Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Perbaikan Internal Blocking Jaringan Interkoneksi Banyak Tingkat Topologi Omega 8x8 dengan Algoritma Look-Ahead M. Zulfin; Maksum Pinem; Raja Harahap; Fahmi Rinaldi; Muhammad Razali
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 8, No 1 (2023): Edisi Februari
Publisher : JET (Journal of Electrical Technology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan interkoneksi banyak tingkat (Multistage Interconnection Network/MIN) hingga saat ini digunakan sebagai switching pada sentral-sentral dalam sistem-sistem Telekomunikasi. Disamping itu MIN juga digunakan sebagai switch penghubung antara prosesor dan modul memori pada sistem-sistem Komputer. Penggunaan MIN semakin diminati karena penghematan jumlah crosspoint yang dimilikinya dibandingkan dengan switch matriks konvensional yang jumlah crosspoint-nya lebih banyak. Selain itu MIN mudah dikontrol dan mampu mendukung koneksi input-output dalam skala besar. Namun MIN bersifat internal blocking, sehingga dibutuhkan suatu cara untuk menjadikannya non-blocking atau mengurangi persentase internal blocking yang dimilikinya. Salah satu cara yang dilakukan untuk maksud tersebut adalah menggunakan algoritma. Pada tulisan ini dibahas algoritma Look-Ahead untuk mengurangi internal blocking MIN topologi Omega 8x8. Dari 2 buah contoh yang dianalisis, untuk permutasi dengan koneksi input-output yang uniform tanpa algoritma Look-Ahead diperoleh hasil bahwa internal blocking sebesar 62,5% dan jika menggunakan algoritma Look-Ahead internal blocking turun menjadi menjadi 25%. Sedangkan dengan permutasi yang memiliki koneksi yang non uniform persentase internal blocking-nya menjadi lebih tinggi yaitu sebesar 87,5% jika tanpa algoritma Look-Ahead, sedangkan dengan algoritma Look-Ahead turun menjadi 50%. Jadi algoritma Look-Ahead sangat mengurangi kegagalan koneksi input-output sebuah permutasi atau dengan kata lain mengurangi internal blocking sebuah jaringan MIN secara signifikan.
Sosialisasi Penggunaan Alat-Alat Keselamatan Pada Nelayan Sebagai Usaha Penyelamatan Diri Dari Tabrakan dan Kapal Tenggelam di Daerah Pesisir Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Yuris Danilwan; Yuna Sutria; Suratni Ginting; Dirhamsyah Dirhamsyah; Taruna Taruna; Aja Avriana Said; Eka Fransiska; Meriah Kita Delina; Nurmalia Sari.S; Syarifur Ridho; Fahmi Rinaldi; Roma Rezeki; Nursyahrul Ritonga
CivicAction: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Artikel Pengabdian
Publisher : SORATEKNO PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/civicaction.v1i2.161

Abstract

Perikanan dan kelautan menjadi salah satu sektor andalan di kawasan pesisir Utara Pantai Labu kabupaten Deli Serdang, karena dikelilingi perairan yang luas sehingga perikanan memiliki peranan penting dalam penyediaan bahan pangan, dan kesempatan kerja. Dari penangkapan Ikan yang didapat para nelayan dapat menjual ke pasar dan juga dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Pekerjaan sebagai nelayan adalah pekerjaan yang sulit dan dapat mempertaruhkan nyawa para nelayan setempat. Maka  perlu adanya Pengabdian kepada Masyarakat (PkM),tentang sosialisasi penggunaan alat-alat keselamatan untuk para nelayan. Berdasarkan hasil observasi dan interview yang dilakukan tim dosen Politeknik Adiguna maritim Indonesia (Poltek Ami) Medan terhadap masyarakat di daerah pesisir pantai labu, yang teletak di pesisir Utara kabupaten Deli Serdang bahwa kemampuan untuk berlayar yang dimiliki para nelayan ataupun nakhoda kapal-kapal penyeberangan dari pulau ke pulau diperoleh secara turun – temurun dari orang tuanya, pekerjaan menetap ayahnya sebagai nelayan dan juga sebagai pengangkut penumpang penyeberangan dari pulau ke pulau sebagai transfortasi laut  yang selalu melibatkan anaknya dalam berlayar baik mencari ikan maupun mengantar penumpang dari pulau ke pulau. Sehingga perlu di adakan sosialisasi mengenai alat- alat keselamatan , agar nelayan penangkap ikan dapat menjaga keselamatannya dan dapat terus melanjutkan pekerjaan mereka untuk memperjuangkan kebutuhan keluarga.
Perbaikan Internal Blocking Jaringan Interkoneksi Banyak Tingkat Topologi Omega 8x8 dengan Algoritma Look-Ahead M. Zulfin; Maksum Pinem; Raja Harahap; Fahmi Rinaldi; Muhammad Razali
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 8, No 1 (2023): Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v8i1.6864

Abstract

Jaringan interkoneksi banyak tingkat (Multistage Interconnection Network/MIN) hingga saat ini digunakan sebagai switching pada sentral-sentral dalam sistem-sistem Telekomunikasi. Disamping itu MIN juga digunakan sebagai switch penghubung antara prosesor dan modul memori pada sistem-sistem Komputer. Penggunaan MIN semakin diminati karena penghematan jumlah crosspoint yang dimilikinya dibandingkan dengan switch matriks konvensional yang jumlah crosspoint-nya lebih banyak. Selain itu MIN mudah dikontrol dan mampu mendukung koneksi input-output dalam skala besar. Namun MIN bersifat internal blocking, sehingga dibutuhkan suatu cara untuk menjadikannya non-blocking atau mengurangi persentase internal blocking yang dimilikinya. Salah satu cara yang dilakukan untuk maksud tersebut adalah menggunakan algoritma. Pada tulisan ini dibahas algoritma Look-Ahead untuk mengurangi internal blocking MIN topologi Omega 8x8. Dari 2 buah contoh yang dianalisis, untuk permutasi dengan koneksi input-output yang uniform tanpa algoritma Look-Ahead diperoleh hasil bahwa internal blocking sebesar 62,5% dan jika menggunakan algoritma Look-Ahead internal blocking turun menjadi menjadi 25%. Sedangkan dengan permutasi yang memiliki koneksi yang non uniform persentase internal blocking-nya menjadi lebih tinggi yaitu sebesar 87,5% jika tanpa algoritma Look-Ahead, sedangkan dengan algoritma Look-Ahead turun menjadi 50%. Jadi algoritma Look-Ahead sangat mengurangi kegagalan koneksi input-output sebuah permutasi atau dengan kata lain mengurangi internal blocking sebuah jaringan MIN secara signifikan.
Pemberdayaan Masyarakat Berdampak Bencana Banjir Bandang dalam Mengelolah Air Bersih Untuk Memenuhi Kebutuhan Air bersih Paska Bencana Banjir Bandang yang Melanda Aceh Tamiang Dafid Ginting; Yuris Danilwan; Lilis Lilis; Aja Avriana Said; Yuna Sutria; Taruna Taruna; Dina Rispianti; Suratni Suratni; Fadiyah Hani Sabilah; Syarifur Ridho; Eka Fransiska; Irma Handayani; Fahmi Rinaldi
IRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (IRAJPKM) Vol 4 No 1 (2026): April
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajpkm.v4i1.227

Abstract

One of the biggest problems after a flash flood and landslide disaster is the provision of clean water. Access to clean water is very important, as it greatly helps the disaster-affected community, especially in their future lives after the flood and landslide disaster in Aceh Tamiang. Community Service was carried out by the Lecturer Team of the Indonesian Maritime Adiguna Polytechnic Medan, who came directly to the Tamiang sub-district affected by the flash flood disaster. The methods used include education, training in making simple filters or filtration, and testing the results of water filtration from local sources in the disaster-affected area. The results of the activity show that the filter/filtration method using gravel, sand, activated charcoal, cotton, and palm fiber media can improve water quality visually and sensorily. This activity provides real benefits in supporting the availability of drinkable water for communities affected by the flash flood disaster, especially in the Aceh Tamiang area.
PROSES PENANGANAN SIGN OFF CREW KAPAL SPM BHEEM PADA IMIGRASI BATU AMPAR OLEH PT. BALANCIA SHIPPING AGENCY BATA Dafid Ginting; Yepta Vianus Marbun; Fahmi Rinaldi; Muhammad Al Purkan Ritonga
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 8 No. 1 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v8i1.223

Abstract

Sign off crew adalah prosedur resmi di mana seorang awak kapal dipindahkan dari kapal setelah kontraknya berakhir atau berdasarkan permintaan, diiringi dengan verifikasi dokumen, izin keimigrasian, dan serah terima tugas kepada crew pengganti. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu, metode observasi lapangan (field research) dan metode perpustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam prosedur tersebut, kapten kapal mengirimkan surat elektronik (e-mail) permintaan pergantian awak kepada pemilik kapal serta perusahaan terkait, umumnya dilakukan sebelum masa kontrak awak kapal berakhir. Langkah ini bertujuan agar perusahaan dapat menyiapkan awak pengganti secara tepat waktu dan memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh kapten kapal dan pemilik kapal. Hambatan menegaskan urgensi adanya perencanaan yang lebih matang, koordinasi yang terintegrasi, serta komunikasi yang efektif antar pihak terkait guna mengurangi risiko keterlambatan dan memastikan proses sign off crew terlaksana sesuai dengan peraturan yang berlaku.
PELAKSANAAN KEBIJAKAN TENTANG PENERBITAN SURAT PERSETUJUAN BERLAYAR (SPB) DI KANTOR KESYAHBANDARAN OLEH PT. MULTI JAYA SAMUDERA BELAWAN Taruna Taruna; Yusnidah Yusnidah; Fahmi Rinaldi; Dirhamsyah Dirhamsyah; Sandryco Dame Pridolin Panggabean
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 8 No. 2 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v8i2.254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk bagaimana PT. Multi Jaya Samudera menerapkan kebijakan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) di Kantor Kesyahbandaran. Surat Persetujuan Berlayar adalah dokumen penting yang harus dimiliki oleh setiap kapal sebelum berlayar untuk memberikan izin dan pengawasan agar operasional pelayaran sesuai dengan peraturan keselamatan dan keamanan yang ditetapkan oleh pihak berwenang. Untuk mendapatkan SPB, perusahaan pelayaran harus mengikuti beberapa prosedur dan persyaratan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dan deskriptif, penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan analisis dokumen Kantor Kesyahbandaran untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Multi Jaya Samudera melakukan penerbitan SPB secara umum sesuai dengan peraturan. Namun, ada beberapa masalah yang dihadapi, seperti kekurangan sumber daya manusia dan waktu pemrosesan yang kadang-kadang lebih lama dari yang diharapkan. Tingkat pemahaman kebijakan oleh staf, koordinasi antar instansi, dan kesiapan fasilitas pendukung adalah faktor tambahan yang memengaruhi pelaksanaan kebijakan ini. Untuk membuat proses penerbitan SPB lebih efisien dan efektif, penelitian ini menyarankan peningkatan pelatihan bagi petugas terkait. Selain itu, prosedur dan sarana pendukung harus diperbarui.