lebih dari 25% pada kondisi gelombang kasar, terutama di perairan terbuka dan saat gelombang datang dari depan. Musim barat memberikan dampak penurunan kinerja paling signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi data AIS dan oseanografi untuk mendukung keselamatan, efisiensi, dan perencanaan transportasi laut nasional.
Pengaruh Kelaiklautan Terhadap Keselamatan Kapal LCT PRMA -1 di Perusahaan PT.Bunga Nusa Mahakam Suratni Ginting
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 8 No. 2 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v8i2.253

Abstract

Pengaruh kelaiklautan dapat diartikan sebagai suatu usaha atau kegiatan yang dilakukan terhadap kapal untuk mencegah terjadinya kerusakan,keselamatan dan mengembangkan kepada kondisi yang lebih baik. Pekerjaan perbaikan kapal dibutuhkan jika ada kerusakan yang terjadi, karena usia kapal yang bertambah dan ausnya bagian-bagian dari konstruksi kapal,sehingga berakibat berkurangnya kemampuan kapal. Adapun pokok masalah dalam skripsi ini adalah bagaimanakah perencanaan pengimplementasi kelaiklautan kapal LCT PERKASA PRIMA1pada PT.Bunga Nusa Mahakam.,bagaimanakah kesesuaian kelailautan pada PTBunga nusa mahakam dan apakah ada pengaruh kelaiklautan kapal terhadap kinerja kapal LCT.PERKASA PRIMA 1 pada PT.Bunga Nusa Mahakam.Untuk memecahkan masalah penulis menggunakan 2(dua) metode yaitu pertama Metode Pengumpulan Data berupa Penelitian Lapangan dan Riset Kepustakaan,Kedua Teknik Analisis Data dengan menggunakan Pembobotan Skala Likert,Analisis Regresi Linear sederhana, analisis koefisien korelasi,analisis koefisien penentu dan uji hipotesis.Hasil Analisis dan Pembahasan menunjukkan ada pengaruh kelaiklautan kapal terhadap kinerja kapal motor LCT.PERKASA PRIMA 1 pada PT.Bunga Nusa Mahakam yang ditunjukkan dengan analisis regresi linier sederhana,analisis koefisien korelasi sederhana, analisis koefisien penentu dan analisis pengujian hipotesis.Berdasarkan kesimpulan menunjukkan analisis regresi linier sederhana diperoleh nilai Y = 8,279 + 0,786X bahwa pengaruh kelaiklautan kapal terhadap kinerja kapal LCT PERKSA PRIMA 1 pada PT.Bunga Nusa Mahakam adalah searah (positif), hal tersebut ditunjukkan pada koefisien regresi atau nilai b dalam persamaan regresi tersebut yang menunjukkan angka positif sebesar 0,786 yang mengandung arti bahwa setiap kelaiklautan kapal 1satuan akan diikuti dengan keselamatan kinerja kapal motor LCT.PERKSA PRIMA 1pada PT.Bunga Nusa Mahakam sebesar 0,786 satuan.Dengan kontanta sebesar 15,038.Analisis koefisien korelasi sederhana diperoleh nilai r sebesar 0,724.Dari hasil tersebut, tampak bahwa hubungan kelaiklautan kapal dengan keselamatan kapal LCT.PERKSA PRIMA 1 pada PT.Bunga nusa mahakam adalah kuat dan searah (positif). Analisis koefisien penentu diperoleh nilai sebesar 0,524 atau 52,4%.Hal ini menunjukkan besarnya pengaruh positif dari kelaiklautan kapal terhadap keselamatan kapal motor LCT.PERKSA PRIMA 1 pada PT.Bunga Nusa Mahakam sebesar 52,4% sedangkan sisanya 47,6% merupakan pengaruh faktor lain. Analisis pengujian hipotesis diperoleh nilai thitung (5,556) > ttabel. (1,701) Hal ini menunjukkan bahwa perawatan mesin kapal mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja kapal LCT.PERKASA PRIMA 1 pada PT.Bunga Nusa Mahakam sehingga jelas Ho ditolak dan Ha diterima berarti hipotesis diterima.