Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENYULUHAN USULAN DESAIN KONSTRUKSI JALAN DI ATAS TANAH LEMPUNG EKSPANSIF LOKASI DESA MALANGSARI KABUPATEN KARAWANG Neneng Winarsih; Rikki Sofyan Rizal; Wahyudin Wahyudin; Aisyah Salimah; Bahar Amal; Alya Savitri; Aldi Dena Kusuma
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4402-4409

Abstract

Desa Malangsari merupakan sebuah desa yang terletak di kecamatan Pedes Kabupaten Karawang dengan luas wilayah 301 Ha yang terdiri dari tanah sawah seluas 292 Ha dan tanah darat sebesar 9.85 Ha. Salah satu permasalahan yang menjadi prioritas adalah rusaknya infrastruktur jalan Desa. Jalan ini berfungsi sebagai salah satu akses untuk mendistribusikan hasil pertanian. Berdasarkan permasalahan diatas, dibutuhkan suatu perencanaan yang baik dalam penanganan infrastruktur jalan Desa Malangsari Kabupaten Karawang. Sosialisasi usulan desain perbaikan jalan dilakukan dengan cara penyuluhan kepada perangkat Desa dan juga perwakilan Masyarakat setempat. Hal ini dikarenakan pemerintah Desa mempunyai program Pembangunan fisik seperti jalan, sehingga dibutuhkan adanya pengembangan kompetensi bagi perangkat Desa untuk mengetahui desain konstruksi jalan yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Langkah – langkah yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini diantaranya; 1) Pengambilan sample tanah 2) Membuat desain konstruksi jalan 3) Melakukan observasi awal 4) Melakukan penyuluhan terkait usulan desain konstruksi jalan 5)Melakukan observasi. Dari hasil observasi lapangan dan uji laboratorium yang dilakukan, didapatkan nilai indeks plastisitas sebesar 47% dan jenis tanah tergolong kedalam tanah lempung ekspansif. Usulan desain lapisan jalan yang diberikan yaitu dengan menambahkan batu kapur sebagai lapisan jalan diatas tanah dasar atau menambahakan lapisan membran. Dari hasil wawancara awal kepada perangkat desa, Sebagian besar belum mengetahui pengetahuan dasar seputar infrastruktur jalan. Dengan adanya kegiatan penyuluhan terkait desain infrastruktur jalan ini  dapat meningkatkan wawasan bagi Perangkat Desa mengenai Desain konstruksi jalan diatas tanah lempung ekspansif, hal ini dibuktikan dari hasil wawancara akhir dengan nilai rata-rata peningkatan pengetahuan meningkat sebesar 51,25%.
EMPOWERING THE KARANG TARUNA YOUTH ORGANIZATION OF KARANG HARUM VILLAGE THROUGH TRAINING IN CHARCOAL BRIQUETTE PRODUCTION AND THE IMPLEMENTATION OF AUTOMATIC BRIQUETTE MOLDING TECHNOLOGY BASED ON RICE HUSK WASTE Arnisa Stefanie; Dicki Dian Purnama; Bahar Amal; Zahra Kirani Nur Rahmah; Arsa Anedtha Itsna Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v5i01.2012

Abstract

Karang Harum Village, Bekasi Regency, has an abundant potential of rice husk waste; however, its utilization is still limited to low-value burnt husk. Limited technology, low production skills, and the absence of a structured business unit prevent the community—particularly the youth organization—from optimizing the economic value of agricultural waste. This community service program aims to enhance the community’s capacity through briquette production training, the implementation of an automatic electric briquette molding machine, and business management assistance. The activities consist of socialization, technical training, managerial training, technology installation, and a four-month mentoring period. The results indicate a 61.3% improvement in participants’ knowledge, an increase in production capacity from 0 kg to approximately 100 kg per week, and the establishment of a youth-based independent business unit. The implemented technology successfully reduced production time by up to 60% and produced briquettes with more consistent quality standards. This program contributes to income generation, agricultural waste utilization, and the development of village-based renewable energy businesses.
MACHINE TO MACHINE (M2M) CONNECTIVITY BUSINESS FEASIBILITY ANALYSIS AND STRATEGY DEVELOPMENT CASE STUDY OF PT XYZ, A COMPANY IN INDONESIA, WITH SWOT ANALYSIS Safrian Andromeda; Bahar Amal; Ni Luh Bella Dwijaksara
Nusantara Hasana Journal Vol. 3 No. 8 (2024): Nusantara Hasana Journal, January 2024
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v3i8.1099

Abstract

From 2016 to 2018, the number of new Very Small Aperture Terminal (VSAT) customers at PT XYZ declined. According to Safrian (2018), VSAT is included in quadrant two of the (Strength, Weakness, Opportunity, and Threat) SWOT diagram, so it requires diversification to create new opportunities and increase revenue. This research was conducted to analyze the feasibility of using M2M as a form of diversification. M2M was compared with VSAT using the Return on Investment (ROI) method and performance testing. Alternative M2M business strategies are also using the SWOT analysis. From the ROI results, M2M had 74%. M2M connectivity can provide more benefits with more efficient investment. From the performance test, M2M latency of 33ms is in the outstanding category, while VSAT of 596ms is in the poor category. The SWOT analysis found that the company entered quadrant one, with the strategy chosen being the SO strategy, which focuses on developing M2M technology.